Suzuki… Stand UP…Kick Love Into Motion

suzuki
suzuki

Yola dulur… melihat hingar bingar motor jepang yang seru di negeri ini kok seperti ada yang ketinggalan.

suzuki lambang

Saat Honda, Yamaha, Kawasaki gasspol menggeber produk mereka untuk menarik pembeli, ada satu produk mopang yang masih adem ayem (kalau boleh dibilang agak kasar tertinggal). Merk motor dengan lambang S alias Suzuki ini belum nampak gebrakan dari tidur lamanya.

Deka melihat fenomena diler-diler Suzuki di daerah pada tutup gerai mulai beberapa tahun yang lalu. Di mata deka itu adalah hal yang memilukan, ketika membayangkan mereka di masa lalu berjaya dengan produk-produk unggulan dari Crystal, RC jetkolet, RGR, Shogun, Smash si gesit irit, FXR, dan tidak ketinggalan si fenmenal ayago satria baik yang 2 tak maupun 4 tak. Suzuki lambat laun menyusut penjualannya, dan kini hanya mengandalkan Satria FU belaka. Proyek mereka pada bebek dan metik seperti tenggelam dan tergerus pasarnya oleh duo Honda Yamaha.

suzuki shogun 4tak gen 1
suzuki shogun 4tak gen 1

Secara pribadi deka pernah miara motor Suzuki dari pertama adalah Jet kolet RC, Crystal, shogun 4 tak gen1 (shogun singo di kampung ane bilang), smash gen1, dan terakhir adalah Smash Titan. Secara umum ane sangat puas dengan kualitas dan performa mesin Suzuki, mungkin hanya pada Smash “basuki” ane agak kecewa dengan kualitas bodinya. Dan pendapat ane, titik keruntuhan Suzuki mulai dari boomingnya Smash “basuki” namun diikuti kekecewaan oleh para pembelinya. Setelah itu kepercayaan kepada merk Suzuki turun. Brand image Suzuki jatuh, karena dianggap kualitas bodi jelek, menambah image minus sebelumnya, yaitu boros dan part mahal.

suzuki-smash-revo-01

Ya… smash adalah gerbang kehancuran image Suzuki, kok ya tega-teganya mereka menurunkan kualitas pada motor yang lagi mau menaikkan pamor Suzuki, atau itu suatu kesalahan produksi? Namun yang jelas pembeli merasakan dampaknya, dan itu membuat mereka meninggalkannya.  Yang mengambangkan  isu boros sepertinya kok belum pernah memelihara motor suzuki 4 tak. Ane yang pernah memakai Shogun 4 tak, smash atau Titan merasa konsumsi bbm-nya biasa-biasa saja tuh, malah terbayar oleh kehalusan getaran mesin dan performa mesin yang mantab. Spare part emang relatif mahal, karena Suzuki hanya menyediakan versi original, ngga mengenal KW-KWan. Namun ini terbayar dengan masa pakai yang lebih panjang dari versi KW, jadi sebenarnya ya sama saja.

Nah… berkaca dari turunnya kepercayaan konsumen terhadap brand Suzuki, ane punya opini, seyogyanya ( bukan solo 😀 ) Suzuki mulai membangun brand image yang terhempas itu. Meskipun seperti pepatah, membangun ulang membutuhkan effort yang lebih berat, namun bagaimana lagi? itu adalah jalan yang kudu ditempuh. Lha wong itu karena ulah sendiri kok.

satria_f150-se
satria_f150-se

Mungkin Suzuki bisa memulai dari Satria FU yang booming itu. Bisa ditularkan ke kelas lain, image anak muda yang perlu motor lincah, perform oriented kudu dipertahankan. Dan ini adalah kelas sport, ya kelas sport dimana pangsanya adalah orang-orang yang lebih perhitungan serta bukan motor niaga. Disini orang masih mempertimbangkan desain dan performa di banding harga, kualitas Suzuki di kelas sport belum luntur, ini bisa menjadi modal utama Suzuki. Tuh….. kelas sport 150cc terbuka lebar, baik naked maupun full fairing.

suzuki_gixxer
suzuki_gixxer

Untuk kelas naked 150 cc bisa saja Suzuki menjadikan Gixxer India menjadi basis desain, cukup cakep kok. Tinggal sektor mesin dan rear disck brake saja yang perlu ditambahin. Untuk kelas full fairing, siapa yang nggak mengagumi desain GSX-R 600, tinggal nyomot itu desain untuk kelas 150 cc, mesin dohc (biar terdengar wow) liquid cooled, injeksi… dijamin banyak yang akan ngeces….

suzuki gsxr 600 black
suzuki gsxr 600 black

Ketika nanti di kelas sport terbukti ke masyarakat soal kualitas dan performanya, baru ditularkan ke jenis metik dan bebeknya. memang harus satu demi satu, karena perhatian masyarakat akan terfokus, beda ketika brand image terpegang,mau nggelontorin bermacam produk, masyarakat tetep ngeh…. Soal part yang dianggap mahal, bisa saja di shift melalui iklan media, harga emang mahal, tapi jarak pakai lama, jadi bisa menghemat biaya pasang dan waktu daripada sering gonta-ganti.

Dan jangan lupa… fans suzuki sebenarnya masih ada dan relatif banyak, cuma tersebar ke merk lain karena suatu hal, mungkin karena mandegnya inovasi suzuki tersebut. Ini masih bisa diberdayakan lagi… tapi secara pelan… namun pasti. Mereka mempunyai rasa pride yang tinggi saat memakai merk suzuki, bisa dilihat di komunitas satria Fu, Laskar Suzuki.

So… Suzuki, ayo bangkit…realisasikan cintanya fansmu dalam aksi nyata…ditunggu inovasi barumu.

Bonus… Def leppard……Stand UP Kick Love Into Motion (video clip dewasa, yg belum umur jgn liat….beresiko 😀 )

 

Semoga bermanfaat

wassalamualaikum