Perbedaan SCEM Dan Diasil, Unggul Mana?

pleci
suzuki

Yola dulur….ini merupakan artikel lanjutan dari tulisan tentang plus minus 3 macam blok silinder. Namun yang dibahas akan lebih spesifik antara SCEM yang mewakili coated sleeve dan diasil. Diantara keduanya mana yang lebih baik? Yuk kita obrolin bareng-bareng. Ingat, pengetahuan deka juga terbatas, silahkan saja dilengkapi jika ada sumber baru.

coated sleeve, plated sleeve
coated sleeve, plated sleeve

Kenapa deka memilih SCEM sebagai wakil dari liner berpelapis? Karena scem milik suzuki ini yang paling tenar dan paling banyak dipakai di motor kelas produksi di marih. Seperti yang kita ketahui bersama dari artikel yang lalu, scem itu cara pendekatannya seperti lainnya coated sleeve yaitu melapisi liner baja dengan silicon atau disebut Nikasil ( Nickel Carbid Silicon ).Pembuatannya minimal melalui tiga tahapan, yaitu bikin liner baja, kemudian dilapisi dengan nikasil, kemudian baru digabung dengan alumunium blok mesin. Jadi scem itu ada 3 lapisan, silicon-sleeve baja-alumunium. Tujuan pelapisan silicon di liner ini bertujuan agar friksi dari ring piston dan liner menjadi licin keras, sehingga bisa digunakan piston yang lebih ringan, tujuannya agar kinerja juga lebih ringan. Dengan friksi yang kecil maka panas yang dihasilkan bisa dikurangi. Namun keberadaan sleeve dari baja inilah sisi negatif dari nikasil silinder, karena daya hantar panasnya hanya 1/3 alumunium.

diasi lsilinder
diasi lsilinder

Sedangkan diasil ini pendekatannya berbeda dibandingkan nikasil. Pembuatannya dalam bentuk die casting, atau campur langsung antara silicon an alumunium… Bingung?? Gampangnya gini lur, diibaratkan membuat wafer coklat, maka
– Nikasil : membuat wafernya dulu baru dilapisi coklat.
– Diasil : adonan wafer dan coklat dicampur, setelah matang, diproses lagi agar ada konsentrasi lebih coklatnya di permukaan.

Dengan pencampuran alumunium dengan silicon inilah yang membuat diasil tidak butuh liner baja lagi…. Jadi blok mesin murni alumunium aloy yang ringan namun sangat keras, melebihi baja itu sendiri. Blok diasil, dari luar sampai dalam adalah aluminium. Kenapa langkah ini strategis? Keuntungan daya hantar panasnya itulah yang diambil, sedangkan anti friksinya diambil alih oleh konsentrasi silicon dipermukaan. Keuntungan yang lainnya adalah bobot mesin lebih ringan karena dari alumunium, dan piston bisa dibuat seringan mungkin…. Yolaaaa muncul forged piston.

Nah dengan pendekatan pembuatan yang berbeda ini mana yang lebih baik? Apakah scem atau nikasil karena daya hantar panasnya dibawah diasil membuat inferior? Well…dalam mesin itu tidak berdiri tunggal, ada sistem lain yang mendukung kinerja mesin. Ini bisa diakali dengan pembuatan spiny sleeve yang keuntungannya ane tulis di artikel ini lur. Selain itu bisa digunakan offset crankcase serta sistem pendinginan radiator yang mumpuni…. Semua bisa mengatasi masalah panas tersebut.

proses diasil
proses diasil

Dengan keunggulan di penghantar panas itulah silinder diasil bisa mengambil keuntungan dengan biaya lebih murah namun hasil yang dicapai sama. Dengan biaya murah inilah diasil silinder bisa diaplikasikan ke motor entry level. Apalagi dikombinasikan dengan tehnologi yang sama seperti offset crankcase, spiny sleeve, radiator mumpuni…..

So… Target akhir kedua jenis silinder ini adalah sama saja, yaitu anti fiksi, transfer panas bagus, part piston ringan, daya tahan mumpuni. Mana yang paling bagus adalah hasil akhir motor dengan paketan semua itu…..silinder dengan nikasil plus sistem pendingin advance, offset silinder, spiny sleeve lebih bagus dibandingkan diasil silinder yang berdiri tunggal. Begitu juga sebaliknya dengan diasil plus-plus dibandingkan nikasil yang berdiri tunggal….

Keunggulan mutlak diasil silinder adalah bobot lebih ringan, daya hantar panas paling baik dan biayanya lebih murah……Yang pasti keduanya lebih baik dibandingkan cast steel sleeve konvensional….

Bonus… Power Metal…. Angkara

http://www.youtube.com/watch?v=p6OsISL0-kA

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil

27 Komentar

        • yolah memang cakak aos dari iyo lah…. yola itu kata slengekan. dulu temen ane yg pertama melafalkannya sebagai kata sapa identitas versinya. kenapa yg dipilih yola…krn pacarnya bernama yuli…..sering buat lelucon dg pelafalan yolai….akhirnya dibuat kata yola….. 😀

  1. ooohhh…..pantesan silinder DiAsil MX & Vixion sistem pendinginannya hanya terkonsentrasi pada area kepala silinder dan samping ruang bakar/atap piston, sedangkan area blok silinder gak ada water jacketnya seperti umumnya, keknya Emang Yamaha udah PD klo itu udah cukup buat mendinginkan engine yak?!!!!

  2. tapi kenapa diasil cyinder+forged piston yamaha motornya banyak yg ngebul contoh jupiter mx vixion…okelah piston+blok mantep tp kruk as+bearing yamaha paling buruk kualitasnya…bearing stang seher rusak berantakan dah tuh mesin sekuat apapun diasil+forged piston….

    • Ngebul itu ada beberapa sebab.
      1. Ring piston aus
      2. Liner aus
      3. Seal klep aus

      Ngebul tidak harus nyalahin liner atau piston mulu. Apalagi kemakan omongan fansboy merk tertentu. Kok forged piston + diasil cylinder cepet ngebul?
      Eitss… liat dulu kondisi ring piston, liner dan seal klep.
      Kalo liner baret udah pantes ngebul, kalo ring piston aus udah pantes ngebul, kalo seal klep aus udah pantes ngebul.
      piston baret belum tentu ngebul kalo ringnya masih bagus.
      jadi jangan nyalahin diasil sama forged piston mentah-mentah kemakan omongan fansboy. Karena diantara keduanya memang ada celah (clearance, gap) yang kerja keras nahan kompresi dari atas, nahan dan menyapu oli dari bawah adalah ring piston.

  3. Disini hy bicara tentang diasil dan scem…. Blok silinder, bukan mesin secara keseluruhan. Kalau kasus ngebul, mesin rontok itu banyak faktornya seperti cara pakai, modif, oli, dll bro

  4. krna kebiasaan yamaha limiternya mepet dngn speed piston broh sdngkan stroke yamaha rata2 lebih panjang jdi limit speed piston jadi lebih cepat tercapai, sekuat dinding silinder klw standartan klw sering lebih dri 21 m/s lebih mudah aus

  5. karena ring piston NVL bahannya lebih rendah kualitasnya ketimbang OV, jadi meskipun silinder udah DiAsil dan piston udah forged tetep aja ngebul klo ring pistonnya jelek. atau jangan2 Yamaha sendiri mengurangi kualitas material pada silinder blok DiAsil NVL demi efisiensi cost production & profit lebih, who knows??!

  6. Almdlh..OVI si biru dah +7th blum ganti blok..cukup ganti ring piston..
    Mnrtku motor awet trgantung perawatan n cara bawa mtr tsb..
    kl dapet mtr yg ada kesalahan perakitan/cacat … ya apes namany

  7. dr apa yg sudah sering saya perbaiki dg cara sy shock dg boring baja, gara2 byk pernyataan diasyl itu anti gores, ini salah besar shg disangka tdk bisa trgores/baret, mngkn yg tepat diasyl lbh tahan gesek drpd silinder biasa yg brarti diasyl masih bisa gores jg cuma lbh tahan saja.

    • benar….. diasil maupun scem bisa tergores…..meskipun sudah memakai antigores. gampangnya spt layar lcd yang memakai antigores, kalau gesekannya parah ya tetap tergore jg nantinya

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Kenapa Silinder SCEM Dan Diasil Silinder Tidak Recomended Di Kolter? | 78deka
  2. Nikasil Silinder CBR250RR Obat Pintar FBH Ortodox | 78deka

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*