Pertalite Akan Menggantikan Premium Yang Akan Dihilangkan?

suzuki

wp-1475066753740.jpg

Yola dulur yang budiman…. ┬ámendapatkan kiriman gambar berita tabloid motorplus yang dikirim oleh bro dede yusup, deka jadi ingat dugaan pribadi saat pertalite awal-awal hadir. Jujur deka ngga membaca berita dari motorplus tersebut, namun ini murni opini deka pribadi kalok adanya pertalite akan menggantikan premium.

Sebelumnya, premium sendiri merupakan beban tersendiri bagi pemerintah karena bentuknya yang subsidi. Pemerintah sudah berkali-kali mengusahakan agar konsumen berpindah ke bbm pertamax dengan berbagai macam kampanye. Tapi semua tak mempan karena publik menganggap premium harganya murah. Padahal dengan oktan 88 tidak sehat bagi mesin-mesin dengan kompresi meain di atas 9. Keberadaan premium sendiri sampai mempengaruhi kebijakan pabrikan motor dalam menghadirkan produknya. Jelas-jelas kompresi tinggi tapi dikasih embel-embel premium ready…. Biar tetap dilirik publik.

Sampai pada waktunya pemerintahan dipegang oleh pak jokowi. Di pemerintahan era ini juga mereka ingin subsidi premium jauh berkurang, sehingga beban subsidi yang persentasenya masih banyak dinikmati oleh golongan berkecukupan berkurang signifikan. Premium sendiri menjadi beban pertamina untuk beberapa kasus, karena kadang kita impor minyak jadi yang aslinya ron 92, sekelas pertamax tapi harus diolah lagi menjadi ron 88. Sudah mengeluarkan biaya tambahan, jualnya disubsidi pula…..

Kali ini strateginya dirubah, bukannya menghilangkan premium secara langsung. Tapi diberikan opsi bbm alternatif dengan oktan lebih baik, yaitu pertalite ron 90. Lebih baik dari premium tapi harga ngga setinggi pertamax. Dengan adanya pertalite yang selisihnya hanya sekitar 350-500 rupiah per liter, mulai banyak yang mencoba. Dan setelah merasakan kalok pakai bbm oktan lebih tinggi itu ternyata lebih enak dan keiritannya nambah, maka sebagian mulai mengkonsumsi pertalite dan meninggalkan premium.

Karakter kita kan kalok belum membuktikan sendiri maka akan selalu bs rpm kan pada opini sebelumnya. Mau dikasih alasan, logika seilmiah apapun, kalok belum membuktikan sendiri maka akan dicibir dan “disulayani”… Helleehhhh…. Nah setelah pertalite terbukti lebih bermanfaat dan premium mulai ditinggalkan, maka logikanya premium akan hilang dengan sendirinya.

ilustrasi
ilustrasi

Dengan hilangnya hilangnya premium maka beban subsidi selesai, publik mendapatkan bbm dengan kualitas yang lebih baik. Bagaimana dengan pertamax plus? Dengan kasus yang sama yaitu adanya pertamax turbo, kemungkian besar ya idem. Alasannya apa? Bukannya pertamax plus tidak disubsidi? Nah kalok ini agak beda alasannya, kemungkinan agar disparitas produk dan harga bisa beda dengan pertamax ron 92 lebih signifikan. Jadi kemungkinan besar nantinya akan ada 3 jenis bbm, pertalite, pertamax, dan pertamax turbo. Ada opini lain? Silahkan share saja di kolom komentar.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil

6 Komentar

  1. hal ini kn sdah direncanakan dr awal. emang pmrintah kiblatnya liberal kok. rakyat sndri saja dibilang membebani. la gmn minyak indonesia dikuasai asing 85% kn pertamina cm kebagian 15% aja itu sumur tua yg krang produktif. blum lg peran mafia migas… selama sistemnya msih demo kera si tetap rakyat yg jd kprban…. demo kera si=dr rakyat oleh pemerintah untuk pengusaha. khilafah lah solusi dr smua ni…. tegaknya khilafah hanya mslh waktu… janji Alloh,bisyarah Nabi itu pasti!!!!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*