Swing Arm Bar Ducati Bukan FUBAR Lagi?

suzuki

Yola dulur yang budiman… Salah satu hal menarik saat tes musim dingin di Jerez adalah motor ducati yang memasang swing arm bar. Lebih tepatnya adalah Parallelogram rear suspension. Apakah tehnologi yang dipakai ducati sekarang ini bukan FUBAR Lagi? Mari kita obrolin cirikhas Gigi Dall igna yang tiap tahun melakukan terobosan unik.

FUBAR adalah sebuah akronim klasik militer amerika. Jika anda menonton film saving private ryan, maka dulur akan mendengar istilah Fubar. FUBAR adalah singkatan dari Fucked Up Beyond All Recognition/ Reason. Arti mudahnya adalah persetan dengan hasil, karena semua berantakan, kondisi serba kacau.

Sedangkan Parallelogram rear ends sendiri bukanlah tehnologi baru, justru tehnologi jadul. Pertama digunakan oleh motor gilera tahun 1930an. Kemudian marak digunakan di tahun 70-80 an ketika mesin 2 tak menggila dan insinyur butuh pengembangan sasis.

Fungsi utama parallelogram adalah mempertahankan tensi rantai penggerak ban agar traksi ban belakang selalu terjaga. Kerja parallelogram yang variable karena part ini digerakkan entah dengan daya rantai, saya pengereman, suspensi, atau penggerak lainnya, bertujuan agar tensi rantai stabil, dimana akan itu mengurangi efek wheelie, dan ban terangkat saat pengereman.

Dibilang fubar, karena parallelogram kadang berfungsi, kadang tidak sama sekali. Di lain sisi, insinyur memecahkan permasalahan sasis dengan pendekatan lain seperti ketepatan geometri, bahan yang lebih ringan, tehnologi suspensi dan lain sebagainya, sehingga parallelogram ditinggalkan.

Kini Dall igna memakai lagi tehnologi jadul ini di motor ducati. Bukan asal pasang, namun ada maksudnya. Seperti masukan dari pembalap ducati, dovi misalnya. Bahwa gaya riding ducati untuk kencang saat menikung adalah menggunakan ban belakang, yaitu sliding. Di lain sisi, ban michelin adalah kontradiktif dengan bridgestone dimana michelin lebih ngegrip ban belakang daripada depan.

Begitu pula soal pengereman, harus bisa memanfaatkan ban belakang untuk membantu daya pengereman. Tentu ini menjadi sebuah tantangan, karena di motogp umumnya mengerem ban depan, sehingga ban belakang terangkat dan kehilangan grip.

Dall igna mengharap parallelogram bisa meminimalisir resiko ban  terangkat dan menambah traksi ban belakang. Memanfaatkan kelebihan ban belakang michelin. Dan caranya pun cerdas. Memasang parallelogram dengan suapensi ban belakang, sehingga benar-benar adjustable atau aktiv namun tak menyalahi aturan karena diatur mekanis, bukan bantuan elektronik.

Hasilnya sih dianggap positif oleh tesrider Bautista. Dan capaian bagus para pembalap ducati baik pabrikan atau satelite. Bahkan parallelogram yang dipakai masih bentuk primitive, masih terbuka lagi untuk pengembangan.

Jadi kali ini bukan fubar lagi, namun entah kedepannya akan dikembangkan dan dipasang atau kembali menjadi tehnologi FUBAR. Menarik untuk kita tunggu.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

 

gulf oil