Motor Masih Berhak Minum Premium

suzuki

Yola dulur….. satu minggu ini daerah tempattinggal deka sedang mengalami krisis BBM. Pombensin pada kelimpungan melayani pembeli karena terbatasnya stok bbm.

antrian pom
antrian pom

Hal ini disebabkan karena pembatasan jatah bbm dari pertamina karena jatah subsidi dari pemerintah sudah mentok tidak boleh ditambah lagi. Otomatis jatah bbm subsidi sampai akhir tahun harus diolah agar cukup sampai akhir desember nnti. Pengurangan distribusi adalah jalan keluar mereka.

Sebenarnya pengurangannya itu hanya 5-20 %, namun ntah kenapa antrian di pom bensin mengular dimana-mana. Alasan dari petinggi pertamina bahwa hal ini disebabkan oleh Rush masyarakat, ketakutan sehingga membeli sebanyak-banyaknya yang membuat antrian panjang adalah kurang tepat. Kenapa? karena dari pengamatan deka, antrian di pom bensin tersebut hanya mengisi sewajarnya, bahkan pihak pom pensin malah membatasi jumlah pembelian. Berarti memang bbm langka di mana-mana, entah karena disimpan atau kesalahan distribusi, itu urusan pertamina.

ilustrasi
ilustrasi

Kalau di runut lagi kenapa jatah bbm subsidi berkurang, karena makin banyaknya jumlah pertambahan kendaraan di negeri tercinta ini. Kemampuan membeli kendaraan masyarakat yang meningkat membuat jumlah populasi kendaraan meningkat. Otomatis peminum bbm subsidi juga meningkat, jelas pilih premium karena harganya hanya separuh lebih murah daripada pertamax.

Dan sumbangsih terbanyak adalah Mobil…..lha kok mobil? simpel saja….. satu mobil mengisi bbm hampir 10 kali lipat dibanding motor, dan secara konsumsi lebih cepet habis. Kalau motor mengisi 1 liter bisa dipakai untuk minimal 30-35 km pahitnya,kalau mobil hanya 10-15 km. Jadi dari dasar ini, pemakai mobil adalah penyedot bbm subsidi paling banyak .¬†Heittsss … bentar …. bentar… ademkan¬†dengkul otak anda, memang populasi motor jauh lebih banyak dibanding mobil, tapi dari penggunaan perliter bbm mobil jauh lebih banyak daripada motor.

gulf oil
anjuran penggunaan bbm
anjuran penggunaan bbm

Kalau dilihat dari ketepatan sasaran, mobil juga dianggap kurang tepat sasaran. Logika sederhananya adalah jika ada 15 L bbm subsidi dari pemerintah, maka bisa diberikan kepada katakanlah 5 orang pengguna motor bebek atau metik, sedangkan kalau mobil hanya 1 orang. Padahal bbm disediakan untuk membantu kalangan masyarakat yang membutuhkan. Sekarang secara logika, pemilik mobil dengan pemilik motor posisinya tinggi mana?

Sekarang dilihat dari para pemilik motor yang sangat banyak ini, rata-rata adalah kelas pekerja dan pelajar. Memelihara motor karena butuh untuk menunjang usahanya, memutarkan sebagian besar roda perkonomian negara. Sedangkan pelajar adalah pihak yang memang masih disuapin, belum produktif namun posisinya sebagai penerus generasi berikutnya. Kalangan golongan inilah sebenarnya fokus pemberian bbm subsidi oleh pemerintah.

Yang menjadi masalah adalah pemilik mobil merasa ini tidak adil, yang namanya bantuan semua harus dapat karenamereka juga bagian dari rakyat. Pendapat seperti ini menurut deka adalah menuntut keadilan namun berefek ketidakadilan. Ya….karena awalnya yang mendapatkan bantuan adalah suatu golongan yang kurang mampu, namun harus dibagi juga ke yang mampu. Dan golongan yang mampu ini konsumsi perorangnya jauuuuhhh lebih banyak dari golongan target bantuan sebenarnya.

Terus ada juga yang berpendapat, pemilik motor, pengguna motor juga banyak kok dari orang kaya. Banyak juga orang punya motor hanya untuk senang-senang, tuh motor sport banyak, tuh motor touring banyak, tuh moge banyak. Dan ada juga pemilik mobil yang dari kalangan biasa, mobilnya mobil bekas, tua…… Nah kalau pertanyaan seperti ini, daripada deka penjang lebar menulis lagi, silahkan klik artikel ini.

Jika punya opini lain monggo dishare saja, karena artikel ini adalah opini sepihak dari penulis yang kadar kebenarannya belum tentu pasti.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum