Motogp Catalunya : Va”late”ino Rossi Dan Marc Mar”crash”

suzuki

Yola dulur… sebenarnya deka telat nonton motogp seri Catalunya Spanyol. Tadi deka masih di perjalanan dari Sukabumi arah Bogor. Niatannya mau liat siaran motogp di mess bogor. Sayangnya kehujanan jam 06.15 wib dan harus meneduh di Ciawi karena jarak pandang terbatas. Yah akhirnya cuma disisain 7 lap akhir saja. Menurut reka deka, Marquez udah crash, dan saat deka lihat ulangannya doi telat braking dan masuk gravel. Sedangkan Rossi berusaha ngudag Lorenzo namun nggak cukup lap. Isi podium terdiri dari LOrenzo, Rossi, dan Pedrosa. Seri kali ini deka sebut Va”late”ino rossi dan Marc Marcrash.

motogp catalunya 2015

Soal kemenangan Lorenzo, deka ngga begitu tertarik ( maaf ya bagi fans-nya ). Bukan karena lorenzo kagak hebat dan bukan luar biasa dengan quadruple winnernya, namun emang nampak seperti “biasanya”. Kalau udah di depan maka akan susah diudag, susah disalip. Kalau udah keluar jurus balet-nya, yo weskemungkinan juara akan besar, kecuali pembalap belakangnya kesetanan dari lap-lap awal.

Contohnya ya valentino rossi yang tepat dibelakangnya. Di akhir-akhir lap, kecepatan Rossi melebihi Lorenzo, bahkan sampai berselisih 1 detik, dan terus mendekat. Sayangnya Rossi kehabisan lap sehingga nggak memungkinkan terjadinya duel. Bukan salah Lorenzo, namun Rossilah yang telat mendesak di urutan podium saat race. Doi kudu bertempur dulu semenjak start dari urutan 8. Rossi terlalu lambat saat qualifikasi, harusnya the old crack mencapai starting grid di 1 atau 2, urutan 3,4,5 , syukur-syukur pole atau 2. Dari banyak balapan, rossi selalu buang waktu untuk melayani pembalap-pembalap belakang kemudian merangkak naik berebut podium. Rossi kudu merubah kebiasaan itu agar nggak telat panas berebut juara 1, the Va”late”ino Rossi.

Sedangkan si fenomenal ( kalau 2 musim belakang fenomenal karena menang, sekarang fenomenal karena sering crash ), Marc Marquez mempunyai julukan baru Marc Marcrash. Sudah kesekian kalinya doi mengalami DNF, zero poin karena mengalami crash. Bagi sebagian fans, menganggap maklum karena tabiat doi yang tipe hero or zero. Buat deka, itu seperti winner or loser, pemenang atau pecundang. Dan sekarang lebih banyak jadi pecundang. Pembalap yang membalap spektakuler namun diakhir nggak dapat poin itu loser, bagaimanapun urutan 15 lebih baik dari DNF, dan itu fakta.

podium hohe n rossi

Marquez entah sudah keberapa kalinya nggak terhitung mengalami mistake, kesalahan medioker.Kalau 2 musim dahulu masih tertutupi oleh keampuhan motornya, kali ini sayangnya nggak. Sudh terlalu sering deka bilang kalau MM terlalu sering berbuat kesalahan untuk seorang juara dunia, bahkan 2 kali. Menurut deka, nggak ada yang berkurang dari skill Marquez, namun kali ini deka menguatkan opini kalau mental Marquez-lah yang tergerogoti. Isi kepala Marquez sudah penuh dengan Lorenzo dan Rossi, seperti yang dibilang oleh Kevin Schwantz. Kalau mau mengalahkan Marquez, seranglah isi kepalanya, penuhi kepalanya dengan tekanan. Cek arikel ini

rossi-menerapkan-jampi-jampi-mbah-kevin-schwantz-pada-marquez

Bicara mental berarti bicara kedewasaan pembalap. dari sekian crash yang terjadi menggambarkan kalau Marquez kalah dewasa dibanding pembalap alien lainnya. Pertanyaannya sampai kapan Marquez akan menjadi dewasa? sampai kapan titel Marc Marcrash akan copot darinya? time will tell

 

 

gulf oil