Paul Pogba Dan Falsafah Ideal Juventus

suzuki

Yola dulur yang budiman….selain dunia motor, Juventus fc adalah hal yang menark perhatian penulis. Deka mengenal sepakbola pertama kali, gemar nonton bola gara-gara suksesi roberto baggio ke del piero yang notabene pemain juventus. Mulai dari situ deka mengqmati sepak terjang si nyonya tua italia. Yang menarik dari juventus adalah falsafah pengelolaan tim  ideal di mata deka. Dan kali ini menyangkut mega transfer paul labile pogba ke manchester united.

Sebagian pengamat bola ada yang bilang juventus konyol, akan merasa kehilangan besar jika melepas pogba. Atau ada yang nyinyir juve tim butuh uang, tim penjual bkn ang untuk kelangsungan hidupnya. No…… Juventus itu berisi pengelola yang cerdas dan ideal. Kita tidak akan mengira juventus akan melesat begitu cepat dari kubang nista kasus calciopoli, kasus dimana juventus dijadikan wadal, kambing korban dari banyak tim yang terlibat.

Semenjak itu, juve melakukan perombakan manajemen, khususnya investasi pemain, dan beppe marotta adalah keping terakhir untuk menggantian luciano moggi, maestro perekrutan pemain. Juve begitu jeli memilih pemain sebagai investasi jangka panjang, atau jangka pendek. Tidak semua berhasil, tapi positif secara keseluruhan. Juve memilih pemain buangan, potensi yang disia-siakan,  harga miring, atau kalok bisa gratis.

Contohnya sudah banyak, carloz tevez berharga miring, tersisihkan dari manchester city, tapi bisa menutupi keping serangan juve, hasilnya? 2 scudetto. Andrea pirlo yang gratisan karena dibuang oleh ac milan, di juve menjadi metronom selama beberapa tahun dan menjadi kebangkitan terakhir pirlo sampai doi pensiun. Kasus yang mirip terkini ada beberapa yang sangat menonjol seperti kingsley coman, moratta, dan sammy khedira…kalau nggak me gahsilkan keuntungan finansial, perannya bisa dimaksimalkan untuk permainan juventus.

Dan yang palibg fenomemal adalah paul pogba… Diambil gratis dari manchester united, diasah, dumanfaatkan skillnya untuk mencapai banyak kejuaraan, kemudian dikembalikan ke MU dengan harga 110 juta euro. Mirip dengan moratta di tahun ini pula, beli 20 juta euro, dipakek 2 tahun, dikembaliin ke madrid dengan harga 32 juta euro…udah untung makek, untung duit pula….dan berikutnya adakah kingsley coman yang dipakek oleh bayern munchen… Bakalan untung lagi tuh.

gulf oil

Dengan kehilangan pogba, akankan menjadi kehilangan besar bagi juve, jelas…tapi bicara sejarah, juve malah akan banyak  untungnya, daripada kehilangan. Berkaca dari kasus pelepasan roberto baggio, vieri, ibrahimovic,dan zidane, yang semuanya melibatkan mega transfer, juve kukan suksesi yang mulus. Dan rahasianya adalah modul permainan, pelatih di juventus begitu krusial.
Apakah dengan hobby menjual bintang membuat juve miskin gelar? Maaf jangan samakan juve dengan arsenal yang hobbi menjual bintang tapi kelimpungan mencari pengganti. Prestasi, khususnya domestik tetap menjadi prioritas utama. Juve tidak melupakan falsafah dasar team olahraga…prestasi. Kiprah di liga champion 2 tahun ini juga menjadi catatan khusus, dan juve mencapai dengan aset beli pemaian tidak lebih dari 25% dari team besar eropa, madrid, munchen, barca,mu, man city, chealsea, etc.

juventus fc by google
juventus fc by google

Maka tak heran, di saat team-team italia kelimpungan karena krisis ekonomi, juve begitu jumawa soal profit, atau prestasi….Bahkan kini dengan berani memasang target juara champion…eropa, dan disaat kehilangan bintang utamanya, pogba, dan terancam kehilangan bek tangguh bonucci. Apakah juve akan merevisi target mereka? No…. peran pogba akan dipecah menjadi beberapa pemain, seperti pjanic, pjaca, dan tentunya gonzalo higuain, pemain-pemain yang diperoleh dari hasil transfer pogba ke MU.

Falsafah keseimbangan team itulah yang membuat deka awet menjadi seorang juventini. Juve bukan tipikal konsumen team penjual bintang, taoi juga bukan tipikal pemakai jasa bintang. Semua dihitung dengan matang, kapan beli bintang, dan kapan menjual bintang. Dan dari sejarahnya, juve banyak untungnya, selain prestasi. So… bagi oemain yang merasa tersisih di teamnya sekarang, bergabunglah ke juve, siapa tahu bisa bangkit dari kematian prestasi… Halo schwansteigger?

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

4 Komentar

  1. Beli higuain juga mahal lho om.. udah berumur juga #eh
    Bukan haters juve sih saya, cuma kalo italy yah gitu deh, dulu beli nedved juga mahal lhoh(pada jamannya), saya seneng juve gegara nedved, dulunya juga seneng lazio gara2 nedved, xixixixi
    Tapi its okelah, daripada si milan, pimpinannya rakus
    Btw man city belum jadi klub besar, ane pendukung sebelah.. Xixixixi

    Wta om, nucebe tusket er kasih pft ijo aman gak ya?udah pakai pfd terus, tapi pengen nyoba sensasi pft 10w-40

    • Aman sih…. Tarikan lbh ok, cuma nggak se longdrain pfd… 3000-4000 km. Ya…. Higuain n nedved mahal, tp pinternya juve, hasil penjualan bintang bs utk beli 2-3 bintang yg memang mempengaruhi modul permaianan

      • Hehe iya deh secara saya juga bukan haters klub manapun.. Ngefans juga cuma 1,tapi lebih pinter klub yg ane suka om emyu, tarik ibra gratis terus jualan kaos yang kabarnya lagi 76juta pounds, hehehe..

        Wah oke deh om habis ini nyoba pft melon, thx infonya om.. Btw kalo mco yg tbn nya tinggi, minim kayak pft apa ya om??

  2. forza juve…salam sesama juventini, selain nedved jgn lupa kan jga peran mauro camoranesi…gelandang sayap nan melesat n lincah layak nya roberto carlos…..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*