Yamaha Punya Rossi….Ambil Tuh Hikmahnya Buat Produk Motornya

Valentino Rossi
suzuki

Yola dulur…. terinspirasi dari membaca artikel di media internet tentang sepak terjang pembalap motogp paling tenar dan paling banyak penggemar, Valentino Rossi. Tak disangkal, pembalap satu ini puny kharisma untuk menyedot perhatian publik biker, entah aksi di dalam sirkuit maupun di luar sirkuit.

Valentino Rossi
Valentino Rossi

 

Tidak heran jika pembalap muda fenomenal penuh pemecah rekor seperti Marquez belum bisa merebut hati sebagian besar fans motogp, mekipun doi juara-pun, tetap rossi sebagai people champion. Apalagi seorang Lorenzo yang dipunyai yamaha sebagai ambassador motor yamaha beberapa waktu yang lalu, dia masih dianggap pembalap angkuh, banyak alasan oleh para haters dan beberapa kalangan, sehingga kurang bersinar sebagai ambassador.

Berbeda dengan Rossi yang udah termasuk tua, kalah ganteng, kalah muda, kalah tenaga, namun soal mengambil hati dan perhatian pengemarnya, doi masih bagai menara gading yang bersilau benderang. Yamaha harusnya mengambil keuntungan dan hikmah dengan keberadaan VR46. Deka tertarik dengan ungkapan Rossi beberapa hari yang lalu….

Saya Tidak memikirkan poin atau peringkat pembalap lain, saya fokus pada peningkatan motor M-1 ( tunggangannya ), set up, agar motor maksimal untuk balapan

 

rossi little fans
rossi little fans

Mungkin kalimat itu hanya ringan dan biasa saja…. namun mari kita gali lebih dalam, atau makna di balik kalimat itu. Secara nggak langsung rossi seperti mau bilang gini ” saia nggak ngurus capaian orang lain, saia hanya fokus di peningkatan diri agar lebih tinggi lagi “, disini berarti skill pembalap dan performa motor.

gulf oil

Yamaha sebagai “pemilik” pembalap satu ini harusnya menerapkan ucapan pembalapnya saat membuat motor. Salah satunya adalah R-25 maupun MT-25. Deka ingat dulu saat awl peluncuran R-25, kenapa yamaha nggak memakai sasis delta box, dimana itu adalah trade mark yamaha? Mereka beralasan karena motor sekelas yang lain tidak ada yang memakai sasis twinspar. Yamaha masih memandang motor lain sebagai acuan, yamaha masih melongok capaian motor lain sebelum membuat motor.

yzf-r25 by IWB
yzf-r25 by IWB

Yamaha lupa kalau motor merk lain punya keunggulan karakteristik masing-masing, bukan di sasis. Yamaha melakukan bargaining terhadap konsumen dimana yamaha sebagai pusat kepentingan, bukan konsumen sebagai pusat kepentingan. Keputusan sasis tubular adalah keputusan populis murni bisnis yang diputuskan dengan mata setengah ngantuk. Sasis merupakan trade mark, ciri khas yamaha, dimana motor menjadi enak dipandang, enak ditekuk di tikungan.

Yamaha harusnya fokus ke dalam, membuat motor sesuai legacy yamaha yang sudah-sudah. Masukan atau poin-poin dari motor kompetitor harusnya sebagai bumbu pemanis, bukan merusak core ide awal motor yamaha itu sendiri.

mt 25
mt 25

Bagaimanapun nasi sudah men jadi bubur….. R-25 dan MT25 banyak dicibir karena desainnya kurang wah…… khususnya soal sasis…….. karena sudah menjadi bubur, maka seyogyanya yamaha membuat lagi agar menjadi bubur yang spesial, banyak keunggulan, banyak fitur, banyak pernak pernik, dan yang penting menjadikan ke-2 motor tersebut sebagai sebuah pilihan life style komunitas……..Toh sekarang banyak orang sukses jualan bubur kok…. Sukses bukan hanya bisnis jualan nasi, bisnis bubur juga bisa sukses…. gimana caranya membuat bubur jadi keren…..

Bonus…. Eric Johnson…. Trade Mark

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum