Sembuh Dari Rokok Dengan Vaping…. Apa Bedanya?

suzuki

Yola dulur yang budiman… Tema baru soal vaping. Ya… Ngademin sudah hampir 3 minggu sembuh dari ketergantungan merokok. Gantinya adalah vaping. Terus apa bedanya? Yuk kita bahas.

Sebagian atau bahkan hampir semua publik awam mengatakan bahwa vaping itu sama saja dengan merokok… Sama-sama ngebul. Itu adalah pendapat publik awam. Atau judge dari pihak kesehatan yang mengenal sekilas kemudian ditambah dengan dogma-dogma lama soal perkebulan…. Itu adalah rokok…. Berbahaya.

Sebagai perokok berat sejak tahun 1996, baru kali ini ngademin tidak menyentuh rokok hampir 3 minggu. Sembuh total tanpa tahapan pengurangan frekuensi merokok, atau siksaan sakaw karena berhenti merokok… Semua karena ngademin mengganti langsung dengan ” Personal Vaporizer ” bahasa awamnya ya vaping itu.

Lho kan sama-sama ngebul? Terus apa bedanya dengan rokok?…. Ngademin tidak akan menjawab langsung, namun kita bahas alasan ngademin mengganti rokok dengan vaping.

Sebelum memutuskan vaping, sebagai mantan mahasiswa ( halah… 😁) tentu mencari reverensi sebanyak mungkin tentang vaping. Tidak sekedar mendapat satu dua info tanpa memperbanyak reverensi terus sebar hoax… Eh…. 😁.

Dari istilahnya saja seharusnya sudah paham bedanya roko dengan vaping. Rokok itu menghisap asap hasil pembakaran tembakau atau dengan tambahan lain seperti cengkeh, menyan, cuka, dll kata kuncinya adalah asap. Sedangkan vaping itu dari kata vaporizer… Vapor… kalau diartikan bahasa Indonesia : menguap atau uap. Jadi vaping itu adalah menghisap uap yang dihasilkan oleh alat vaporizer, atau personal vaporizer.

Jadi meskipun sama-sama ngebul, merokok itu menghisap dan menyemburkan asap…. Sedangkan vaping itu menghisap dan menyemburkan uap…. Bedanya asap dengan uap apa? Asap dipastikan mengandung Tar sedangkam uang itu murni cairan dan apa yang terkandung di dalamnya, namun tidak mengandung atau minim Tar.

Disinilah kita salah kaprah tentang bahaya rokok yang dicekokin ke kita sejak jenghis khan belum sunat. 😁. Rokok berbahaya karena mengandung nikotin….. Padahal yang berbahaya itu adalah kandungan Tar nya. Kenapa berbahaya tar daripada nikotin? Kita bahas next kesempatan ya. Paling gampang, nikotin itu dikandung tidak hanya dari tembakau, tapi dari sayur-sayuran, seperti tomat, terong, kentang, kol… Apakah sayuran itu terus berbahaya? Itulah ambiguitas terjadi… Dan ngademin kasih tahu, tubuh kita butuh nikotin untuk reaksi penyerapan di makanan di usus sampai proses metabolisme….. Minuman penambah energi itu mengandung nikotin. Kenapa boleh di minum di sembarang tempat? Lha rokok? Vaping? Didiskriminasi oleh publik…. Padahal sama-sama sumber nikotin….πŸ˜‚πŸ˜‚. Makan sayur-sayuran bareng-bareng sekeluarga? Malah dianjurkan oleh dokter…. Padahal ya ada nikotinnya di situ…😁.

Kembali ke laptop… Jadi perbedaan vaping dengan merokok ya ada di kandungan tar nya itu…. Tapi masih banyak lagi perbedaannya… Vaping itu menghisap uap dari bahan cair yang dipanaskan…. Memang ada kandungan nikotinnya, namun kita bebas memilih kandungan nikotin yang ada di juice/ e liquid sebagai sumber uap… Ada yang zero atau nol, 3 mg, 6 mg, atau 12 mg….

Lha kok banyakan di vape??? Sebentar…… 3 mg itu dikandung di 1 ml juice… Beda dengan roko yang 1,3 mg/ batang. 1 ml juice itu bisa untuk vaping berapa menit? Ini baru kadar nikotinnya…. Sedangkan efek bahaya nikotin masih debatable…. Lha wong dibutuhin tubuh kok… Bahayanya itu ya efek addictif, atau ketergantungannya…. Kecanduan……

Personal vaporizer

Bedanya lagi, vaping itu tidak lepas dari yang namanya taste atau rasa…. Faktor inilah yang membuat ngademin dengan mudah meninggalkan rokok. Jika dulur melakukan vaping dengan benar, maka akan mendapatkan rasa sesuai rasa juice yang dipakai… Ada strawberry, blueberry, mangga, lemon, melon, susu, coklat, ice cream, kopi dan lain sebagainya.

Terus apakah vaping itu berbahaya bagi tubuh, bahaya mana dengan rokok? Kita bahas lain waktu satu per satu ya…. Tentu sesuai dengan reverensi ngademin, serta keilmuan ngademin saat kuliah dulu.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

gulf oil