Penjara Karir Marquez

suzuki

Yola dulur…. babak baru kejadian clash of sepang terus berlanjut. Deka tidak akan melanjutkan kontroversi tersebut. Namun akan sedikit memberikan opini efek kejadian tersebut terhadap nasib pembalap yang terlibat. Sebelum membahas Lorenzo, saia akan membicarakan soal marquez dulu. Menurut deka, marquez sudah membuat batasan akan karirnya ke depan…. dia membuat penjara karir buat dirinya sendiri.

by google
by google

Untuk Rossi, ngga perlu dibahas karena abah satu ini sudah dekat dengan ujung karirnya karena faktor umur. Marquez sendiri masih punya langkah panjang untuk meniti karirnya di motogp. Selain faktor umur, capaian sejauh ini cukup fenomenal, ditambah dengan faktor pemecah rekor.

Karir motogp, khususnya era modern ini, bukan melulu melulu faktor prestasi diatas sirkuit saja. Motogp modern sudah melibatkan industri pertelevisian yang melibatkan penonton maupun fans. Perputaran uang sangat penting bagi payung motogp, Dorna untuk pelaksanaan kampanye motogp. Penonton dan fans menjadi kunci keberhasilan era moto gp modern. Bicara fans dan penonton, motogp butuh individu pembalap yang menarik banyak fans dan newsmaker penyedot perhatian penonton.

Sejauh ini, the king of motogp adalah Valentino Rossi yang membawa fans dan penonton paling banyak. Kondisi sekarang, fase Rossi dalah fase transisi menjelang suksesi. Pergantian old king ke new king, untuk melanjutkan budaya pembalap yang membawa fans dan penonton di dunia motogp. Marquez awalnya sudah disiapkan sebagai suksesor. Dari segi prestasi sudah lebih dari cukup untuk menjadi pembalap fenomenal.

Tinggal dipoles dari segi marketing, newsmaker, penarik penonton, motogp idol. Semua itu tidak cuma butuh segi pestasi, namun melibatkan attitude, emosi, karakter diri, nilai jual seorang individu, pemenuhan mindset penonton akan hero di atas sirkuit. Lebih banyak faktor tehnis di luar skill balap di sirkuit. Tapi “how to touch the people heart”.

Andaikata Marquez meniru adegan di film CARS, dimana tokoh utamanya, pembalap muda fenomenal akan melanjutkan suksesi The King sebagai idol. Di akhir-akhir kariernya, the king bukan dimusuhi oleh Lightning mcqueen, justru disupport agar mengakhiri karier panjangnya secara manis. Bukan menjegal agar capaian the old king gagal. Dalam film tersebut, Mcqueen melalukan hal yang dianggal ilegal, mendorong the king dari belakang agar bisa mencapai garis finis karena the old king kecelakaan.

Marquez tidak harus membantu Rossi di sirkuit, minimal tidak mengganggu usaha Rossi menjadi juara dunia…. itu sudah cukup. Support yang dilakukan cukup dengan support spirit agar Rossi meraih target tujuannya di akhir karier panjangnya…. cukup dengan itu. Jika ini dilakukan, deka sangat yakin, Marquez akan menyedot banyak simpati fans rossi, mungkin diatas 80% fans rossi akan menjadi fans Marquez setelah Rossi pensiun.

Sayangnya marquez memilih menjadi aktor sinister di panggung fans Rossi. Lebih memilih sebagai penjagal the old king di akhir masa kariernya. Memilih merebut titel The King dengan cara kasar, Rough coup de taat. Jelas akan mengundang antipati fans rossi yang jumlahnya paling massive. Sekarang jangan mengharap fans Rossi berubah haluan menjadi fans Marquez……

Bahkan akhir-akhir ini opini fans Rossi mengarah ke Marquez sebagai The Big Lie Rider. Pembalap yang punya kebohongan besar, baik saat penjegalan rossi maupun pengakuannya sebagai fans serta sahabat Rossi. Intinya, Marquez sudah membuat batasan akan kariernya yang cemerlang, minimal tidak bisa menarik fans Rossi menjadi fans Marquez. Dan itu jumlahnya sangat besar.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum