Motogp Austria : Duel Calon Partner, Lorenzo Menang

suzuki

Yola dulur yang budiman… awalnya agak males bikin artikel motogp seri austria ini. Namun setelah mengikuti balap, sepertinya layak dibuat menjadi sebuah artikel. Terjadi duel calon partner, siapa lagi kalau bukan vaduka hohe lawan marquez. Dan kali ini lorenzo menang.

Tidak ada hal yang menarik saat balapan dimulai. Hanya aksi alex rins rins suzuki yang melesat, menyodok banyak pembalap depannya. Dari start ke 10, bisa menyodok ke urutan 5, meskipun setelah itu pelan-pelan melorot.

Dari awal balapan, ketika marquez melesat terdepan, sepertinya doi ingin menjauh dan membuat parade sendiri di depan. Pertarungan hanya terjadi diurutan dua tiga yang diisi oleh duo ducati, dan pembalap-pembalap urutan medio.

Namun setelah 13 lap berakhir, duo ducati mampu memangkas jarak dan menempel marc. Sampai pada 10 lap akhir terjadi triangle battle antara marc, lorenzo, dovi. Saat dovi ingin menikung lorenzo, doi malah membuat kesalahan dengan melebar dan membuang banyak waktu.

Dari awal balapan, Lorenzo memang cukup cerdik mempertahankan ritme dan menutup celah untuk menyalip. Beberapa kesempatan, dovi sebenarnya lebih kencang dari hohe, namun saat ingin menyalip, hohe tidak memberikan celah. Sampai pada saatnya dovi memaksakan menyalip dan akhirnya melebar…. Pertarungan tinggal menyisakan duo ktp spanyol, marc vs hohe. Calon partner mereka tahun depan di team HRC.

Ketika lap tinggal menyisakan 3 putaran, lorenzo membuat kesalahan di tikungan paling lambat. Telat mengerem, sehingga melebar dan dimanfaatkan marquez untuk menyalip. Namun itu hanya sebuah kesalahan saja. Sejatinya lorenzo lebih cepat. Di sisa 2 lap, mereka saling salip, saling tikung. Dan terbukti, lorenzo memang lebih cepat dari marquez pada akhirnya.

Rahasianya adalah ban soft yang dipakai oleh lorenzo. Disaat pembalap lain menyerah dengan ban soft-soft, lorenzo sukses mempertahankan compound ban sampai akhir. Karakter balapnya yang smooth membuat ritme balapnya konstan sedari start sampai akhir.

Berbeda dengan marc yang memakai ban hard di belakang, namun saat akhir balapan, nampak bannya lebih aus daripada lorenzo, sehingga catatan waktunya tak stabil. Ini disebabkan dengan gaya balapnya yang kasar, ban belakang sering spin dan waktunya melorot.

Lorenzo memang master of soft tire. Dangerous killer valerina balet is back…. Fly like butterfly, sting like e hornet. Lorenzo-Marquez-Dovizioso…. Great job.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum