Setengah Kebenaran Akan Manfaat VVA…

suzuki

Yola dulur yang budiman….sebelumnya ngadimin cumak mo bilang, artikel ini ngga penting-pentinga amat. Kenapa? Karena apapun alasannya, yang penting hasil akhir toh? Ngapain mikirin alasan atau prosesnya….itu dari sudut pandang end user yang pokoknya telen, menerima bongkokan apa kata orang. Sedangkan artikel ini justru membicarakan how… khususnya soal tehnologi vva milik yamaha yang menurut ngadimin baru separuh benar pemahamannya.

Lho kalok ndak penting-penting amat, kenapa repot-repot menulisnya? Karena ngadimin mengajak think logic untuk dulur sekalian. Sehingga ngga begitu mudah menerima dogma atau statment dari pihak tertentu. Mikir sitik menggunakan logika untuk memahami how sebuah penemuan.

Kalok mengikuti banyak grup motor, banyak sekali, atau bahkan dominan yang mengatakan vva di mesin nmax, atau yang terkini R-15, vixion R, serta aerox 150 itu membantu menaikkan performa di rpm atas dimana itu kelemahan mesin sohc stroke panjang. Bahkan ada yang bilang untuk mengimbangi kemampuan kitiran atas dohc. Nah…statment yang terakhir ini yang menyesatkan….iti ranahnya bore-stroke…bukan buka manajemen buka tutup klep in.

cam vva nmax

Sudah dari awal dulu ngadimin bilang, vva atau vvt versi sederhana ini membantu atau berfungsi untuk menolong performance mesin di rpm bawah sampai menengah. Hampir semua mesin otomotive membuat variable valve ini agar mesin lebih powerful di rpm bawah-menengah.

Lha kenapa dimesin yang memakai vva kok terasa sekali tarikannya setelah rpm menengah sampai atas? Nanti dulu jawabannya…. Kita ngobrol dari awal dulu. Ingat, mesin vva yamaha itu memakai 2 profil cam, single poros…atau sohc. Kita ambil kasus mesin vixion r dan r15 saja yang mudah. Kubikasi mesin naik dari versi sebelumnya, memperbesar bore, bukan stroke sehingga berkubikasi 155 cc. Untuk memaksimalkan performance otomatis kem sebagia pengatur buka tutup klep butuh profil yang lebih tinggi.

gulf oil

Kenapa? Karena di rpm atas jika masih pakai profil lama bakal kedodoran. Jika profil kem tinggi, konsekuensinya rpm bawah menengah bakal kedodoran karena klep terlalu lebar bukaannya. Maka dibuatlah tonjolan profil rendah di kem mesin ini. Jadi 1 kem punya 2 profil… Istilah slengekan deka, dpohc, dual profile overhead camshaft. Karena punya 2 profil, maka agar bisa bekerja berkantian mengetuk rocker arm, dibuatlah bridge atau jembatan yang disebut dengan vva itu…di rpm tertentu, dengan sebuah actuator elektrik, bridge tinggal digeser ke arah tonjolan kem tadi… Woilllaaaa… Jadilah vva.

Saat rpm bawah menengah memakai profil rendah, membuat tarikan atau akselerasi lebih nendang. Saat rpm menengah atas, gantian profil tinggi yang bekerja. Asupan campuran udara+bbm lebih banyak untuk melayani rpm atas…. Sehingga performa menjadi seimbang atau linier.

grafik rpm vva

Lho kenapa kok ada seperti tendangan leboh saat vva nya aktif…coba lihat kurva diatas, dimana saat rpm mendekati vva aktif… Performa cenderung flat karena mendekati kemampuan profil kem rendah. Begitu profil kem tinggi bekerja atau vva mengaktifkan profil kem tinggi, power bertambah. Inilah yang membuat seperti ada tambahan power….padahal aslinya jika memakai kem tinggi, performanya ya sama saja segitu….tapi rpm bawah kedodoran…

Bagaimana jika hanya memakai profil kem rendah saja? Otomatis akan percuma juga kubikasi naik 5 cc, karena asupan bbm di rpm atas tidqak tercukupi….power tidak akan jauh dari versi sebelumnya.

Jadi vva itu tugasnya agar mesin bisa bekerja dengan 2 profil kem. Dan peran utamanya membantu performa rpm bawah saat kubikasi bertambah dan buruh profil kem tinggi.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

23 Komentar

  1. Jadi pada akhirnya, VVA ini bukan “fitur gak guna” seperti yg didengungkan someone else dulu itu kan? Ekekekekekek . . .
    Brati yg membantu performa di putaran atas itu SR-VVT nya Suzuki ya? Kan baru aktif setelah putaran tinggi.

  2. kang nanya nih, ada clue ngga kira2 SUzuki di GSXR-250 nanti, bakal pake teknologi SR-VVT intake and exhaust yang elektronik ngga yah? kan 250 ngga masalah kalo cm untuk road legal.

    kan ada tuh patent intake and exhaust SR-VVT electronically-controlled version.

    kl di R-1000 kan “cuma” pake Intake SR-VVT penggerak mekanis agar legal SBK.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*