Ngefans Merk Motor Emang Soal Selera, Asal…….

suzuki

Yola dulur….artikel telat karena lagi mudik. Semenjak deka mantengin ranah blogsphere yang membahas tentang dunia permotoran dari tahun 2009 an dimana ane cuma jadi silent reader dan akhirnya kepancing menjadi salah satu komentator, ternyata menyimpan suatu fenomena.

logo-motor

Fenomena tersebut adalah terjadinya militansi dukungan pada sebuah merk motor. Entah karena berkepentingan dengan dunia bisnis merk motor tersebut, ataupun memang pengguna merk sehingga menjadi sebuah ikatan emosional, atau istilah kerennya Fanboy aka FB. Tentang kenapa seseorang menjadi seorang FB kayaknya dibahas di artikel lain saja. Dari sekian kelompok FB, yang paling seru ya siapa lagi kalo bukan antara FBH dan FBY. Perdebatan sengit mereka seperti representasi persaingan antar kedua merk tersebut di dunia bisnis, seperti yang pernah ane tulis di sini

http://78deka.wordpress.com/2014/03/25/honda-vs-yamaha-perang-warisan/

ilustrasi
ilustrasi

Yang menjadi pertanyaan apakah layak seseorang memutuskan menjadi fans sebuah merk? Kalo menurut opini ane sih sah-sah saja…. lha wong sudah alamiahnya manusia mempunyai rasa suka pada sesuatu. Sedangkan rasa suka itu adalah selera masing-masing pribadi yang mempunyai ukuran dan parameter sendiri-sendiri. Rasa suka itu tidak bisa terprogram seperti robot, rasa itu muncul dengan sendirinya, baik pengaruh dari dalam maupun dari luar atau lingkungan.

courtesy wendakalubis
courtesy wendakalubis

Yang menjadi perdebatan itu adalah kenapa setelah menjadi fans sebuah merk kemudian menjadi gelap mata. Kalau masih sebatas memuji-muji merk yang disuka sih masih dalam tataran wajar… lha wong namanya suka yang diingat ya yang baik-baik saja. Seperti saat kita jatuh cinta pada lawan jenis… yang dipikir yang indah-indah saja, soal ada bopeng di kaki, bau badan, suara sumbang, cerewet dan lain-lain ibaratnya udah ngga di rewes… pokoke paling cakep… ini masih taraf wajar lah. Lha sekarang ini tidak hanya sekedar memuji-muji setinggi langit merk yang disuka, tapi dibuntutin dengan menjelek-jelekkan merk lain, nge-bece istilahnya. Yang namanya menjelek-jelekan itu pasti mengundang musuh, seperti pacar yang kita suka diejek ama orang lain… opo ra kemropok atine?  seperti artikel ane ini

http://78deka.wordpress.com/2014/04/04/sandal-butut-anakku/

courtesy compumotor
courtesy compumotor

Padahal hidup dengan banyak teman itu jauh lebih enak daripada hidup penuh musuh.. kaga tenang hidupnya Dulur…..Rasa suka yang berlebih atau memuja sesuatu secara berlebih itu memang nikmat rasanya, namun hanya sesaat. Berikutnya yang hadir adalah rasa siksa… Siksa yang canggih… ya canggih… karena kita ndak sadar kalau lagi tersiksa. Soal kenapa? nanti dibahas diartikel terpisah.

Riderstyle_2

So… jadilah fans yang biasa-biasa saja, memuji apa yang kita pakai itu wajar… lha wong kita yang merasakannya sendiri kok tiap hari. Asal jangan menjelek-jelekkan apalagi memfitnah merk lain, nanti secara tidak langsung akan mempersempit wawasan atau “rasa” itu sendiri. Sedangkan tiap merk memberikan sensasi kesenangan yang berbeda-beda, keindahan yang berbeda-beda. Ngga percaya??? coba tanyakan pada biker yang punya motor multibrand. Kalau baru punya satu merk terus mencap merk lain jelek dan akan selalu lebih jelek, itu baru taraf peng”aku”an, aku yang sempit. Tapi semua sikap ya terserah masing-masing pribadi….monggo-monggo saza…..kalo masih pengen terjebak di zona siksa…siksa nikmat… comfortably numb.

Bonus….. Pink Floyd…. comfortably numb

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil