MotoGP Tidak Harus Selalu Menjadi Acuan Tehnologi Motor Komersil

marquez-vs-lorenzo-mugello
suzuki

Yola dulur…. Ada opini menarik saat perkenalan sebuah motor super sport milik Kawasaki, yaitu Kawasaki H2 dan H2R. Ada beberapa komentator yang mempermaslahkan kapabilitas Kawasaki dalam menerapkan tehnologi pada motornya. Atau bahasa sederhananya mempertanyakan kualitas Kawasaki itu sendiri. Kalimat seperti : ” Bisa bikin motor seperti H2 juga percuma, motoGP aja nggak ikut. ” Atau kalimat ” Kemampuan Kawasaki dipertanyakan karena di MotoGP nggak ada apa-apanya”.

marquez-vs-lorenzo-mugello
marquez-vs-lorenzo-mugello

Terus pertanyaan berikutnya, kalau sebuah merk menjadi pecundang atau bahkan tidak ikut motoGP itu membuktikan tehnologi motor produksinya menjadi medioker atau under level dibandingkan pabrikan yang langganan juara motoGP? Well kalau dari sudut pandang tehnologi prototype motor motoGP memang mahfum opini tersebut.

Namun kalau boleh kita berdiskusi sebentar, motor motoGP itu boleh dibilang merupakan puncak dari riset sebuah motor untuk mencapai performa tinggi. Disini adalah ajang buang-buang uang untuk meriset beberapa motor yang akan dijadikan kuda balapan. Pembalap dengan skill dewa,Part-part eksotis, program komputer super kompleks, dan seluruh bagian motor merupakan hasil penghamburan uang riset yang nggak pernah terpikirkan akan balik modal dari hadiah hasil lomba. Boleh dibilang out of reach jika dijadikan motor produksi…

ninja zx1000r
ninja zx1000r

Sebentar mas Deka, nyatanya Honda mau meluncurkan RCV versi legal street, berarti gugur dong opini diatas? Ehm….. Mari kita lihat kedepan, apakah motor ini akan menjadi motor massal atau hanya spesial edition yang menjadi kolektor item, atau strategi agar Honda bisa menurunkan spek motor mirip motoGP ke WSBK ( baca lagi aturan motor yg diperbolehkan ikut WSBK ). Atau kita juga belum disodori harga dan spek resmi dari si RCVS ini… Tapi ane kok sangsi kalau speknya sama dg RC213V ya…. Time will tell laaagh.

Kemudian sebuah pabrikan yang memutuskan ikut atau tidak ajang motoGP itu sudah ada perhitungannya sendiri. Namun ujung-ujungnya adalah penjualan motornya itu sendiri. Kalau dirasa image yang diperoleh oleh keikutsertaannya di motogp nggak sebanding dengan hasil jualan ya ujung-ujungnya tekor. Apalagi pabrikan kek kawasaki hanya jualan motor sport, tanpa merambah segmen populis atau motor cc kecil, kalaupun ada di belahan dunia lain, ceruknya sangat kecil. Berbeda dengan Honda dan Yamaha dimana kelas metik, moped merajai di pasar dunia.

cbr 150 dan r15, gambar milik wak haji TMC
cbr 150 dan r15, gambar milik wak haji TMC

Ya… Diakui atau tidak, ajang motogp itu hanya diambil image-nya saja untuk jualan motor komersil. Menjadi ajang pembuktian bahwa tiap pabrikan mempunyai tehnologi motor tertinggi, buktinya ikut motoGP. Padahal kalau kita kemudian memandang motor kelas 250 cc kebawah, tehnologi motogp apa yang tersemat? Paling hanya 1,2,3 bagian saja dari ratusan onderdil motor motogp.

Apakah itu cukup membuktikan bahwa produk yang pabrikannya ikut balap motoGP lebih mumpuni?…. Sangat debatable…. Motor dengan merk Triumph, BMW, MV Agusta, Kawasaki, Aprilia dan Suzuki ( sebelum ikut tahun depan ), merupakan motor medioker karena nggak ikut motogp?…..
Think again dah…….

Ini merupakan opini deka yang mungkin saja berbeda dengan anda…. monggo saja dishare untuk tukar wawasan….

Bonus pesenan om perbus : Linkin Park……. Faint

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum

19 Komentar

  1. MotoGP itu semua prototype, ajang show case teknologi tertinggi di dunia, WSBK ya versi road/ street legalnya, yang ngemeng Kawasaki gak ada apa2nya di MotoGP ya bener juga…pait emang tapi kenyataannya gitu soalnya πŸ˜€

  2. sepertinua jurus plek kutemplek plek ini adalah ide baru. ajang kelas wahid membuktikan versi prototype josss. sepertinya kalo versi jalanannya va kalah josss. ide baru boleh diterapkan. mencari konsumen dengan tipe baru. kalo kegagalan biasa lah ya dalam usaha. kita liat seberapa josss spek nya. dan kemampuannya di jalan.

  3. rumit juga kalau dipikir,yang jelas tiap orang beda pula typenya dan kemampuan analisanya,ada yang langsung tahu suatu barang bermutu,ada yg pengembira (membayang dirinya sebagai pembalap idolanya), ada yang ikut euforia aja dan ikutin yang lagi rame (itu pun menurut opini yg bersangkutan, sedangkan pihak pabrikan bergantung keadaan dan opini pemegang keputusan,misal brigstone menganggap promosinya dimotogp sudah tidak tepat

  4. paragraf ke 3 , baris 3
    Disini adalah ajang buang-buang uang untuk meriset beberapa motor yang akan dijadikan kuda balapan.
    buang-buang uang? sungguh,.?
    si garpu & si sayap ga bakal repot2 masukin slogan/motto ~one heart ~satu hati, ~semakin didepan dll jika moto GP adalah ajang buang buang uang semata. ataumereka ga bakal berebut beli hak siar nayangin moto GP sperti dilakukan sebuah pabrikan jika yg ada di GP adalah murni buang buang uang ~think again,
    itu tentang pride dan prestise yg berujung ke bisnis (profit oriented).
    modal lebih besar, harapannya untung yg diraup juga sebanding.
    contoh kasar namun dilakukan oleh pabrikan bego adalah seperti ini :
    pabrikan Y membayar hak siar, kemudian meletakkan produk ringsek nya di depan presenter.
    namun yg terjadi selama race pabrikan yg mnjadi representasi mereka di kelas paling bergengsi sejagad permotoran itu dikamplengi belasan kali di sirkuit.
    pertanyaannya siapakah yg ngiklan gratis (ga perlu cape mbayar advertise yg di barengi dgn hak siar ) namun Fansboynya jadi nambah loyal
    dan orang yg awam jadi tau honda itu mesin kenceng,
    bukti nya ya dominasi kemenangan dari sekian seri yg dipertandingkan.
    just think again.

    • Itu bahasa sarkastis bro… Kan udah diterangkan bahwa ajang motogp itu puncak riset tertinggi, ujungnya buat brand image…. Makanya pabikan menghamburkan uang sebatas ia mampu… Seperti membuang uang saja….. πŸ™‚ .

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*