Newbie Rider : Memahami Friction Zone

suzuki

Yola dulur yang budiman….buat rider newbie yang naik tingkat dari jenis motor moped atau skutik ke motor naked atau sport, pertanyaan pertama yang muncul adalah, bagaimana cara masukin gigi dan cara menggunakan kopling? Nah….mari kita bahas bersama, dan mengenal apa itu “friction zone”.

Buat newbie rider, soal kopling memang menjadi kendala utama. Saat memakai skutik, tinggal stater dan puntir gas, kendaraan sudah berjalan. Motor moped, tinggal injak persneling, puntir gas, motor jalan. Namun saat menghadapi tuas kopling, ada sebuah beban disana….bisa nggak nih?

Sebenarnya, mempelajari cara memakai kopling itu adalah sebuah sesi khusus. Kemudian jika sudah mengenal kopling, tinggal menguatkan feeling kopling tersebut. Ini juga tidak hanya untuk newbie rider, tapi rider expert juga perlu. Kenapa? Karena tiap motor punya karakter kopling sendiri-sendiri, even jenis motor yang sama. Seorang expert pun harus mengenal yang namanya friction zone.

Friction zone adalah kondisi dimana kampas kopling menekan piringan kopling secara tidak penuh….bahasa awamnya adalah setengah kopling. Di kondisi ini, kerja kampas tidak sepenuhnya memisahkan power mesin ke drive sistem. Kondisi frixtion zone, sebagian power tersalurkan ke drive sistem, kemudian roda belakang. Terjadi friksi antara kampas kopling dengan kopling.

Mengenal friction zone bermanfaat agar power mesin tidak tersalurkan secara liar ke drive sistem. Motor akan berjalan mulus saat pindah gigi atau saat start. Ini juga bermanfaat untuk safety, pernah kita dengar, rider terpelanting saat start dan tidak bisa menghandling power yang tersalurkan saat start. Motor terbang dan rider cidera karena terpelanting… Even rider yang sudah mengenal motor kopling, tapi mencoba motor lain.

Cara mengenal friction zone itu perlu sesi khusus, walau sebentar. Caranya, luangkan waktu beberapa saat di tempat yang aman. Stater motor dalam keadaan netral, biarkan mesin dalam keadaan iddle. Tanpa menekan gas, tekan tuas kopling, masukkan gigi ke posisi 1, kemudian lepas secara perlahan tuas kopling.

Sesi ini mungkin cukup singkat untuk rider pengalaman, namun buat newbie rider, perlu diulang beberapa kali agar motor start secara mulus. Kuncinya adalah tidak usah melibatkan puntiran gas. Setelah motor mulai berjalan pelan saat kopling dilepas secara perlahan, baru puntir gas secara pelan-pelan. Jika sudah berhasil, tidak selesai sampai di sini. Ulangi lagi karakter koplinya, seberapa jarak tekan sehingga mulai terjadi friction zone, kapan full kopling, dan kapan friction zone hilang. Semua harus dikenali agar motor berjalan mulus, berjalan terkendali saat pelan dengan menggunakan setengah kopling, dan kapan motor harus ditekan full kopling.

Lakukan berulang-ulang di tempat aman, berjalan zigzag dengan setengah kopling, upshift dan downshift, berhenti, jalan lagi secara berulang-ulang. Tidak harus dalam kondisi kencang, cukup dengan speed rendah, karena yang dicari adalah kelancaran dan mengasah feeling. Setelah dalam semua kondisi motor bisa berjalan dengan tanpa hentakan, maka anda sudah siap untuk turun ke jalan raya dengan motor kopling.

Dengan mengenal friction zone, maka akan membuat anda menjadi seorang motorcyclist, bukan sekedar rider….tinggal pencet stater, puntir gas motor berjalan.

Tips untuk memudahkan anda mengenal friction zone adalah motor dengan mesin overbore karena torsi bawahnya lebih lembut, sehingga lebih mudah menghandle power mesin, seperti di artikel lampau saat ngadimin awal-awal ngeblog

Overbore-Overstroke-Overbore

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil