Review Gulf Superfleet+Minyak Jarak 5000 KM Di Suzuki Skywave

Gulf superfleet + castor oil 9%
suzuki

Yola dulur yang budiman….jika dulur mengikuti blog ini maka akan ingat jika ngadimin sedang menguji daya tahan oli diesel gulf superfleet sae 15-40 yang dicampur dengan minyak jarak sebagai additive. Minggu yang lalu sudah mencapai jarak lebih dari 5000 km. Mari kita review bersama.

Saat penggantian oli, sebenarnya performa mesin belum ada perubahan, suara masih normal, tarikan masih normal, vibrasi juga masih normal. Kenapa diganti? Ya karena ingin direview saja.

Yang pertama ingin diketahui adalah kadar penguapan oli. Seberapa banyak oli yang menguap selama masa pakai 5000 km? Setelah ditap dan ditampung ke bak oli, kemudian ngadimin masukkan ke botol bekas oli 1 literan. Dan hasilnya, masih lebih dari 1 liter Lur, itupun di bak oli masih ada sisa sedikit. Kenapa lebih dari 1 liter? Karena ngadimin mengisi oli sisiwi sebanyak 1 liter oli+ minyak jarak 100 ml, jadi total 1100 ml.

Ini menunjukkan bahwa oli gulf superfleet 15-40 masih toleran noack volatilnya untuk menggantikan oli bawaan skywave yang punya spek sae 20-50…. Bonus lebih encer olinya, sehingga tarikan lebih enteng. Bisa juga karena adanya minyak jarak yang punya karakter menempel kuat di dinding mesin membuat friksi lebih minim saat start. Dan karakter boundary lubrication melengkapi karakter oli diesel yang hidrodinamic lubrication… Entah lah…ini sekedar hipotesa.

Kemudian yang paling mengganggu pikiran ngadimin adalah soal pembentukan gum atau lapisan sejenis plastik yang dihasilkan oleh minyak jarak saat terjadi pemanasan diatas 250°c. Walaupun sebelum dicampurkan sudah dilakukan deguminasi sederhana, tapi pertanyaan itu tetap hadir.

Untuk mengetahui secara pasti, ya melalui bongkar mesin. Tapi mosok harus turun mesin? Ngadimin bukan tipikal pemurah, korban motor untuk pembuktian bagi pembaca… :mrgreen:  maaf terlalu jujur ya. Untuk sementara, pengecekan pembentukan gum ngadimin indikasikan dari kotoran di filter oli. Beruntung semua motor suzuki menggunakan filter oli, bukan hanya stainer.

gulf oil

Setelah dicek, filter oli yang masa pakainya selama 12.000 km bisa dilihat gambar diatas. Tidak terlalu banyak kotoran kasar, tidak terlihat lendir gum, tidak terlihat butiran logam. Hanya nampak lebih gelap warnanya, menandakan hasil saringan additive oli yang terbakar menjadi lebih hitam.

Jarak tempuh 5000 km juga ngadimin anggap cukup bukti bahwa minyak jarak mau diajak longdrain. Padahal tingkat oksidasi minyak jarak kurang stabil dibandingkan oli. Kenapa kok bisa 5000 km? Keberadaan additive oli adalah jawabannya. Minyak jarak kurang tahan oksidasinya jika berdiri tunggal. Saat dicampur dengan oli mesin, disitu kan ada additive salah satunya anti oksidan. Jadi minyak jaraknya “numpang” ikut memakai antioksidan.

Soal gum ini, ngadimin juga amati dari dinding cranckcase bagian filter oli, jika ada lendir atau getah, atau lapisan seperti plastik, maka terjadi pembentukan gum. Dan hasilnya, masih cukup bersih, hanya noda-noda oli bekas yang menempel. Kok menempel sih? Memang sifatnya minyak jarak menempel kuat di permukaan logam. Jadi ya wajar.

Namun bagaimanapun, kalau belum buka daleman cranckcase mesin kok belum puas gitu….Nanti lah, jika ganti piston atau blok sekalian. Maklum semenjak dihidupkan kembali dari bangkai gudang dulu, sebenarnya blok mesin sudah minta ganti karena sudah oblak sekian micro meter.

Dan kini kembali menggunakan oli campur minyak jarak 7% . Jadi sudah 3 siklus penggantian oli, sisiwi menggunakan minyak jarak untuk campuran oli mesin.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

4 Komentar

Leave a Reply