Penyebab Utama Suzuki GSXRR Belum Jadi Motor Kelas Podium

suzuki

Meskipun motogp masih menyisakan satu seri lagi, namun ngademin akan memberikan konklusi. Penyebab suzuki gsxrr belum menjadi motor kelas podium.

Sebenarnya pasca seri san marino kemarin, ngademin sudah ” menyerah ” untuk mengharap alex rins menjadi kontender pemenang seri. Meskipun selalu menonton jalannya balapan, namun hanya untuk melihat perkembangan Joan Mir, dan aksi overtake rins untuk meraih finish melompat dari posisi startnya.

Lho, bukannya rins 2 kali juara musim ini? Bukannya dia beberapa kali podium? Berarti motornya kelas podium dong? Kalau dilihat awal musim sih, kelihatannya seperti itu. Namun ingat, semua team juga terus berkembang seiring jalannya musim. Hasil bagus Alex Rins juga diraih pada saat yang benar-benar semua faktor mendukung. Layout sirkuit yang tradisional, sehingga potensi motor suzuki gsxrr maksimal. Masalahnya, tidak semua sirkuit seperti itu.

Kemudian ada hal utama, dimana alex rins sangat susah untuk meraih boro-boro juara, kelas podium pun empot-empotan. Alex Rins harus mengendarai sampai limit suzuki gsxrr, untuk sekedar podium 3. Jika dulur jeli, maka dulur akan melihat fakta bahwa team suzuki ecstar sangat kesusahan untuk mengisi row terdepan saat race. Dan itu, faktor yang fundamental untuk menjadi juara seri di balap motor modern sekarang.

Meskipun alex rins punya tipe Sunday racer, namun tetap akan susah meraih podium dari grid 10, 11, 12. Mentok finish di 6, 5, 4. Tehnologi motor sekarang sudah dalam taraf 0,1 s menjadi faktor pembeda. Percuma skill level dewa, tapi ada pembeda 0,5 detik di sektor motor. Dan inilah penyebab motor suzuki gsxrr belum menjadi motor kelas podium. Masih terpaut 0,5-0,8 detik dari pole position.

Penyebabnya adalah : Suzuki GSXRR belum mempunyai ” faktor pembunuh “. Kalau dalam dunia tinju, tidak punya ” killing punch “. Pandai menari, pandai memukul, pandai menghindar, namun pukulannya tak mematikan. Begitulah kondisi Alex Rins sekarang. Susah meraih juara meskipun sunday racer. Terlalu memeras motor untuk bertempur di barisan tengah.

Rins

Begitu ketemu pembalap yang alot, Rins susah takeover meskipun tahu dia bisa membuat pace lebih cepat. Faktor ” Power ” yang menghalanginya. Alex rins akan bisa memaksimalkan lagi suzuki gsxrr, dan meraih hasil lebih bagus jika saja suzuki gsxrr punya sedikit lebih soal power.

Ini bukannya dibiarkan oleh team. Para insinyur juga sudah tahu dengan kelemahan gsxrr. Masalahnya, hasil riset tidak bisa langsung diaplikasikan ketika musim berjalan. Dan yang paling utama, filosofi dasar team suzuki adalah ” balance “. Ketika ingin mendapatkan power lebih, maka sektor sasis dan lainnya juga harus mengikuti. Jadi, menaikkan power not as simple as we see. Perlu upgrade menyeluruh sektor motor. Dan itu sudah dikerjakan.

Dulur pasti ingat dengan momen Motegi. Dimana Guintoli didiskualifikasi di FP karena memakai motor baru. ( Sebenarnya itu motor dengan mesin riset 2020 ). Meskipun team melakukan pembelaan dengan alasan salah paham aturan, namun sejatinya itu disengaja… 🤣🤣. Ya… Di sengaja, karena team butuh riset mesin baru di sirkuit dan untuk melihat performance dan durability nya. Dari hasil diskualifikasi tersebut, team sangat-sangat puas…. Mesin lebih cepat dan tahan digeber sampai 20 lap lebih, tanpa mengorbankan konsumsi bbm. Didiskualifikasi ngga apa-apa, tapi mendapatkan data yang penting untuk bekal musim depan.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

gulf oil

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Tes Valencia : Suzuki GSXRR 2020 Topspeed Naik Dan Lebih Lincah - 78deka.com
  2. Ngeklik... Mir Dan Rins : 2 Faktor, Suzuki GSXRR Jadi Motor Pembunuh - 78deka.com

Leave a Reply