Motogp Sepang 2018 : Lahirnya Jorge LoRinso

Yola dulur yang budiman… Motogp seri Sepang 2018 berlangsung ” biasa saja “. Ada 2 catatan menarik versi ngademin 78deka.com. Same old story yamaha dengan crashnya rossi, dan lahirnya Jorge LoRinso.

Nggak usah bicara siapa juaranya atau proses menuju juaranya. 1. Marc 2. Rins 3. Zarco. Sudah terlalu biasa 93 menang ” mudah ” dengan Super RCV nya.

Yang menarik dibahas adalah cerita lama yang masih sama dan seperti kanker stadium 3 nya motor yamaha M1. Memimpin sedari awal, start bagus dan terus memimpin dari seorang valentino rossi tidaklah cukup untuk mengantarkannya juara.

Mengamati dari awal balapan, rossi melakukan simulasi yang nyaris sempurna. Baru 5 lap terakhir dia mulai mempush lagi motornya karena melihat marc stabil kecepatannya dan mulai mendekat. Disinilah sumber masalah yamaha kembali menjadi biang kerok crash nya rossi.

Seperti halnya kata Iannone : kalau balapan hanya 15 lap, motor yamaha bisa kandidat menang. Diatas itu, ban belakang tidak mampu lagi membuat motor yamaha menjadi cepat. Namun bukan faktor ban… Ada sumber masalah lagi yang membuat ban belakang yamaha tidak tahan sampai akhir balapan.

Elektronik … Problem utama yamaha ada elektronik, sehingga manajemen power ke ban belakang tidak smooth. Terlalu banyak spin yang mengakibatkan ban belakang cepat habis. Dan karena spin berlebih itulah yang membuat rossi crash tadi. Jika tidak dipush disalip marc, motor dipush, ban belakang spin berlebih…. Sama-sama menelang bara api.

Lahirnya Jorge LoRinso…. Maksudnya, jika anda kangen dengan gaya balap Lorenzo yang super duper smooth seperti balerina, fly like butterfly, sting like a hornet. Tadi muncul tuh di seorang Alex Rins.. Jadilah dia Jorge LoRinso… Gaya balapnya ” Plek ketuplek ” dengan gaya sang x fuera.

Sayangnya seorang Rins masih labil soal start. Kadang bagus, kadang letoy leperti tadi. Memulai dari start balapan di urutan 8, mundur menjadi 10. Kemudian pelan namun pasti meningkatkan kecepatan, sesuai simulasi balap saat FP. Secara pasti doi merangkak dari posisi 10 ke posisi 4. Ketika rossi jatuh membuat rins pengisi podium melihat motor yamaha zarco zarco makin pelan menjadi mangsa empuk rins untuk menjadi runner up.

Dari 7 pembalap yang dia salip, tak ada satupun yang kaget atau komplain. Semua disalip ” tekstuil ” seperti teori balap. Ya memang harus disalip oleh Rins… Mungkin batin mereka seperti itu. Gaya balap Rins super smooth seperti Lorenzo. Gaya menyalipnya juga tekstuil seperti lorenzo. Tak ada take over agresif dari Rins. Mungkin dialah pembalap tersopan di musim 2018 ini.

So… Masa depan Rins sangat cerah jika dia mampu menambah pengalamannya, how to agresive dan start bagus….. Maka anda akan selalu teringat Jorge Lorenzo yang mengendarai motor Suzuki GSRR nomer 42.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum