Percuma DOHC Kalau Kualitas Bahan Part Kurang

suzuki

Yola dulur yang budiman….. Setelah mengulas perbedaan mesin dengan sistem single cam atau SOHC dan twin cam atau DOHC, serta hubungannya dengan bore x stroke, kini kita bahas hubungannya dengan kualitas bahan baku. Percuma mengusung sistem twincam, tapi kualitas bahan lebih buruk dari mesin single cam.

DOHC direct tapped / origin
DOHC direct tapped / origin

Agar tidak muncul pertanyaan basi, silahkan cek artikel-artikel berikut ini dulu, sebelum menginjak bahasan sekarang.

DOHC VS SOHC Di Kelas 150 CC

Memahami DOHC Secara Sederhana….. Seperti Obat Kuat

Menguak Rahasia “DOHC Abal-Abal” : Seperti Minum CTM Biar Tidur

Efek Utama Yang Paling Terasa DOHC CB150SF Adalah….

gulf oil

Kalau mengikuti artikel deka, maka bisa diambil kesimpulan bahwa konfigurasi twincam atau dohc paling terasa itu saat mesin main di rpm atas. Kerja mesin aken lebih ringan dibandingkan single cam. Mesin lebih anteng saat main rpm tinggi, sehingga mesin terasa padat saat main atas. Namun itu semua dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Disini kita harus sepakat dulu, bahwa mesin sohc dan dohc punya profil bore x stroke yang sama, tanpa tehnologi bantuan lain ( seperti variable valve, balancer, antifriksi, etc ) dan kualitas bahan part yang sama pula. Kalau 3 parameternya sama, maka kelebihan konfigurasi dohc akan muncul. Ini sudah menjadi hukum dasar kalau 2 cam membuat kerja klep lebih presisi di rpm atas.

Jika kualitas bahan part mesin dohc dibawah mesin sohc, maka keunggulan mesin dohc tidak muncul ( aman main rpm tinggi ). Atau kalaupun muncul, menjadi semu…. Awalnya terasa keunggulannya, tapi setelah itu muncul gejala-gejala anomali seperti gampang aus, bunyi aneh dari dalam mesin, atau gampang rusak/rewel.

Begitu juga dengan mesin sohc, jika kualitas part bagus, bukan tidak mungkin performa melebihi mesin dohc. Syaratnya ada inovasi di bagian lain. Jadi jangan heran saat di arena balap, mesin sohc mengungguli dohc… Udah runyam tuh mbicarain kualitas bahan part-nya, udah pakai logam eksotis seperti titanium, ( adamantium ada ngga sih? 😀 ), aloy, sistem cooler tingkat dewa, anti friksi level wahid.

ilustrasi
ilustrasi

Perbedaan kualitas bahan part tiap merk motor walau di sisi lain punya kelebihan tehnologi terjadi karena beberapa hal. Yang pertama jelas sejauh mana pabrikan mengeruk untung. Yang ke-2 pabrikan main di range harga yang sama dengan kompetitor, jadi agar penambahan tehnologi tidak menambah beban cost, maka downgrade di sisi lain. Dan yang ke -3, divisi cost produksi. Tiap insinyur pabrikan motor bisa saja bikin motor kualitas dewa, tapi ada pagar yang membatis itu, divisi cost produksi.

Kalau sudah bilang mau mesin dengan cost sekian, tapi konfigurasinya itu, tehnologinya eta…. Bikin mumet insinyur juga tuh… Akhirnya mengorbankan idealisme mereka dengan cara downgrade kualitas.

Jadi melihat mesin motor iti harus melihat 1 paket menyeluruh…. Bukan sekedar melihat dari 1 sisi pendekatan tehnologi saja. Bukan hal yang aneh bagi pabrikan, kalau mereka selalu menjual tehnologi yang tersemat di motor walau cuma 1 jenis untuk gimmick jualan. Bahkan sekedar shroud aja dijaiin gimmick dan diberi nama. Apalagi sistem cam……

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum