Motor Sport, Naked Berdimensi Kecil…. Why Not ?

suzuki

Yola dulur yang budiman….. bicara motor kelas naked atau sport, umumnya mindset kita acuannya adalah moge. Semakin besar dan kekar maka dianggap keren. Hal ini membuat pabrikan motor selama ini membuat motor laki berdimensi besar dan seat height yang lumayan tinggi, katakanlah sekitar 80an cm.

motor dimensi kecil

Untuk ukuran orang awam Indonesia, jelas hal ini membuat jinjit balet atau dingklik mania…. termasuk deka salah satunya. Muncul ide, gimana kalau pabrikan mengeluarkan motor kelas sport atau naked tapi dimensinya lebih kecil daripada yang ada sekarang.

Untuk deka sendiri, jelas hal tersebut akan menjadi prioritas utama memilih motor. Minimal tidak jinjit balet, yah….. jinjit 1/3 tapak lah….. bukan soal bisa tau tidak mengendarai motor yang seat height-nya tinggi, tapi ini soal kenyamanan dan ketenangan saat kondisi-kondisi tertentu.

Deka pernah mengalami hal buruk saat menaiki bajaj pulsar dulu. dengan seat height lebih dari 83 cm, deka kudu jinjit balet, walaupun sudah papras jok. kalau dalam kondisi normal sih no problemo, lancar jaya. Apalagi kalau sudah jalan….. easy going, fine-fine saja, nyaman bahkan. Namun pernah harus berhenti mendadak karena ada motor nyelonong. Ndilalahnya kok tanahuntuk berpijaknya dalam, akhirnya kaki nggak nyampai dan GUBRAKKKK…… sakit sih kagak….. motor juga cuma lecet dikit…. tapi wirangnya itu lho…. keki…. malu diliatin orng banyak.

Jangankan pulsar, vixion atau cbsf saja deka masih jinjit, nggak menapak sempurna. Jelas kalau dalam kondisi macet membuat berkendara kurang pede. Kalau nanti kudu mendadak napak dalam kondisi tertentu, bisa berabe nih……. Mungkin itu hanya soal pembiasaan diri, jika sudah biasa maka akan nyaman-nyaman saja. Iya sih…. namun tetap saja mengandung resiko untuk biker yang secara fisik jangkauan kakinya pendek.

bandit 250 rider
bandit 250 rider

Kemudian deka ingat kalau suzuki pernah menunjukkan sebuah motor konsep dengan frame suzuki satria, tapi bergenre sport. Motor sport yang secara dimensi lebih kecil dari motor sport umumnya. hal ini mungkin bisa membuat trend motor sport baru, yang selama ini memang belum pernah ada.

Jelas yang dimaksud motor sport dimensi kecil bukan seukuran bebek, tapi berukuran antara motor bebek dengan motor sport umumnya sekarang, seat height sekitar 76-78 cm. Jelas jika hal ini terwujud nyata, maka akan cukup menggembiran bagi biker yang punya fisik pendek, termasuk deka. Motor berdimensi kecil bukan seperti kawasaki Z-125 atau honda monkey ya…. itu mah motor mini. Motor sport dimensi kecil itu secara paket utuh dimensinya lebih kecil, tapi perbandingan ukuran ban, body dan part lainnya memang selaras, nggak nampak desail boncel atau cebol. Seperti layaknya motor sport, tapi sedikit lebih kecil.

Dengan desain yang lebih kecil namun dengan mesin yang kubikasinya sama dengan motor lain, jelas punya keuntungan dari mengakomodir biker pendek, bobot lbih ringan, ground clearence lebih rendah, dan lebih lincah. Katakanlah kelas 150 cc, maka motor dimensi kecil akan menang secara PWR. Dengan unggul performa, walaupun dimensinya lebih kecil bisa jadi akan menjadi trend setter baru.

Pantas atau tidak motor tersebut jika dinaiki? Coba dulur sekalian lihat bule-bule naik motor kelas 500 cc kebawah….. atau bule naik motor 250 cc….. nah seperti itulah gambaran jika biker dengan fisik pada umumnya orang negeri ini menaiki motor sport dengan dimensi lebih kecil….. Tetap keren…… dan lebih safety soal daya tapak jika harus berhenti mendadak…..

Semoga bermanfaat

wassalamualaikum

 

gulf oil