Tarik Ulur Efek Winglet Di Motor Motogp

suzuki

Yola dulur yang budiman…. Sangat menarik ketika mengikuti tulisan pengamat motogp, Manuel Pecino yang melakukan investigasi, mewawancarai banyak team motogp tentang fungsi winglet di motor motogp. Sampai saat ini masih menjadi tarik ulur antara digunakan atau tidak saat balapan. Meskipun sudah mendapatkan data saat test pra musim, namun untuk membaca analisanya sangat kompleks.

Penggunaan winglet di motogp yang dipopulerkan oleh team ducati sempat dilarang oleh penyelenggara dengan memakai bingkai safety. Keputusan yang membuat Gigi dall’Ilgna berang karena sudah berinvestasi banyak dan mendapatkan keuntungan fungsi winglet. Kemudian dibuka lagi musim 2017 karena hampir semua team melakukan riset winglet di motor mereka, sampai sekarang. Meskipun dalam penerapannya saat balap tidak sering dipakai, masih menggunakan fairing standar non winglet.

Sampai pada keputusan bahwa aturan winglet diregulasikan dengan sebuah aturan yang membatasi ukuran, winglet bentuk fixed ( bukan modular yang copot pasang ), serta aturan hanya 1 desain winglet yang boleh digunakan dalam satu musim. Karena jika mengikuti kemauan team, maka bisa jadi satu sirkuit memakai winglet yang berbeda bentuk. Sebagai bukti, ducati saja dalam pra musim ini sudah memakai 3 jenis winglet di motor mereka. tentu ini akan memakan banyak biaya, dan tidak semua team mampu melakukan hal tersebut. Maka dibuatlah homologasi winglet fairing.

KTM

Team KTM adalah satu-satunya team yang tidak setuju aturan winglet dibuka kembali. Mereka sejauh ini sudah melakukan riset fairing tanpa winglet, namun tetap mendukung aerodinamika. KTM lebih suka penggunaan winglet dilarang saja, aturan harus konsisten, jika demi keselamatan, larang-larang saja…..jangan dibuka kembali.

Ducati

Jelas menginginkan sekali winglet, kalau boleh banyak variasinya. Karena menurut pembalapnya, Dovizioso, winglet sangat membantu dalam menambah grip ban depan. Ban depan lebih menggigit aspal, mengurangi resiko wheelie saat berakselerasi, serta efisiensi dalam pengereman. Ada catatan minusnya, saat dipertengahan tikungan, karena ban depan lebih menggigit dan stabil maka perlu effort lebih untuk membuat motor menikung. ” Pembalap harus mengetahui keuntungan atau kekurangan winglet di sikuit teretentu, dan itu bisa menjadi keputusan yang sangat penting, memberikan perbedaan yang besar”.

HRC

Team HRC sendiri termasuk bandwagon… alias ikutan mengikuti trend soal winglet ini. Berdasarkan pendekatan yang konservatif tentang aerodinamika fairing, Pihak HRC masih skeptis ( atau hanya pura-pura? ) dengan capaian winglet mereka. Tetsuhiro Kuwata sebagai direktur balap mengatakan, ” aplikasi aileron ( winglet ) di mobil sangat mudah, Namun di motor sangat kopleks. Winglet membuat transfer bobot kedepan, membuat pengereman lebih efisien, membuat ban depan tetap menggigigit saat akselerasi. Tapi kelebihan ini membuat motor menjadi lebih berat saat akan melakukan manuver.

Pembalapnya sendiri, marquez masih suka dengan model fairing standar non winglet. Di alebih nyaman di motor tanpa winglet. Saat memakai winglet dia merasakan motor lebih stabil, pengereman lebih bagus, wheelie berkurang, namun mengurangi kelincahan motor. Untuk Team HRC, mereka tidak terlalu banyak berkomentar soal winglet, namun yang jelas winglet menjadi riset mereka.

Suzuki

Perkembangan winglet suzuki saat ini justru dalam pantauan banyak team. Seperti kita ketahui bahwa suzuki sudah mendesain winglet yang menyatu dengan fairing seperti desain insang hiu atau ikan pari. Dan efeknya, pembalapnya sangat pede dengan perkembangan motor GSXRR. Kombinasi mesin baru dan fairing baru membuat lompatan signifikan daripada edisi 2017 kemarin yang gagal total bin “jongor”.

and then took to the track with a striking Ducati- and Honda-style fairing. “With the old fairing we had a lot of aerodynamic load but we lost a lot under maximum speed,” Alex Rins explained. “The new alternative continues to be efficient when it comes to keeping the front wheel stuck to the ground, and at the same time we have recovered what we lost at the end of the straight.”

Alex rins justru menemukan kombinasi keuntungan yang pas dengan desain winglet barunya. Di lain sisi mendapatkan traksi ban depan, anti wheelie, tapi saat akan menikung, kekurangan fairing 2017 menghilang. Ini berarti desain winglet baru tidak terlalu mempengaruhi kemampuan menikung motor…….

Ya…. soal winglet memang masih tarik ulur antar team dan pembalapnya, asal jangan tanyakan ke seorang Lorenzo, dia mah better the devil you know…. lebih baik mengenal yang sudah awam walaupun jelek daripada sesuatu yang dia tidak kenal……ini menurut pecino lho ya….. :mrgreen:  :mrgreen:

Semoga bermanfaat

Wassalaualaikum

gulf oil