Opini : Kenapa Mio Menjadi 125 cc ?

suzuki

Yola dulur…. mungkin ada pertanyaan mendasar kenapa mio m3 yang sudah ber blue core itu sekarang kubikasinya membengkak menjadi 125 cc dari awalnya 115 cc. Hampir semua yang sangsi dengan paket blue core mengatakan bahwa kalau emang blue core itu bikin power lebih namun mesin tetap efisien, kenapa kubikasinya diperbesar? bukannya kalau tetap 115 cc terus diblue core harusnya tetap naik power dan lebih irit?

mio m3 125
mio m3 125

Pertanyaan ini sebenarnya sangat-sangat masuk akal, bahkan deka sendiri juga berpikir dengan logika tersebut. Ah….. jangan-jangan blue core itu hanya bahasa dagang saja, padahal nggak beda dengan mesin-mesin yang sebelumnya, hanya falsafah, bahasa jualan, tipu-tipu? yuk kita obrolin  lebih lanjut Lur….. 

Dari artikel terdahulu, blue core ini sebenarnya bukanlah tehnologi baru, namun merupakan paket kumpulan tehnologi yang sudah dipakai, dipaketkan dalam satu mesin, mirip dengan sky-active-nya mazda, esp-nya honda… cuma datangnya belakangan. silahkan cek di artikel ini

Yamaha’s Blue Core Engine… Makanan Apa Itu ?

Blue-Core-3

Ya…mesin blue core itu pendekatan yang sama dengan esp, seperti penggunaan offset silinder, spiny sleeve, redesain ulang ranka, de el el. Intinya adalah mengefisienkan pembakaran mesin agar sampai ke ban dengan mulus. dengan mengefisienkan hasil pembakaran dengan cara redesain ulang port in port out, sistem injeksi, anti friksi, sistem buang maka mesin akan lebih irit, lebih bertenaga, dan polutan lebih sedikit.

Lha iya…. jika teorinya seperti itu kenapa mio menjadi 125 cc ? Well…..kenapa menjadi 125 cc sebenarnya tujuan utamanya bukan karena ingin mengejar power lebih. Namun karena Yamaha bukanlah AHM yang punya modal kapital yang besar. Sehingga saat dicanangkannya tag line blue core, mesin yang dikembangkan oleh yamaha jepang sono, kubikasi minimal yang ada hanya 125 cc untuk metik. Mereka nggak mau mengembangkan mesin blue core metik dibawah 125 cc. Lebih baik mesin 125 cc blue core dipakai ke semua metiknya….. lebih menghemat biaya riset daripada harus meriset berbagai macam kubikasi kecil mesin metik.

metic blue core engine
metic blue core engine

Agar tidak menciderai metik 125 cc sebelumnya yang kelasnya lebih tinggi, maka paket blue core di mio M3 ini ad alah spek yang paling rendah… lihat saja kompresinya hanya 9 koma, dibandingkan mesin Grande Nozza yang sama-sama 125 cc saja beda jauh yang sudah 10 koma. Ini dilakukan karena mio sendiri segmennya metik entry level, air cooled, berbeda dengan grande nozza atau xeon yang sudah water cooled dan harga lebih mahal. Toh dengan kompresi segini ada kenaikan power dan torsi dibandingkan versi lama kan.

Jadi kalau ada bahasa, mio bengkak kubikasi menjadi 125 cc karena kabur dari kompetitor itu hanya bahasa suporter saja 😀 . Pihak kumpeni itu bahasanya bahasa marketing yang memperhitungkan untung rugi dan strategi global. Bukan bahasa sentimental ala fan boy atau suporter, mereka perhitungannya lebih njelimet dan hitung-hitungan korporasi. Kita sebagai user, konsumen tinggal nikmati saja keuntungannya…. toh hasilnya emang lebih bagus dibandingkan mesin mio lama kan…..

Meskipun deka sendiri beropini bahwa metik dengan kubikasi 110-115 cc sebenarnya udah cukup buat berkomuter, namun mesin 125 cc spek dasar ini berarti menyimpan potensi lebih…. terbuka lebar untuk diupgrade tanpa bore-up…… buat yang suka oprek…. ane sendiri sih aliran sutandariyah…… standar-standar saja……

Bonus…. Mr Big….. Going Where The Wind Blows

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

gulf oil