MotoGP Australia 2018 : Dua Faktor Kemenangan Vinales

suzuki

Yola dulur yang budiman… Seperti prediksi kemarin, balapan motogp seri australia menjadi perebutan podium antara suzuki dan yamaha. Eh… Tak disangka ducati juga kuat. Namun vinaleslah pemenangnya. Dari pengamatan penonton motogp 78deka.com, ada dua faktor yang menjadi kunci vinales juara.

Prediksi Motogp Australia : Marquez Bukan Jaminan

Sebelumnya, mari kita obrolkan kejadian penting sebelum kemenangan tersebut. Saat start duo suzuki melakukan start bagus, langsung menyodok ke 4 besar, dan tak dinyana seorang petrucci menyodok terdepan, namun sayangnya melebar. Marquez yang start buruk lambat laun mengambil alih pimpinan.

Setelah beberapa lap, para pembalap yamaha mulai agresif. Vinales yang start barisan belakang mulai menyodok ke depan. Dan gerombolan depan ada sekitar 9 motor yang bertarung ketat. Posisi pembalap berubah tiap tikungan. Balapan kali ini mempertontonkan royal battle sesungguhnya di kelas raja. Siapa saja bisa menang.

Zarco yang bermain agresive kontak bodi dengan rins, akhirnya bertemu marc didepannya. Zarco yang di trek lurus lebih kencang mendekati marc melalui jalur luar. Dan saat mau menikung ke kanan, marc pindah line balap sebelah luar, padahal di samping belakang ada zarco. Akhirnya keduanya tabrakan, zarco crash dan marc DNF, motornya patah.

Di sinilah juara balapan mulai seru, dimana vinales yang ada di depan diuntungkan sedikit waktu ketika para pembalap dibelakangnya mengurangi kecepatan saat insiden marc zarco. Dan satu dari dua faktor vinales berperan…¬†ban depan soft.

Dengan ban depan soft, vinales bebas mengembangkan kecepatan di lap-lap tersebut saat dia memimpin… Mirip dengan¬†jorge lorenzo. Meninggalkan barisan belakangnya yang saling tusuk… 7 pembalap berduel memperebutkan posisi dua. Tanpa diganggu duel, vinales lenggang kangkung mengembangkan pace sampai 2 detik lebih.

Faktor kedua adalah keteledoran Iannone. Motor suzukinya begitu kuat. Ketika berhasil menyalip ducati dan berposisi dua, doi sempat mendekati vinales. Namun sayangnya melakukan kesalahan sehingga melorot ke urutan 5. Ian bisa mengembangkan kecepatannya lagi, namun duel dengan 3 pembalap di depannya jelas menyita waktu. Jarak vinales sudah 4 detik lebih.

Ketika 4 lap terakhir, Ian mampu memangkas selisih waktu sampai 2 detik dari vinales. Namun itu tak cukup…. 4 detik adalah jarak yang cukup jauh. Jadilah dia runner up di belakang vinales dan di depan Dovizioso peringkat 3.

Bagaimana rins? Di awal-awal sampai di pertengahan balapan masih kurang agresif. Terlalu sering disalip pembalap lain dan menyalipnya lagi. Di akhir balapan terjebak oleh pertarungannya dengan rossi, dan di lap terakhir berhasil menikung simbah dan finish di urutan 5… Not bad lah…..

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum.

gulf oil

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*