Setelah Satria FI Dan GSXR150, Whats Next Dari Suzuki?

suzuki
Kopi suzuki
Kopi suzuki

Yola dulur yang budiman….dari obrolan dan diskusi di facebook dengan rekan-rekan tentang motor-motor suzuki, deka tergoda untuk membuatnya jadi artikel. Setelah isi diler suzuki ada address, satria FI, dan sebentar lagi gsxr150 ( abaikan mogenya) setelah itu motor apa yang akan dihadirkan oleh suzuki? Mari kita obrolin bersama.

Bagi diler motor jepang jualan hanya bersenjatakan 3 jenis motor jelas nampak tidak menjanjikan. Di lain sisi, dari berita tentang gsxr150 di media “nampak” meriah tentang kebangkitan suzuki. Sebenarnya ini bisa dipelajari lebih dalam, karena salah membaca, bisa jadi akan salah dalam melangkah.

Untuk diler sendiri, dengan address, satria fi, dan gsxr150 nantinya deka anggap cukup untuk modal jualan. Asalkan fokus dan ada gairah baru. Kalok belum-belum udah nglokor, ngeles dengan alasan senjata kurang bararti ada yang tidak benar dengan marketing mereka. Contohnya saja address…kurang apa dari metik ini? Tapi apakah jualannya udah maksimal? Nah……

Suzuki
Suzuki

Begitu juga dengan satria fi, kencang, nggak boros-boros amat, paling superior di kelasnya…. Jualannya?? Belum lagi nanti ada gsxr150. Menurut opini deka, maksimalkan yang ada dulu. Penambahan jenis motor memang perlu, tapi harus berjenjang, bertahap melihat kondisi suzuki sekarang. Baik itu permodalan, maupun image produk itu sendiri. Image disini bukan soal kualitas atau performa, tapi 1 paket utuh brand image suzuki di mindset publik.

Hal itu dulu yang perlu dibenahi, mengembalikan kepercayaan publik terhadap motor suzuki. Jangan melihat enthusias publik di media maya, karena kadang tidak mewakili kenyataan, abu-abu dan kadang artifisial. Bisa deka kasih contoh kasus R25, pulsar ns, de el el. Yang sekarang enthusias bisa jadi sebagian memang pecinta suzuki. Namun kalok hanya membaca para penggemarnya jelas tidak akan merubah nasib suzuki sendiri. Harus melihat publik secara luas…..dimulai dari penggemarnya dulu tentunya.

Nah…. Untuk itu setelah gsxr150 nanti terbit, suzuki jelas akan bermain dengan versi nakednya yang lebih lebar pasarnya. Dengan 4 produk ini, address, satria fi dan duo gsx, suzuki harus bisa menanamkan mindset suzuki itu seperti apa di benak publik. Setelah dianggap berhasil, bisa melanglah ke penguatan brand image dengan kelas 250 cc, gsxr250 twin silinder dohc, atau bisa motor sport turing gsx-f dengan mesin kembaran inazuma, atau bahkan ditambah bandit 250.

Gsx-s150
Gsx-s150

Atau jika dianggap brand image sangat bagus dan jaringan penjualannya kembali menggeliat dan semangat, bisa saja memanfaatkan common engine 125 untuk motor metiknya. Dan metik disini bukan metik kelas okolnya ahm…. Mending bermain ala yamaha, metik dengan spesifikasi unik yang berbeda dengan address. Metik cukup 2 dulu dengan segmen pasar yang sangat beda.

Setelah itu jangan lupa segmen sempit motor cross, ini juga bisa digunakan oleh suzuki untuk memperluas pasar. Walau sempit, tapi relatif sepi pemain, dan deka dapat bisikan, motor trail suzuki punya nama yang bagus di tiap konunitas.

Setelah itu bisa digunakan mesin common 125 untuk produksi motor laki pekerja sekelas verza, serta bebek harian. Namun di mata deka dua yang terakhir ini opsi belakangan karena motor-motor yang deka sebut lebih dulu punya positioning yang lebih strategis..imho… Kelas bebek semakin terdesak walau prediksi deka tidak ada matinya. Sedangkan motor standard pekerja seperti verza juga sudah lama putus imagenya dari thunder 125 dulu… Lebih sulit dan berat untuk membangkitkan lagi.

axelo
axelo

Jadi mending seperti itu, semua dilakukan bertahap mulai dari yang dianggap paling strategis, kemudian baru ke prioritas setelahnya. Percuma sekarang digelontorkan banyak item produk, tapi ternyata banyak numpuk di gudang diler. Cumak buang-buang invest modal di produksi tapi perputaran seret bahkan macet. Itu sama saja menggali liang kubur pakai backhoe….. Cepet bablassss…koit.

Bagaimanapun ini hanya opini pribadi deka.Belum tentu benar dan tidak harus benar. Hanya tambahan wacana opini, apalagi jika dulur sekalian menambahin lagi di kolom komentar…. Monggo……

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil

15 Komentar

  1. Marketing suzukinya super duper males. Gak ada pergerakannya. Cuman duduk2 aja. Takot kenak panas, kenak abu, dipikir motor suzuki eksklusif kayak mv agusta ya. Contoh marketing honda atau setidaknya yamaha lah. Abu dan panas kawannya. Semangat memperbesar pasar. Lah ini kok ya leyeh2 wae.

  2. FB Laskar Suzuki lagi polling tuh, motor apa lagi yang bisa dibikin? tapi anehnya modalnya mesin 125 cc (dari Eropa?), kalau saya cenderung buat Shogun 125 atau Shogun 150 aja (mesin tegak GSX/Satria series), dengan keunggulan yang tidak ada pada rival2nya seperti varian auto clutch dan bagasi (bebek coyyyy)

    • nah ini ide yang paling masuk akal, brand image shogun masih cukup dikenal dan kuat untuk menghadirkan sosok produk unggulan baru kembali.

      *sampe2 shogun 125 ku saja sudah tak bikin 150 pake seher thunder gara2 lima tahun yang lalu mengidamkan bebek 150cc.

  3. Sebenarnya kalau mau main di kelas bebek 110an tapi dengan produk seperti shogun r dulu pasti bakal sip banget dah, secara musuhnya cuma revo, force sama jupiter jetwan yang saya rasa kualitasnya sekarang ini jelek, yang sangat disayangkan dari suzuki itu kenapa ngeluarin produk sampah macam smash. Inovasi tiada hentinya harus direvisi lagi, masih nunggu fight back dari suzuki. Sampai sekarang masih ngidam arashi yang kondisinya bagus kalo gak ya shogun sp. Entah kenapa gak suka sama yamaha setelah jupiter z burhan dan new vega r dihentikan diganti sama jupiter z lancip dan vega zr yang kualitasnya turun drastis.

    • bisa banget tuh, main di bebek kubikasi kecil 110 dan kubikasi besar 150, selain itu bisa bikin atau masukin scrambler dan japs style bermesin thunder.

  4. Itu sales2 mending dirumahin aja, kalo ngga mau kerja biar orang lain saja yg bekerja. Kerjaannya ngadem melulu di showroom.

    Bikin Matic premium 150 dan kalo bisa bikin matic premium mesin tegak dohc, biar jadi inovasi lg.
    Abis itu saya setuju bikin motor trail, RM dan DR jg kan punya nama besar di medan garuk tanah.
    Untuk merambah kalangan entusias bisa dibikinkan motor retro classic ambil model ky st/tu tapi jgn mahal2 ky estrella.
    Jgn lupa motor 250cc 2silinder bikin 2varian sport dan naked spesifikasi dan fitur harus njengat biar ninja bisa prothol pakde!

  5. kalo bisa mbak susi optimalisasi kapabilitas dan kompetensi marketing dulu, baik SDMnya maupun rancangan konsep dan strateginya, baru bicara produk, sebenarnya dari apa yang pernah atau sudah dimiliki mbak susi itu sangat potensial untuk digali dan dijadikan segmen2 produk unggulan, saia sangat sependapat dengan tulisan artikel ini, tapi sepertinya mbak susi belum punya SDM yang benar2 mumpuni (baca: berkualitas wkwkwkwk) untuk merancang strategi diversifikasi produk dan pemasarannya.

    *apa perlu memanggil sang tenaga ahli Dimas Kanjeng buat menggandakan produk yang menggunakan common platform?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*