Musuh Program Recall Adalah Team Bece

suzuki

Yola dulur yang budiman….. yang namanya program recall sebuah produk motor, sebenarnya sangat jamak dilakukan, bahkan aturan di eropa maupun amerika, mewajibkan produsen motor untuk melakukan recall secara terang-terangan jika produknya ada potensi misfungsi…. Baru potensi saja sudah wajib melakukan recall…. jika tidak, maka siap-siap dicap pabrikan tak bertanggung jawab. Namun beda di marih, sebuah ambiguitas terjadi, dan salah satu faktor utamanya adalah team bece…. musuh program recall dimarih.

Di eropa atau amerika, sebuah pabrikan besar yang punya brand image mewah seperti ducati, bmw, triumph, harley davidson, etc hampir tiap tahun melakukan recall motor-motornya. Jangankan pabrikan motor, pabrikan apparel, part modifikasi yang punya brand cukup baik seperti bosch, renthal, fox saja pernah merecall produknya, jika ternyata ada potensi defect, kerusakan…. ini baru produsen apparel dan sparepart modif.

Ambiguitas pabrikan motor dimarih untuk melakukan recall terang-terangan itu berhubungan dengan karakter publik motor kita yang masih mudah latah, kagetan, hebohan. Secara pola pandang konsumen sendiri, belum mengerti benar apa arti sebuah recall. Di sinilah para oknum pembece tak bertanggung jawab bermain sesuai dengan kepentingan mereka. Jika ada pabrikan yang bukan golongan mereka melakukan recall, dibece, dipojokkan sebisa mungkin agar nampak image kualitasnya buruk. Tidak semua publik paham sepenuhnya recall dan mengiyakan hal itu.

gulf oil

Tentu kita masih ingat, bagaimana kasus recall terang-terangan yamaha R-25. Sejatinya itu tanggung jawab pabrikan terhadap konsumennya, dan pengguna R25 sendiri senang-senang saja dengan program recall tersebut. Namun apa yang terjadi di media, blog, maupun medsos? Nama R25 dihancurkan sejadi-jadinya. Yang pertama kali kena imbasnya tentu pihak pabrikan. Sudah niat melakukan hal baik kok malah dijelek-jelekkan. Tentu mereka akan enggan melakukan program yang sama. Kalaupun melakukannya, akan dilakukan sembunyi-sembunyi, khawatir menjadi dua mata pisau yang menikam mereka sendiri.

Jika semua pabrikan risih dengan program recall, atau bahkan malah dibiarkan saja sebuah defect di sebuah produk, yang kena imbasnya siapa? ya konsumen-konsumen itu sendiri. Publik motor yang masih awam dengan recall itu seharusnya dibimbing untuk mengerti apa itu program recall, sehingga posisi tawar konsumen kuat. Bukan malah memanfaatkan recall untuk bece produk….. Bikin pabrikan enggan melakukan recall terang-terangan.

Terus jika konsumen tidak bisa menikmati program recall yang bagus itu, siapa biang keroknya ya salah satunya para grup pembece itu. Sudah mengurangi kesempatan pabrikan melakukan program recall. Ini berarti anda-anda tukang bece sudah merugikan orang banyak…. dosanyapun kelas dosa massal….. lha wong yang kena efeknya publik massal kok.

Disinilah salah satu peran media, khususnya blog untuk membendung tukang bece. Jika dibiarkan, blog menjadi media yang digunakan oleh team bece untuk merugikan orang banyak….. Nah…. kenak “pulutnya” kan? 

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum