Yang Dibutuhkan Itu DRL Bukan AHO

aho lampu beat
suzuki

Yola dulur… ini merupakan konsep tulisan beberapa waktu yang lalu, rencananya mau deka publish untuk tema safety riding.

aho lampu beat
aho lampu beat

Namun membaca komentar-komentar di blog-blog papan atas, yang awalnya membahas absennya pass beam di motor K45-nya AHM, akhirnya menyinggung soal AHO ini. 

AHO atau Automatic Headlamp On adalah sistem dimana lampu utama motor akan menyala secara otomatis tanpa kita menekan tombol. Sistemnya ada berbagai macam variasi, untuk motor yang masih menganut kelistrikan AC, maka lampu utama akan menyala otomatis saat mesin hidup. Untuk motor yang sudah menganut kelistrikan DC lebih beragam lagi. Mulai dari yang paling sederhana yaitu lampu otomatis menyala saat kunci posisi on, ada juga jenis smart AHO, dimana meskipun listrik DC, namun lampu otomatis nyala saat mesin hidup, untuk mengurangi beban aki waktu mesin mati. Dari berbagai macam sistem AHO ini punya kesamaan yaitu absennya saklar ON/OF lampu di konsol motor.

 konsol aho
konsol aho

Konsep AHO ini setahu deka berdasarkan penelitian bahwa saat kendaraan roda dua tetap menyalakan tanda lampu di siang hari, maka akan membuat pengendara lain yang berpapasan lebih waspada karena dari jauh sudah ada tanda kendaraan lain yang dia kenali berupa cahaya lampu. Sampai titik ini deka sangat setuju, ini sangat mendukung gerakan safety riding, demi mengurangi resiko kecelakaan di jalanan. Mungkin dengan sistem AHO ini pihak kepolisian seperti memaksa pengendara motor untuk menyalakan lampu di siang hari…demi keselamatan.

konsol saklar lampu normal
konsol saklar lampu normal

Namun dari sudut pandang pemilik motor, sistem AHO ini mempunyai kelemahan, dibalik kepraktisan tanpa pencet tombol ini. Berhubung lampu menyala otomatis saat mesin on, maka lampu motor kita menyala jauh lebih lama dibandingkan dengan dulu saat tidak ada aturan menyalakan lampu di siang hari. Sedangkan bohlam atau lampu sendiri mempunyai lifetime atau daya hidup yang terbatas, sehingga akan mempercepat waktu elemen lampu putus.

Kalau hanya mengganti bohlam sih ngga seberapa harganya, namun penggantian lampu mewajibkan bongkar batok kepala, harus copot pasang baut dan lain-lain. Nah ini beresiko dengan keausan drat baut di batok kepala motor, jika sudah slek atau kendor, maupun pemasangan yang nggak presisi maka akan terdengar suara ngga enak di daerah ini.

lampu konsol speedo pinjeman dari triyantobanyumasan
lampu konsol speedo pinjeman dari triyantobanyumasan

Dan tidak hanya sebatas bohlam lampu utama saja yang terkait dengan AHO. Namun hampir semua lampu di motor kita akan menyala. Mari kita hitung satu per satu, mulai dari lampu utama, lampu senja, lampu belakang, lampu plat nomer belakang (untuk yang tersedia), lampu background speedo, lampu indikator nyala lampu di konsol. Tuuuuhhh….banyak kan…dan itu lampu di konsol biasanya lampu watt kecil itu kalo bongkar pasang agak ribet karena tersembunyi di bawah batok dan speedo. Harganya sih relatif murah, ngga nyapai 5 rebong… namun ribetnya itu lho….

Untuk pihak pabrik dengan sistem AHO ini sih banyak untungnya. Dari lebih mengirit waktu perakitan sampai irit biaya produksi (saklar dan wiring) memang cuma beberapa puluh ribu, namun jika dikalikan beberapa juta??? wow…….. Kebalikan dengan konsumen yang siap menanggung biaya dari penggantian bohlam putus lebih cepat tadi (ingat ngga cuma lampu utama lho yang terlibat). Dan juga tidak hanya bohlam, ada mika dan reflektor juga… lampu menimbulkan kalor panas, apalagi siang hari. Masih ingat dengan reflektor dan mika leleh di kasus beberapa motor itu??

tvs-apache-180-
tvs-apache-180-

Sebenarnya ada sistem lain yang mempunyai fungsi sama dengan AHO, namun lebih efisien energi listrik maupun part bohlam. Dan ini sudah diterapkan lama di negeri Eropah sono. Sistem itu bernama DRL atau Daily Running Light. Konsep dasarnya sama saja, yaitu lampu akan menyala otomatis saat mesin on, Bedanya kalau DRL itu yang menyala adalah lampu tambahan, bukan lampu utama. Biasanya lampu DRL ini terbuat dari LED yang irit listrik dan cahaya lebih adem. Untungnya lagi yang nyala hanya lampu DRL, tidak melibatkan lampu-lampu lain… Cerdas bukan??? meningkatkan safety tanpa menambah resiko kerugian biaya. kenapa negeri ini ndak memakai konsep ini? malah memakai AHO yang butuh wadal bohlam putus.

drl for bike
drl for bike

Oh iya…. AHo itu kalau menurut dialek kansai  jepang berarti bodoh……idiot.

So… pilih AHO atau DRL? atau malah kaga peduli nyalain lampu? dasar aho… 😀 .

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

gulf oil

Yang Dibutuhkan Itu DRL Bukan AHO

aho lampu beat
suzuki

Yola dulur… ini merupakan konsep tulisan beberapa waktu yang lalu, rencananya mau deka publish untuk tema safety riding.

gulf oil
aho lampu beat
aho lampu beat

Namun membaca komentar-komentar di blog-blog papan atas, yang awalnya membahas absennya pass beam di motor K45-nya AHM, akhirnya menyinggung soal AHO ini.  (lebih…)