Pelajaran Saluto Bagi Suzuki Indonesia

suzuki

Jika dulur yang budiman ingat awal-awal kemunculan suzuki saluto di Taiwan beberapa waktu yang lalu, maka akan ingat bagaimana reaksi publik. Saluto seharusnya memberikan pelajaran bagi suzuki Indonesia.

Dari beberapa kasus motor produk suzuki Indonesia yang diluncurkan pasca bangun tidur lama. Penerimaan publik motor yang ngademin anggap lumayan hanya dsri gsxr150, suzuki address, dan suzuki NexII. Bicara soal suzuki, jangan bicara kualitas mesin…. Amanan toyiban…. Jangan juga bicara banyaknya diler…. Itu chain reaction dari sisi penjualan… Makin banyak penjualan, diler juga akan mengikuti. Harga? Lebih murah dari yamaha atau AHM. Harga sparepart dan servis? Sama… Bahkan lebih murah.

Problemnya “hanya” di mindset publik. Dan sudah dibahas berkali-kali, cara merubah mindset publik adalah dengan cara “Getok Langsung”. Mindset itu seperti mimpi. Jadi biar keluar dari mimpi, bangunin dari tidur, atau digetok biar melek. Cara membangunkannya, ya dibikin terkejut, kagum, efek wow. Efek wow paling langsung atau direct…. Pandangan Mata .

Suzuki saluto

Disinilah yang disuguhkan oleh suzuki saluto di taiwan kemarin. Publik motor Indonesia, melihat desain saluto seperti terperangah kalau itu adalah sebuah skutik suzuki. Apik tenan!!! Ya… secara desain, suzuki Indonesia harus total. Mengikuti selera mindset publik, apa itu desain keren. Sebuah desain yang origin, ada sentuhan seni ( sentuhan eropa ), dan parameter-parameter keren versi mata publik Indonesia. Bukan keren karena tambal sulam desain- desain motor lain… itu desain ala modifikasi. Kurang mempunyai ruh yang kuat.

Jadi, untuk suzuki saluto, SIS tidak perlu menelan mentah-mentah Saluto untuk dijual disini secara utuh… Faktor harga bakalan bikin publik berpikir ulang. Untuk skutik 125 cc dengan harga 35 juta atau lebih, itu sudah bukan kelas suzuki, tapi merk Eropa. Saluto cukup diambil desainnya. Sedangkan soal vitur, kualitas bahan, tanggalkan. Dan diganti dengan kebijakan lokal. Murni hanya desain Saluto saja yang diambil… Untuk mengakomodir harga… Publik motor kita itu Seleranya sultan, tapi minta harga pinggir ratan ( kaki lima).

Suzuki saluto

Pelajaran kedua, menempatkan desain yang keren di motor yang tepat. Percuma mempunyai desain keren, tapi di motor sport naked 150 atau 250. Diakui motor keren, tapi sepi yang beli, karena segmen pasar yang mengkerut. Desain yang keren bisa mendongkrak penjualan jika diberikan ke motor yang sedang booming. Untuk sekarang, ya Kelas Skutik, skuter metik. Dari metik 110, 125, atau medium under 200 cc.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

Be the first to comment

Leave a Reply