Pasar Yamaha Itu Dibatasi Oleh Yamaha Sendiri

Logo yamaha
suzuki
Logo yamaha
Logo yamaha

Yola dulur yang budiman….. bicara kue pasar motor merk yamaha yang belum beranjak dari separonya capaian ahm, jelas bisa dianalisa dari berbagai sudut pandang. Tiap analis punya sudut pandang sendiri-sendiri sesuai bidang ilmu yang dikuasai. Kalau dari pikiran deka, pasar yamaha yang mengkeret itu salah satu faktor utamanya karena yamaha sendiri yang membatasinya.

Jelas tingkah polah kompetitor yamaha juga berpengaruh signifikan, namun itu adalah faktor eksternal yang lebih sulit untuk dikendalikan. Sedangkan yang akan deka kemukakan adalah faktor internal yang seharusnya yamaha bisa lakukan.

Berbeda dengan ahm yang menyajikan berbagai produk motor sesuai keinginan publik dengan berbagai macam ragam selera. Yamaha mengikat diri sendiri dengan tagline motor sporty, motornya anak muda… Pertanyaan riilnya? Seberapa banyak persentase kebutuhan motor anak muda dibandingkan motor secara tingkatan umur yang umum. Ahm menyediakan motor yang universal, baik anak muda, dewasa, laki laki, perempuan. Penjaringan umur konsumen motor honda cakupannya lebih luas dibandingkan yamaha.

Yamaha terlalu fokus terhadap selera anak muda, lebih mementingkan karakter dasar motor yamaha yang modist, sporty, dan lincah. Otomatis agak mengesampingkan kenyamanan berkendara, seperti suspensi keras. Memang hal ini tidak bisa ditinggal karena ruh yamaha itu sendiri, karakteristik motor yamaha.

yamaha-majesty-s
yamaha-majesty-s

Namun itu bukan pemakluman bagi publik motor, bagaimanapun kondisi jalan di sini lebih mentolerir motor ahm soal kenyamanan. Motor yamaha yang deka rasakan nyaman jika jalannya mulus, jika melewati jalan nggak rata, baru terasa ketidaknyamanan. Berbeda dengan motor ahm, yang memasang suspensi lebih nyaman, terlepas dari jok yang secara umum lebih keras.

gulf oil

Ahm lebih tepat mensetting kenyamanan motor disesuaikan dengan kondiai umum jalanan si marih. Dan mensettingnya di kelas massive, entry level seperti beat, vario yang menjaring banyak pembeli. Bandingkan dengan mio, soul gt-nya yamaha.

Deka sudah berulang kali kritik yamaha untuk menyediakan motor entry level massive, metik dengan sedikit meninggalkan karakter yamaha. Motor yang mementingkan kenyamanan, multifungsi, menjaring konsumen multi age, dan multi sex. Tidak harus merubah karakter motor yamaha yang ada sekarang.

Yamaha bisa saja membuat versi mio yang lebih toleran terhadap konsumen yang banyak seleranya. Nggak melulu soal modist, lincah, kencang, tapi jangkauannya lebih luas. Awalnya deka interest dengan langkah mio z, namun melihat bandrolnya yang tinggi, bikin dahi mengkerut lagi.

mio 125 bluecore
mio 125 bluecore

Dengan menyediakan 1 jenis motor yang multi age, tidak akan meninggalkan konsumen setia yang memang suka dengan karakter motor yamaha, karena pilihan motornya tetap ada. Yamaha hanya menjaring pasar yang belum tercover dengan produk yang ada sekarang dengan menambahi line produksinya satu jenis motor.

Jaman sekarang sudah hukan jamannya lagi konsumen diajak ngetrend sesuai persepsi pabrikan, konsumen punya trend kesukaannya sendiri-sendiri. Tidak bisa didikte oleh pabrikan soal selera. Yamaha tidak bisa memaksa konsumen memilih motor kencang daripada motor nyaman, karena mereka maunya seperti itu. Begitu juga soal desain, yang seleranya kalem nggak mau dikasih motor agresive jika masih ada motor lain yang desainnya kalem, apalagi merknya honda.

Ini bukannya yamaha nggak mampu buat motor nyaman, ini soal niat atau enggak. Buktinya, sipiter deka termasuk motor nyaman tuh…. Suspensi enak, jok juga empuk, lincah juga dapat….. Gimana yamaha? Lebih suka memborgol diri?

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum