Suzuki Dual Stage Intake, Cara Cerdas Mensimpelkan Variable Intake Manifold

variable intake manifold mv agusta
suzuki

Yola dulur yang budiman… pada motor generasi terbaru suzuki, GSX-R1000 saalah satu fitur tehnologi yang ditanamkan adalah S-DSI. Apa itu S-DSI? terus kenapa disebut sebagai cara cerdas mengakali fitur lama variable intake manifold ( v-im)? Yuk kita obrolin segmen tehnologi motor kali ini untuk menambah wawasan.

S-DSI adalah singkatan dari suzuki dual stage intake. Untuk mengetahui fungsi dari inovasi S-DSI, kita harus mengerti dulu fungsi dari variable intake manifold. Sebelum variable valve booming, dulu untuk mengakali tarikan rpm bawah yang lemot paling mudah adalah dengan cara memperpanjang intake manifold. Jadi saluran intake manifold diperpanjang…. velocity stack yang bentuknya seperti terompet itu. Fungsinya agar torsi dan power di rpm bawah lebih njengatzz….

Sayangnya cara mekanis seperti ini tidak melanggar hukum fisika. Kalok rpm bawah njengatz, maka di rpm tinggi dengan intake manifold panjang akan mengurangi power. Mesin butuh intake manifold yang pendek, agar aliran udara lebih banyak dan lebih cepat terhisap di rpm tinggi, sesuai dengan kebutuhan mesin.

Untuk mengakali hal tersebut, dibuatlah Variable intake manifold ( V-IM ). Saat rpm rendah memakai velocity stack, sedangkan saat rpm tinggi velocity stack diangkat menyisakan intake yang pendek. Motor yang pertama kali memakai tehnologi ini adalah motor MV agusta F4 di tahun 1998.

Y-CCI

Yamaha mengikuti pemakaian tehnologi variable intake manifold ini di motor yamah R-1 di tahun 2007. Kemudian oleh yamaha dinamai dengan Y-CCI yamaha chip controlled intake. Tehnologi yang sama milik mv agusta sebenarnya, hanya sedikit beda pengoperasionalannya dan namanya. Target tujuan dan sistem kerjanya sama saja. Sistem kerja dari mv agusta memakai vacuum intake, yamaha memakai batang tuas.

gulf oil

Nah, sebenarnya suzuki di gsx-r1000 terbarunya menggunakan tehnologi yang bertujuan sama dengan tehnologi variable intake manifold diatas, tapi tanpa adanya sistem penggerak pengubah panjang pendek intake manifold. Tehnologi suzuki, S-DSI tidak memerlukan part yang bergerak, tidak butuh part tambahan yang menambahi bobot dan kompleksitas sistem tersebut. Dengan pendekatan baru, diperoleh fungsi yang sama dengan tehnologi V-IM.

Caranya adalah dengan membuat 2  pasang ( 4 intake ) intake manifold di dalam air box ( box filter ). Yang satu pasang intake pendek, yang 1 pasang panjang, semuanya ditanam patent tanpa gerak variable. Saat rpm rendah menengah otomatis udara yang banyak terhisap dari intake yang panjang, sedangkan saat rpm tinggi udara masuk kebanyakan dari intake yang pendek. Dengan kombinasi dua saluran S-DSI dan 2 saluran konvensional ini maka powerband akan lebih lebar dan lebih smooth…. mirip efek variable valve.

Suzuki-DSI

Apalagi diperlebar lagi powerbandnya dari rentang rpm bawah-menangah-atas dengan suzuki variable valve juga…. Tambah njengatzzz. Makanya banyak testimoni dari para pembalap BSB yang mengatakan power delivery gsxr1000 sangat mirip dengan motor motogp.

Disinilah letaknya kecerdasan insinyur suzuki, membuat pendekatan yang lebih sederhana, simple, tanpa tetek bengek kompleksitas part tambahan, namun efek yang diperoleh sama.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum