Penyebab Rasa Takut Ketika Jadi Boncenger

suzuki

Tak jarang ada biker yang tangguh ketika riding, namun begitu ketakutan ketika menjadi boncenger. Ketika riding sendiri anteng nyaman jalan 80 km/jam, namun ” girap-girap ” meski dibonceng jalan 60 km/jam. Mari kita obrolkan penyebabnya.

Tidak perlu menunjuk orang lain, ngademin sendiri adalah pelaku utama. Ketika riding memakai si gipsy danger, anteng saja jalan 70-80 km/jam. Namun ketika dibonceng memakai metik jalan 60 km/j saja sudah teriak, ” Mas..pelan-pelan saja!! “.

Dan kebetulan tadi yang biasa jemput ngademin ada urusan surat-surat polisi. Terpaksa dijemput memakai motor. Perasaan tidak tenang sepanjang perjalanan sekitar 60 km. Apalagi saat menembus keramaian kota plus truk-truk besar. Semua ada penyebabnya, dan jika dikumpulkan ada beberapa faktor.

Tidak Percaya Dengan Rider

Ini adalah penyebab utama. Ketika kita tidak percaya dengan rider, maka akan selalu muncul rasa was-was. Di tangan rider keselamatan kita dipertaruhkan. Apalagi rider yang belum kita kenal, baik skill ataupun attitudenya.

Beda Riding Style

Sebagai rider, tentu kita punya style tersendiri. Kapan mulai mengerem, kapan membuka gas. Style menyalip kendaraan lain pun berbeda-beda. Sebagai boncenger yang beda style dengan rider, tentu kita bisa merasa was-was. Disaat seharusnya kita sudah mengerem, eh si rider masih anteng saja. Ketika menghadapi keramaian kita di kecepatan aman, eh saat bonceng, rider di kecepatan diatasnya. Inilah yang sering membuat kita merasa was-was.

gulf oil

Beda Jenis Motor

Ini juga berpengaruh ke rasa was-was ketika menjadi boncenger. Kalau kita terbiasa dengan motor lebih besar dan dibonceng dengan metik kecil, maka di kecepatan yang sama memberikan sensasi lebih kencang. Bantingan suspensi pun jadi lebih terasa, sehingga kita menjadi tidak nyaman.

Lokasi yang asing

Ketika anda dibonceng di lokasi yang asing atau kurang familier ini juga menjadi salah satu faktor. Bagi ridernya yang akamsi tentu punya parameter kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan kita yang asing dengan medan atau wilayah disitu. Sehingga parameternya juga berbeda. Saat kita teriak-teriak : Woi…pelan-pelan dong…. Si rider bilang : ini juga udah pelan dodol!!! 😂😂.

Itulah beberapa faktor penyebab ketika jadi boncenger kok kita ngga sepede ketika riding sendirian. Terus bagaimana solusinya? Ya tinggal dijawab sumber-sumber masalah diatas. Jika dirasa masih kurang, silahkan dilengkapi.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

 

Be the first to comment

Leave a Reply