Perawatan GSX150 Series Dan Satria Yang Sepele dan Sering Terlupakan

suzuki

Yola dulur yang budiman…..khususnya bagi yang memelihara motor kopling suzuki, seringnya melupakan salah satu perawatan sepele namun jika tidak dilakukan maka akan terasa sekali efeknya. Apakah itu? Yuk kita obrolin bersama.

Ah…boro-boro servis hal kecil, servis besar saja, dari pengamatan ngadimin tentang habit penggemar motor suzuki adalah suka teledor merawat motor mereka. Rata-rata ngomong, ” motor suzuki awet, ngga perlu perawatan terlalu rutin”. Betul memang, tapi seawet-awetnya motor, itu terbuat dari logam yang tidak bisa meregenerasi diri. Bisanya cumak aus tidak bisa memulihkan diri.

Makanya perawatan itu sangat penting. Jika emang dasarnya sudah motor awet ditambah perawatan rutin maka dampak utama yang diperoleh adalah motor tidak akan rewel saat dipakai, dan masa pakai jauh lebih panjang. Ujungnya, biaya penggantian part akan minim dan lebih hemat di kantong. Atau ada hal yang lebih penting lagi, bayangkan saja saat riding luar kota, tiba-tiba part bermasalah sehingga motor ga bisa jalan. Padahal kita tahu part suzuki lebih terbatas ketersediaanya di bengkel pinggir jalan.

Itulah pentingnya perawatan rutin. Mencegah kerusakan dan mempertahankan motor dalam keadaan maksimal. Kan enak kalok naik motor dalam keadaan nyaris sempurna performanya.

Nah, selain ada perawatan umum seperti servis tune-up, ganti part fast moving, ada hal sepele yang sering dilupakan oleh pengguna motor kopling suzuki seperti satria dan gsx150. Apa itu? Yaitu perawatan kabel kopling. Rata-rata saat ngadimin coba nekan kopling motor-motor satria dan gsx yang sudah lewat servis 1 kali, kopling terasa keras. Ini kalok boleh menduga penyebabnya adalah karena konstruksinya yang model tekuk menggunakan pipa logam di pangkal kabel sebelum tuas. Secara visual memang membuat sektor setang menjadi rapi jali, tidak nampak kabel “pating slampir”.

Tapi karena posisinya yang langsung nekuk itulah jika kabel dalamnya kering, maka tuas akan terasa lebih keras saat ditekan. Menekan kopling menjadi kurang nyaman dan lebih mudah bikin pegel jari-jari tangan. Dan yang lebih apesnya,mempercepat umur kabel karena akan putus.

Naah…rawatlah kabel kopling dengan cara pelumasan kabel. Lakukan saat servis rutin. Mintalah tehnisi melumasi kabel kopling saat servis. Tapi sangat jarang yang melakukannya secara sempurna. Kenapa? Karena memang tidak ada SOP nya. Ah…sukur-sukur dapat tehnisi yang baik hati.

Itulah kenapa pelumasan kabel kopling dilakukan sendiri. Selain lebih sempurna, juga bermanfaat menguatkan ikatan kita dengan motor. Bagaimana caranya? Next artikel ya….

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

6 Komentar

Leave a Reply