Preview Motogp Aragon : Marquez Dominan? Ah… Joan Mir Akankah Mekar?

suzuki

Saat melihat dan mengikuti proses  2 hari pre race motogp seri Aragon, ngademin berada diantara keengganan dan penasaran dengan jalannya balapan. Ngga akan jauh dari marquez, namun seorang bocah, Joan Mir mungkin akan mekar.

Enggan, karena sebagai fans suzuki, ngademin ingin melihat alex rins bisa start minimal 2nd row atau minimal grid ke 6. Agar bisa bersaing berebut podium. Tapi justru malah tidak lolos Q2. Bukan masalah motor suzuki GSXRR yang kurang cepat, tapi sepertinya ada kesalahan dari diri Rins. Joan Mir saja bisa grid 9 kok.

Keengganan yang lain, karena pemenangnya sudah ketebak… Marquez. Setelah FP1, doi sepertinya hanya bermain-main karena settingan sudah dapat. Bahkan sisanya untuk eksperimen ban saja. Saat qualifikasi, jadi pole… Nanti saat balap, melesat terdepan dan selesai sudah tontonan. Kecuali bagi fans Marquez…. 

Namun ada hal yang juga membuat penasaran. Ada pembalap yang menarik perhatian ngademin saat di moto3 dulu. Tepatnya 2 pembalap beda angkatan. Joan mir dan alex rins. Dan keduanya gabung dalam satu team… Suzuki…. Jadilah ngademin sangat bahagia 😁. Namun kita letakkan dulu Rins. Mari kita obrolkan joan mir.

Setidaknya ada 2 artikel yang membahas Mir. Silahkan ubeg-ubeg sendiri. Disitu ngademin memuji tipikal pembalap pemula seperti mir. Dia sangat bertalenta dan unik. Gaya balapnya komplit, tidak spesifik satu pembalap rujukan. Nyalinya besar, namun sangat-sangat perhitungan. Analisator sejati. Cuman belum matang.

Di seri ini Mir nampak berkembang. Setelah cidera parah, minggu yang lalu membalap di misano dan langsung 10 besar. Tak nampak trauma pasca crash besar yang membuatnya cidera. Ini sebuah nyali besar. Kemudian sangat stabil saat pre racing seri Aragon kali ini. Selalu 10 besar.

Ah… Apa hebatnya? Nyatanya quartararo jauh lebih hebat posisinya dibandingkan Mir. Jika anda melihat dari capaian posisi dan poin, anda benar… Absolutely benar. Namun dari sudut pandang proses dan penggemblengan, joan Mir lebih menarik. Quartararo posisinya dalam team sangat bebas… Tanpa beban, punya bakat luar biasa, tak heran seperti cepat matang… Ibarat pisang, tinggal dikarbit, 3 hari langsung layak makan… Matang.

Berbeda dengan Mir. Bocah ini punya bakat unik, namun butuh proses bertahap dan berjenjang. Demikian pula didikan ala suzuki… Sama seperti itu. Ingat, target Mir musim ini adalah 20 detik dibawah sang pemenang. Dan sebagian besar tercapai.

Di aragon kali ini, progresnya nampak kelihatan. Start dari urutan 9. Jika Mir sampai finish urutan 7-5, ngademin akan cukup bahagia. Karena menunjukkan bahwa penggodogan Mir di suzuki progres positif. Dan ngademin punya feeling so good.

Itulah yang membuat penasaran. Akankan Mir bisa mendobrak angka 5 kali ini?? Sungguh-sungguh sangat menarik.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply