Menyongsong MotoGP Musim 2018 Ala Suzuki, Kejutan Alex Rins Siap Menyengat

suzuki

Yola dulur yang budiman…. Hari Minggu besok, kampanye balap motogp musim 2018 akan dimulai di sirkuit Qatar. Ada hal yang menyenangkan bahwa jadwal akan diamjukan beberapa jam sehinga kita tidak perlu begadang di dini hari. Ada optimisme yang membuncah di team suzuki. Mari kita perhatikan kejutan alex rins yang siap menyengat.

Ada beberapa hal yang membuat ngadimin antusias menyambut motogp musim 2018 ini. Tentu ada hubungannya dengan team suzuki ecstar. Yang pertama adalah hasil test pramusim yang sangat-sangat positif dicapai oleh suzuki. Pendekatan team terhadap performa mesin dan aerodinamika fairing bodi sudah mengarah ke yang benar. Tinggal faktor elektronik, dimana ngoprek elektronik sodoran dari magneti marelli, sejauh ini team ducati dan honda yang sangat advance bin ahli. Suzuki masih mencari simulasi elektronik yang tepat.

Optimisme tinggi menyongsong seri perdana di sirkuit qatar juga ditunjukkan oleh boss ecstar suzuki, davide Brivio selama perjalanan menuju ke qatar. Doi sangat rilex dengan persiapan team, serta hasil dari uji pra musim. Khususnya capaian Alex Rins selama uji coba dianggap sesuai ekspektasi. Sedangkan Iannone dianggap cukup bagus daripada musim lalu.

davide brivio

Dari statment brivio soal motor suzuki GSXRR motogp, dia berkata motor sangat bagus dalam melahap berbagai macam tikungan, sasis dan performa motor tidak timpang dengan berbagai macam jenis karakter tikungan. Hampir seimbang, merata dalam melahap tikungan jenis apapun. Secara performa mesin juga sangat bagus daripada musim lalu. Tinggal setting elektronik nantinya yang akan menyempurnakannya.

Alex Rins memang menjadi sorotan utama. Selain karena musim lalu banyak tidur di ranjang rumah sakit, kini menunjukkan bakatnya. Skill-nya meningkat pesat saat uji pra musim. Dia mulai menyatu dengan tunggangannya. Hal ini dikarenakan Rins masih sangat muda, prospeknya sangat panjang, serta kemampuannya masih bisa terus berkembang. Namun yang membuat Rins meningkat pesat adlah gaya ridingnya yang mampu menyesuaikan dengan karakter motor. Rins mau belajar mengikuti irama serta karakter tunggangannya.

Berbeda dengan Iannone yang gaya balapnya ngotot, srudak-sruduk, serta ” medog”. Medog dengan karakternya sendiri, naik motor suzuki tapi disamakan dengan naik motor ducati. Doi selalu meminta ” More power….more power” sama dengan gaya ducati. Doi tidak mau mengikuti irama motor suzuki GSXRR, tapi ingin motor seperti ducati yang sesuai dengan gaya balapnya. Sebagai pengumpul dan menganalisa data, sejauh ini justru alex rins yang banyak memberikan input. Sedangkan Iannone memberikan “keluhan”, bukan how… tapi why.

Itulah kenapa, ngadimin lebih mengharap team suzuki ecstar memperpanjang kontrak Alex Rins agar lebih lama di team ini daripada iannone. Selain skill, gaya riding, serta prospek yang masih sangat panjang, keunggulan Alex Rins dari Iannone adalah soal attitude. Dua kali berkesempatan bertemu dengan mereka, Alex Rins selalu ramah dan punya ttitude yang bagus untuk merangkul dan menyenangkan fans. Sangat cocok sebagai brand ambassador suzuki… Sedangkan Iannone? sebaliknya…….. sejalan dengan gaya balapnya… diluar sirkuit sama saja.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum