Prihatin Dengan Sikap Orang Tua Yang Membolehkan Anak Belum Umur Naik Motor

suzuki

Yola dulur…. Setelah membaca pengakuan seorang pelajar SMP yang sudah dibolehkan oleh ortunya, ane kok jadi ikutan prihatin. Diberitakan oleh detikoto yang berhasil mewawancarai seorang pelajar SMP yang sedang mengendarai motor untuk berangkat ke sekolah di tengah keramaian jalan ibukota.

biker ilegal
biker ilegal

Pelajar yang secara hukum belum cukup umur untuk mengendarai motor kalau dlihat sangatlah banyak. Tidak hanya di Ibu Kota, namun di daerah-daerahpun akan mudah ditemui. Pelajar dengan seragam biru putih melintas menggunakan motor untuk berangkat sekolah.Meskipun pihak sekolah ada yang melarang muridnya menggunakan motor untuk berangkat ke sekolah, namun banyak yang main belakang dengan menitipkannya sebelum sampai sekolahan. Inilah yang menyulitkan kontrol oleh sekolah. Disini peran orang tua-lah yang jauh lebih penting.

Yang membelikan motor adalah orang tua si anak. Dengan membelikan atau membolehkan si anak untuk menggunakan motor untuk aktifitas belajar, sama saja si ortu mengajari anak untuk melanggar hukum. Lebih parah lagi ortu membolehkan si anak untuk beresiko menemui aral bahaya di jalan. Anak SMP atau umur antara 13-18 tahun adalah masa perubahan hormon besar-besaran. Anak seusia itu sedang mengalami fase perubahan yang labil. Antara Rasio logika dengan emosi belum nyambung. Menurut peneliti, otak kanan dan otak kiri belum terbentuk jembatan yang sempurna.

kecelakaan pelajar

Dengan kondisi mental yang labil seperti itu, sangat berbahaya untuk si anak mengendarai kendaraan di jalan umum. Jalan raya itu berisi ribuan orang dengan karakter yang berbeda-beda. Bisa dibayangkan jika si anak nanggung ini sedang terpancing emosinya…. Rasio logika bisa dikesampingkan, hanya untuk mencapai target sepele… Biar nampak jagoan…..namun mempertaruhkan nyawa dan harta ( motor ). Kasus nyata sudah banyak…..

Di sini bimbingan ortu sangat tegas dibutuhkan. Ketegasan untuk berkata “tidak” untuk si anak mengendarai motor. Mereka ingin naik motor itu sebagian besar karena faktor krisis kepercayaan, seperti dibahas di artikel sini. Menasehati anak bahwa naik motor itu ada waktunya sendiri itu wajib.

parental guidance
parental guidance

Deka bukannya munafik, waktu SMP dulu juga ingin naik motor, namun sama ortu hanya dibolehkan naik motor jarak dekat keliling kampung untuk sekedar belajar. Itupun dipilih motor yang lemot…. Bebek suzuki family 85 cc cmiiw…. ( Ada yang ingat? ). Baru SMA atau diperbolehkan uji sim deka diperbolehkan memakai motor jarak jauh. Itupun harus minta ijin dulu.

Tapi ternyata sikap ortu seperti itulah yang benar. Membimbing anak agar sesuai dengan umurnya. Bukan dengan alasan sayang anak maka segala keinginan dipenuhi. Apalagi sikap cuex, nggak mau tahu kondisi anak, sibuk dengan mencari materi… Baru ketika si anak pindah alam, si ortu merasa menyesal… Bagaimanapun bimbingan ortu di sini kuncinya…. Parental Guidance….

Bonus : Judas Priest…..Parental Guidance… Prist Live 1986….

http://www.youtube.com/watch?v=B_5PMyOMxmY

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum

gulf oil