Ruwetnya Perjenjangan Metik Suzuki

suzuki

Yola dulur yang budiman… meskipun oldfans suzuki, ngademin tetap tidak bisa meninggalkan sifat nyinyir untuk pabrikan dengan lambang S ini. Semua demi kebaikan, semua karena rasa suka dan jalinan pertemanan dengan rekan-rekan yang ada hubungannya dengan pabrikan suzuki. Kali ini, segmen metik menjadi sasaran nyinyir. Ruwetnya perjenjangan metik suzuki.

Maksudnya bagaimana? kepriben? piye? Begini….. saat ini suzuki hanya mempunyai metik 1 jenis… walaupun ada dua, NexII dan Address… namun dua metik ini menyasar di segmen yang sama…. hanya beda selera dan sedikit uang lebih untuk address. Selain itu? sama saja….. baik mesin, ban, dan lain-lain…. masih kelas 115 ( 110 ) air cooled. Sedangkan para kompetitor sudah berjubal jenis metik yang mereka jual, dari 110, 125, sampai 150 cc.

Sebenarnya suzuki masih punya harta metik 125 cc, karena pada hakikatnya, suzuki main metik dimulai dari 125 cc, spin, skywave, skydrive dll. Namun pasar sudah bergeser di selera 125 cc. Ngademin memakai istilah kelas high entry level… kelas entry level kelas atas, sebelum jenjang ke kelas medium 150 cc, kemudian High kelas 250 cc.

Kelas meti 125 cc sekarang dianggap sebagai metik yang lebih tinggi dibandingkan metik 110 cc jika tehnologinya minimal sudah ” Liquid Cooled “, bukan air cooled. faktanya mio M3 125 cc tetap dianggap kelas entry level. Jika suzuki memainkan metik 125 cc air cooled mereka sperti skywave, hayate, swish, burgman street…. Ini sama saja dianggap kelas entry level, karena belum ada ” radiatornya “. Jika memaksakan bermain di range harga metik 125 cc ( walaupun termurah ), maka akan ditertawakan oleh publik. Metik 125 cc paling ketinggalan jaman…. Inilah republik biker Indonesia yang punya selera Ningrat……

Masalahnya, suzuki tidak punya stok metik 125 cc liquid cooled…. Ada… tapi minta ampun mahalnya…. BURGMAN 125 CC. Jika burgman 125 cc ( bukan burgman street india ) dilokalkan untuk mengejar harga lokal 125 cc…… mampukah menekan cost produksi…. khususnya para vendor? Bagaimanapun burgman adalah metik flagship suzuki…….. makanya harganya mahal… Apalagi CBU…. ruwet bukan???

Bagaimana dengan supermetik suzuki? katakanlah metik 150cc…. Ini juga ruwet…. Its okelah, proyeknya ( rumor sepoi-sepoi ) ada…. namun kembali lagi… mesinnya ada kaga???? Secara mesin metik 150 cc suzuki belum ada…. yang liquid cooled ya….. Apalagi sekarang banyak sekali inovasi yang dijual oleh kompetitor, entah sekedar gimmick atau berfungsi nyata seperti VVA, ACG,… Suzuki???? memaksakan mesin polosan, terlepas dari keunggulan mesin suzuki sendiri, akan dicap sebagai mesin jadoel….

Keruwetan perjenjangan kelas metik suzuki ini sepertinya memang patognomonik suzuki… bukan indonesia, namun global alias di jepang sana. Penyebabnya adalah kelambanan peengembangan mesin baru. makanya mesin motor suzuki bertahan bertahun-tahun tanpa sentuhan pembaharuan.

Burgman-400

Lah… bukannya tinggal bikin mesin metik baru yang liquid cooled masalah kelar? Ya memang solusinya itu… tapi bikin mesin all new itu tidak seperti bikin tempe…. pagi kedelai besoknya jadi tempe. Perlu waktu riset dan trial beribu-ribu km….. minimal 2-3 tahun.

Bagaimana dengan solusi versi ngademin? kita bahas next artikel… kuncinya di burgman itu sendiri, dan GSX150 series… Loh?… ngga usah loh… kita bahas nanti aja…. 😀 😀

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil