Ngeklik… Mir Dan Rins : 2 Faktor, Suzuki GSXRR Jadi Motor Pembunuh

suzuki

Setelah sesi test Valencia, dua pembalap suzuki ecstar membicarakan motor mereka. Sebenarnya Boss Brivio juga bicara. Sedikit sentuhan, maka suzuki gsxrr akan menjadi motor pembunuh. Ngeklik dengan ngademin yang menulis kelemahan motor suzuki tersebut.

Pada tulisan artikel dibawah ini, ngademin beropini bahwa suzuki gsxrr belum menjadi motor juara, bahkan untuk podium saja sangat berat. Sedikit dibawah level motor kelas podium.

Dari tulisan artikel tersebut, sebagian pembaca masih mempunyai opini bahwa suzuki gsxrr merupakan motor kelas juara. Hanya faktor pembalapnya lah yang kurang konsisten. Buktinya pernah juara 2 kali dan naik podium. Well… Ngademin tidak akan mendebatnya. Kali ini ngademin hanya ingin mengangkat statment-statment pembalap suzuki setelah memakainya selama 1 musim balapan.

Setelah tes valencia, mir, rins, dan brivio mengulas calon motor mereka untuk 2020. Secara positif, Mir berkata bahwa dengan sedikit sentuhan, suzuki gsxrr akan menjadi motor juara atau motor podium. Ngademin lebih memilih kosakata ” Motor Pembunuh”. Ya… Karena faktor ” pembunuh ” itulah yang harus dipunyai oleh motor juara. Motor yang bisa mengantarkan ridernya podium atau juara di tiap seri, bukan hanya beberapa seri yang mana layout sirkuit sangat cocok dengan motor.

Ada 2 faktor yang harus “disentuh”, kata Mir. Yang pertama adalah ” topspeed “, kedua adalah ” sasis “. Lho, bukannya sasis sudah bagus? Ya.. untuk rolling speed, namun untuk keluar tikungan lambat, masih cukup kerepotan. Ibaratnya, gsxrr sekarang baru pandai menari , tapi ketika diadu ” okol ” ketika keluar tikungan lambat atau jalur panjang/ straight keteteran. Usaha pembalap di tikungan langsung hangus ketika bertemu stop and go atau adu topspeed.

gulf oil

“On the chassis area, we need to improve on the fast lap, we need to use a bit better the new tyre. This for sure is an area that we have to improve,” said Mir.

“On the engine, a bit more top speed, to be a bit closer to the Ducatis and Hondas. At the end, we need to improve the top speed or the qualifying. [Lacking] both things is really difficult.
“Probably if we improve one of these areas we are able to fight for the victory in all the races, but this is the handicap that we have at the moment.”

From motorsport.com

Masukan pembalap direspons oleh pabrikan. Sehingga keluarlah mesin baru yang dikebut risetnya. Alhasil, Guintoli mampu memecahkan rekor tercepatnya di motegi. Di tes valencia pun, mereka hanya fokus di tes mesin. Bahkan untuk jerez nanti, masih berkutat di mesin, elektronik, dan tambahan part.

Sedangkan untuk tes sasis baru, akan dilakukan di tes pra musim di sepang, februari nanti. Dari hasil tes valencia, mereka cukup positif. Mesin baru punya karakter akselerasi dan topspeed sedikit lebih baik dari edisi lama.

Davide brivio sendiri mengiyakan pendapat para pembalapnya.

“[Valencia] was a positive test for sure, we got this new engine which seems to be positive, an improvement,” Brivio told motogp.com.
“The riders both like that and we also try back to back, compare with the old one, always we got the positive feedback.
“Also during these two days we went through a few settings, checking some parts that we have as alternative during the year, it was quite useful to understand a few things.
“Now the important thing is to carry on, go to Jerez, check again, get full confirmation of this improvement.
“Then wait for Sepang where we should receive much more things around chassis area.

From motorsport.com

Untuk seukuran team yang baru 5 tahun comeback ke motogp, pergerakan suzuki sangat-sangat briliant. Step-step nya cukup tegas dan progresif. Dengan keterbatasan dana, bisa mencapai level yang sekarang sudah sangat bagus treknya. Apalagi riset dilakukan tanpa menggunakan team satelit. Makin suka saja ngademin dengan team suzuki motogp.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

Be the first to comment

Leave a Reply