Semua Strategi Bisa Terhambat Gara-Gara Sales Diler

suzuki

marketing-simbol

Yola dulur…masih hangat kisah oknum sales dan diler nakal yang dimuat oleh om IWB beberapa hari yang lalu.  Seorang bro mau beli motor R15, namun berhubung ini produk hot, maka diler me-mark up harga seenak udelnya sendiri untuk mengeruk keuntungan. Atau kisah lain dimana diler membolehkan beli asal ninggal DP diluar harga motor….ini baru sedikit dari banyak kasus.

deka sendiri pernah mengalami hal yang nggak enak. Dulu saat deka masih tinggal di Kuningan, ane menyambangi sebuah diler karena ingin membelikan nyonyah sebuah metik. Waktu itu pilihannya adalah mio, namun sayang begitu sampai di depan pintu diler langsung di tanya sama sales, tidak melayani beli cash…. harus kredit… weh… cilaka ane. Dan setelah berembug lagi sama nyonyah akhirnya diputuskan beli si Betty beat bletak dor itu, dan nyonyah juga puas makenya.

merketing icon

Begitu juga testimoni temen yang mau beli motor Ninja, disuruh datang ke diler ama salesnya, nggak mau mendatangi ke rumah. Begitu ketemu di diler, dengan sombongnya sales bilang : ” Kawasaki itu konsumen yang nyari ninja mas, pada datang sendiri…”. Weh kalau sama ane bisa tak sampluk githoke sales itu. Kemaki banget…pantesan kawasaki marketnya segitu-gitu.. lha wong pada kemaki. Masih ingat juga kasus mau beli bajaj pulsar 200ns di diler kawasaki tapi produknya malah dijelek-jelekin??

Nah beberapa contoh kasus di atas dilakukan oleh oknum,bukan semua sales atau diler, tapi itu sudah cukup menciderai sebuah nama brand, karena cerita seperti ini pasti akan menular ke masyarakat, karena yang mengalaminya punya mulut untuk menceritakan yang dialaminya. Apalagi sekarang jaman internet, begitu suatu kejadian di kota kecil diupload, seluruh dunia pada tahu tuh. Menurut mbah dukun Satar, sales seperti ini sudah melanggar hukum utama marketing yaitu melayani konsumen untuk menentukan pilihan secara sadar. jika melanggar, hukumannya cuma satu… PECAT 😀 😀 .

gulf oil

marketing-communication-world-vector-icon-95

Sales atau diler itu ibaratnya sebuah mata tombak, sedangkan kumpeni pabrik adalah pendorong atau sumber tenaga, sedangkan motor adalah batang tumbak itu sendiri.  Sebagus apapun batang tumbak, kalau mata tumbaknya tumpul ya tidak akan kena sasaran, meskipun tenaga penggeraknya besar, akan memerlukan usaha yang besar… tidak efisien. Berbeda dengan mata tombak yang tajam, akan banyak memakan korban, meskipun dengan tenaga yang seadanya dan bentuk batang tumbak  yang biasa saja…ini baru efisien.

ahm lambang

Nah soal ini AHM jagonya…. sales-sales AHM  begitu aktif, bisa saja langsung mendatangi ke rumah potensial buyer. Ane dulu sempet kaget saat pulang ke rumah, diaman harus masuk gang panjang berkelok di sebuah kampung pinngiran lereng Ciremai. Ada brosur motor honda di meja, kata istri tadi ada sales honda datang…. wew…… Banyak juga yang menyebar brosur di perempatan, pawai dengan mobil isi metik honda yang diiringi belasan motor sales sambil sebar brosur…. weh… aktif sekali. Bahkan untuk tinggkat kumpeni pusat, ada divisi khusus untuk mengurusi media umum…. opa ora joss tenan kui bagian marketing dan humasnya dengan H3C-nya…. Pantesan kata tetangga, untuk soal jualan…Honda adalah rajanya…Marketing Magic…. kumpeni lain kudu berguru…. 😀 😀 .

Ini hanya opini blog pinggiran, jika ada kesalahan harap maklum… jika punya opini lainsilahkan dishare saja.

Bonus… Queen……It’s a Kind of Magic

http://www.youtube.com/watch?v=YWf5BLUOhNM

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum