Nasib Ajang Balapan Suzuki Belum Jelas… A.W.O.L???

suzuki

Yola dulur yang budiman…. salah satu nilai dari motor suzuki adalah performa, tentu selain durabilitas yang diakui hampir di seluruh dunia. Soal durabilitas, sudah diwakilkan di ajang mx Gp atau ajang endurance 24 hours dimana diajang yang terakhir ini suzuki selalu menjadi tradisi balapan tiap tahun. Sedangkan untuk performa ya tentunya di ajang balap sirkuit seperti superbike, motogp, roadrace. Nah di ajang balap sirkuit ini, suzuki indonesia kok masih belum jelas nasibnya. Apakah suzuki indonesia akan A.W.O.L ?

A.W.O.L atau akronim militer dari Absent Without Official Leave…. desersi. Pertanyaan ini ngadimin peroleh sete;lah mewawancarai seorang petinggi suzuki di ajang SBM nasional sentul beberapa waktu yang lalu. Dari sekian banyak titipan pertanyaan, keikutsertaan SIS diajang balap menjadi titipan pertanyaan penting. Apakah di 2018 ini sepak terjang suzuki di ajang balap akan ditingkatkan?

Sebuah pertanyaan yang logis, karena motor sport 150 cc suzuki, yaitu GSX-R150 saat ini secara default sangat mumpuni performanya. Begitu pula dengan satria FI150 yang jika dulur masih ingat membuat sebuah ajang balap kelas default pabrikan gagal karena dianggap terlalu kencang. Begitu pula ajang roadrace metik 110 dimana suzuki nex diisolasi untuk membuat balapan sendiri. Namun itu bicara fullstock pabrikan, bukan spek balap.

Ditambah lagi di tahun 2017 suzuki Indonesia ikut satu balapan resmi yaitu suzuki asian challenge, dan mulai riset di ajang balap resmi lokal tingkat nasional IRS. Apakah di tahun 2018 ini akan lebih intens lagi? Ternyata beliau hanya menggeleng…….

Untuk tahun 2018 ini sepertinya kita akan fokus dijualan dulu…. ajang balap lokal kita tidak akan ikut secara pabrikan. Bahkan kelas SAC saja kita tidak ikut, bahkan banyak negara yang juga tidak ikut. Semua disebabkan oleh segi pendanaan. Tahun 2018 pihak jepang mewajibkan perwakilan tiap negara mendanai 100% dalam satu musim balapan SAC. Tentu itu sangat berat bagi kita, dan beberapa negara asia lainnya. jadi dengan berat hati kita tidak ikut serta.”

Ya…. ngadimin sendiri juga mendapat selentingan bahwa pihak jepang mempunyai skala prioritas di ajang balap internasional. Dengan comebacknya suzuki ke ajang balap motogp, itu menyedot anggaran yang sangat banyak. Sehingga suzuki memprioritaskan balapan-balapan yang dianggap krusial saja seperti superbike negara ( bukan WSBK ), TT isle of man, endurance, dan motogp saja. Bahkan sekelas MX GP saja denger-denger tahun ini suzuki absen.

Terus bagaimana dengan ajang balap lokal seperti IRS? Beliau menimpali

” Balap IRS 2018 kita juga belum siap…. mungkin motor suzuki akan ada yang ikut, tapi bukan team pabrikan. Kita hanya mensupport saja. Balap IRS itu kejam mas…. Kita fokus di riset motor dan sparepart racing untuk GSXR150 yang masih sangat terbatas. “

Jawaban yang cukup gamblang buat ngadimin. Benar memang spek motor balap IRS itu sangat kejam. Sangat jauh beda dengan kelas stock pabrikan, atau standaran. Sparepart racing sangat-sangat menentukan, bisa saja dengan mengakali sparepart, tapi banyak faktor tehnis yang bisa melanggar regulasi balap IRS. Apalagi regulasi balap IRS yang terus berubah. Jadi team status quo di ajang IRS adalah faktor yang sangat-sangat berpengaruh.

Contohnya saja potongan artikel balap IRS dari sebuah media cetak diatas. Sederhana memang poinnya, namun bagi pelaku, tehnisi balap yang berkecimpung tentu sebuah tembok tebal yang harus dirobohkan…. dan bikin senut-senut kepala, hilang nafsu birahi, dan perut mules  :mrgreen:  :mrgreen:  :mrgreen: . Apalagi bagi team yang baru memulai riset….. Saking emosinya….. : AWOL saja…. daripada ngeluarin anggaran tapi ujungnya dibece, dibully karena kondisi.

Buat riset aja bang….. jangan mikirin menang… pahit memang, tapi itulah bawang yang tersedia…. bukan bawang putih, bawang merah, atau bawang bombay…. adanya bawang goreng ya dinikmati dulu… buat topping nasi goreng…. wkwkwkwkwk……..

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

2 Komentar

  1. pait om deka, pait. aslinya semua bs disulap dengan jabatan. FUFI tdk boleh ikut serta, nex yg 11-12 sama mio dan beat pun dibuatin kelas sendiri. seakan suzuki itu harus diminoritaskan. walopun produknya oke punya diatas rata-rata kompetitor. mungkin suzuki blm punya org dgn jabatan yg berpengaruh. jd gak bs sulapan. disisi lain duitnya jg gak banyak buat sulap menyulap.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*