Michelin Membuat Ban Baru Khusus Yamaha Suzuki? Tidak!!!

suzuki

Dulur yang budiman… Pasca sesi tes pra musim 2020 di sirkuit sepang dan Losail, peningkatan performa motor yamaha dan suzuki lebih signifikan perkembangannya daripada honda atau ducati. Banyak selentingan bahwa musim ini michelin membuat ban yang menguntungkan mereka. Apakah michelin hanya menguntungkan suzuki dan yamaha? Ooo, tentu tidak.

Opini yang mengatakan bahwa michelin membuat ban baru tersebut menguntungkan motor dengan basis mesin inline4 nya suzuki dan yamaha, berdasarkan statmen-statmen pembalap mesin inline4. Mereka mengatakan bahwa ban baru michelin membuat mereka lebih kencang di tikungan. Bahkan saat mencoba ban baru, alex rins yang baru masuk lap ke satu saja langsung bisa mencatatkan waktu yang cepat.

Kuncinya adalah karena michelin membuat ban baru ini benar-benar baru konstruksinya. Tidak hanya menambah compound. Tapi struktur kerangka bannya sendiri juga baru. Khususnya untuk ban belakang. Hasil masukan dari pembalap selama beberapa tahun. Jadilah ban baru michelin mempunyai grip yang lebih baik dan punya daya tahan lebih bagus. Ban tidak cepat aus. Dan ini untuk semua team apapun motornya. Tidak spesifik khusus untuk yamaha atau suzuki saja. Dan pengetesannya sudah dilakukan sejak musim lalu. Semua pembalap mengakui ban baru michelin punya grip yang lebih bagus.

MotoGP, Michelin welcomes in 2020 with a launch of a new rear tyre

Piero Taramasso – Michelin Motorsport Two-Wheel Manager – We have now informed Dorna and IRTA of the change and have given the teams and manufacturers the full specification and in-depth data so they can set-up the bikes to give the optimum performance from this new rear slick. This is the first change to construction for the rear for two years and an important advance in the evolution of our MICHELIN Power Slick tyres for MotoGP. The new construction is in line with Michelin’s long lasting performance approach, which guarantees consistent performance all race long, and we are now looking forward to seeing it perform in racing conditions and breaking more records”.

Pertanyaannya, kenapa pembalap-pembalap mesin inline4 begitu menyukai ban baru ini? Well…. karena motor mesin inline itu disebut dengan motor balap konvensional, oldschool, konservatif. Dimana mencari kecepatan di tikungan atau curve rolling speed, bukan di trek lurus. Mereka mencari kecepatan sambil menikung. Makanya gaya menikungnya cenderung lebih parabolik daripada mesin V atau L yang bisa pin poin atau sederhananya memotong tikungan lebih tajam, memanfaatkan akselerasi yang lebih mumpuni.

Disinilah grip ban belakang motor mesin inline4 begitu penting. Apalagi jika ditambah dengan daya tahan grip yang lebih lama, maka makin lama pula durasi kesempatan mesin inline4 untuk mencari waktu tercepat. Lebih banyak menabung lap tercepat mereka karena daya tahan ban bagus. Berbeda dengan musim kemarin. Mesin inline4 lebih butuh traksi ban untuk rolling speed.

Jika ada yang berpendapat bahwa biang kegagalan marquez di sesi uji coba kemarin karena faktor ban yang lebih menguntungkan yamaha atau suzuki, silahkan dicoret. Ban michelin dibuat untuk semua motor, dan mereka sudah sepakat ban batu lebih baik. Hanya saja, saat ini para pengguna mesin inline4 bisa mengkapitalisasi manfaatnya lebih banyak. Lagian marquez berkali-kali crash bukan karena faktor ban belakang, tapi kehilangan traksi ban depan…. Jadi memang sudah beda topik.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

Be the first to comment

Leave a Reply