MIO, GADIS YANG TELAT BERSOLEK

suzuki
black mio
(mio)

Yola dulur, mio merupakan skutik atau metik keluaran pabrikan yamaha yang mendobrak segmen pasar bebek yang sangat dominan waktu itu. Pada saat kumpeni lain belum berani atau belum tertarik segmen pasar metik, yamaha dengan pedenya ngeluncurin tu metik. Perlahan tapi pasti metik menjadi mainan baru para biker, mulai menggerus kemapanan bebek, mio menjadi mainan yang mengasyikkan karena easy ridingnya, kaga perlu ketrampilan tinggi, kaga perlu oper gigi, kaga perlu narik kopling, postur metik yang pendek membuat semua kalangan gampang naikinnya.

Mio membuat metik booming dimana-mana, khususnya anak-anak muda. Kelemahan metik yang cenderung lebih boros dibanding moped terabaikan karena easy ridingnya. Skutik ada dimana-mana baik di perkotaan maupun pedesaan, semua bilang naik mio, anak ababil merengek-rengek ke ortunya minta dibeliin mio, ke pasar naik mio, ngeceng naik mio, muter-muter naik mio, bukan naik skutik, metik ya mio. Masyarakat lupa kalau metik bukanlah mio saja, sebelum si meong udah ada metik yang lainnya yaitu kymco, metik china lainnya, bahkan sejak tahun 90an udah ada metik merk peugeot. Mereka lah pioner metik, tapi yamaha mio yang menikmati keuntungan lebih besar….kenapa??? faktor brand…….

Ya…. faktor brand, kekhawatiran awam jika menggunakan tehnologi yang dianggap baru adalah kalo ada problem mau servis dimana? ada bengkelnya ngga? Nah….. pertanyaan ini dijawab sama yamaha yang mempunyai jaringan relatif luas, ngga kalah jauh ama jaringannya Honda. Masyarakat kaga takut lagi beli metik, berbondong-bondonglah pembeli menyodorkan isi dompet ke diler, sangking larisnya kudu inden…ngga boleh beli cash….kudu ngutang…. 🙂 . Mio bagaikan gadis cantik pendatang di sebuah desa yang membuat pemuda-pemuda kampung gandrung, sifatnya yang kenes, centil, supel membuat para pemuda klepek-klepek. Tiap malam ada yang nongkrong di depan rumahnya, genjrang-genjreng sambil mengharap sang gadis nongol keluar, bahkan yang bapak-bapak pun kalo pas ngeronda nyempetin nongkrong agak lama dengan alasan ngecek keamanan 😀 (halah malah ngelantur) .

ilustrasi primadona desa
ilustrasi primadona desa

Si mpunya mio yaitu YIMM bungahe ora eram anak perempuannya digandrungi banyak orang, gadis cantik itu dipamerkan ke semua kalangan, si empunya euforia. Merasa anak gadisnya menjadi idola, dia yang memilih siapa yang boleh bergaul ama mio, yang ngutang duluan…. yang cash entar belakangan…pasang tarif tinggi. Keluarga mio lupa kalo ketenarannya karena belum ada gadis cantik metik  lain yang datang, sehingga dengan dandanan, pakaian (baca : fitur) seadanya saja sudah laris manis tanjung kimpul, YIMM lupa (atau takabur?) kalo ada keluarga lebih mapan, kaya, yang punya anak gadis juga, cuman belum datang dari perantauan.

Akhirnya datang juga waktunya si anak orang kaya, mapan bernama keluarga AHM aka honda yang bibit, bobot, bebetnya lebih dikenal sama warga, datang dari perantauan, anak itu bernama pariyem eh vario. Gadis itu itu parasnya emang kalah cantik dibanding  mio yang gaul, sehingga awal kedatangannya ngga begitu mempengaruhi ketenaran si mio, metik ya mio. Tapi ortu si vario pandai, dia terus mendandani anak perempuannya agar lebih menarik, fitur-fitur disematkan, masyarakat mulai ngelirik tuh gadis, apalagi dari trah ningrat, kaya, mulailah perhatian masyarakat terpecah dan beralih ke keluarga ningrat AHM, sayangnya baru sebagian kecil saja yang berani bergaula ama gadis bernama pariyem (halah keliru lagi) vario itu, soalnya kudu berkantong lebih tebel untuk meminangnya…ningrat jeh….

Titik puncak peralihan itu adalah saat adik si pari (mau keliru lagi ndak jadi 😀 ) vario datang setelah wisuda kampusnya di kota, parasnya yang centil, imut, serba bisa (fitur melimpah), mudah gaul, pandai dandan, ngga semahal kakaknya untuk dideketin, dan yang utama bibit, bobot, bebetnya terkenal baik, dari keluarga kaya, anak gadis itu bernama Beat (betty?)….. sopo ora kepincut?… keelokan si beat membuat sebagian besar penggemar mio beralih, kepopuleran metik AHM terus meningkat, metik sudah bukan identik dengan mio lagi.

Jerih payah menanamkan mindset metik is mio yang sudah terpatri di kepala masyarakat hilang seketika. Ya… karena ortunya mio terlalu pede, lupa mendandani anak gadisnya. Ketika duo kakak adik keluarga kaya,terutama si gadis imut pandai dandan datang, pikiran masayarakat pelan namun pasti beralih, lha wong siapa ngga kenal dengan keluar HONDA? YIMM mulai sadar akan kesalahannya, mulai mendandani anak gadisnya, namun sayang semua sudah telat, perlu effort yang lebih besar lagi. dandan sana, dandan sini tetep ngga bisa menggoyahkan ketenaran metik honda. Momentum itu sudah hilang, perlu membuat momentum baru untuk memperebutkan perhatian warga, perhatian konsumen metik….

Mio bisa menjadi primadona desa lagi? THINK AGAIN….

Ini adalah opini bebas saia, jika anda punya opini lain, silakan share….Wasslamualaikum