Menyelami Dunia Diler Motor

suzuki

ahass dijual2

Yola dulur yang budiman….. sebelum melanjutkan tema tulisan, deka akan memberikan penekanan bahwa tulisan ini berlaku untuk semua diler, tidak merujuk ke diler merk tertentu. Dan dengan tulisan ini deka hanya menshare apa yang deka tahu dari dunia usaha bernama diler motor, jika dulur punya pengetahuan lainnya, monggo ditambah di kolom artikel. Inspirasi tulisan ini, karena sebagian publik ternyata masih salah kaprah tentang apa yang terjadi di sebuah diler motor.

Deka mendapatkan wawasan tentang dunia diler motor dari rekan deka di cirebon-kuningan yang awalnya deka support usaha di dunia peternakan dan sekarang merambah ke bisnis diler motor…. dan kebetulan belio punya diler motor AHM. Sebagian publik motor, tahunya diler motor di sebuah kota adalah investasi langsung dari sebuah pabrikan motor. Padahal diler adalah investasi orang diluar pabrikan yang ingin menjadi agen penjual motor tersebut….. sama plek dengan pom bensin atau minimarket seperti alfamart atau indomart.

Jadi saat korporasi motor ingin membuat atau melebarkan akses jualnya, pertama-tama mereka meyakinkan investor lokal untuk menjadi agen penjual, distributor, resaler. Tentu dengan kebijakan yang terstandarisasi baik sop, tempat usaha, kelengkapan, etc…. semakin berkembangnya penjualan, maka diler akan dikenakan target jualan minimal tiap bulan dari pabrikan pusat. Semakin laris sebuah merk, maka investor bukan lagi pihak yang diendorse oleh pabrikan, justru investor lokal lah yang mengajukan proposal agar diberi ijin untuk jualan. Jika semua persyaratan dipenuhi, maka pihak pabrikan akan meng acc pengajuan proposal tersebut.

Contoh paling nyata adalah merk ahm….. karena begitu larisnya produk ahm, maka semakin banyak menarik minat investor lokal untuk mengajukan diri menjadi agen penjual….diler. Bahkan ada guyonan marketing motor, kalok ahm menyuruh seekor monyet jualan motor honda di pulau jawa ini, pasti tetap ada yang mau beli…….konsumen sudah nggak peduli siapa yang jual, tapi produknya.

diler suzuki tutup

Makanya jangan heran jika khusus diler ahm, ditiap daerah atau kota begitu menjamur…. karena investor masih menganggap potensi jualan motor ahm di daerah tersebut masih sangat menggiurkan. Dan jika menurut penilaian pabrikan memang menganggap potensi market di daerah tersebut memang terbuka lebar, maka pabrikan akan memutuskan untuk menerima proposal diler baru tersebut. Tentu dengan adanya tawar menawar dengan diler sebelumnya, mau jadi main diler yang membawahi beberapa diler lainnya, atau investor lain yang membuka diler tersebut. tentu dengan target jualan yang naik.

gulf oil

Bagaimana jika di sebuah kota ada beberapa diler merk yang sama? apakah mereka kongsian? bisa iya bisa tidak….. jika beda investornya, maka yang terjadi adalah persaingan. Buat pabrikan, itu hal yang menggembirakan karena agen penjualan mereka saling berlomba menjual motor pabrikan tersebut. Sampai pada di titik kemampuan masing-masing diler untuk menjual motor mereka, serta potensi sebuah daerah digenggam semua.

Bagaimana jika potensi jualan di sebuah daerah sudah minim, sedangkan dilernya banyak? ya otomatis hukum bisnis bicara, barang siapa tidak bisa bersaing, maka akan gugur dengan sendirinya. Gampangnya gini Lur…. misalkan potensi jualan adalah 100 unit, jika awalnya ada 1 diler, maka semua akan masuk 1 kantong diler itu saja untungnya. Nah jika ada 3 diler, 100 itu dibagi 3 sesuai dengan kemampuan masing-masing diler untuk menjalankan roda bisnisnya. Semakin pandai jualan, maka bagiannya makin besar.

Bagaimana dengan kasus diler yang tutup? ya jelas karena diler tersebut tidak bisa memanfaatkan potensi pasarnya, atau pasarnya semakin terdesak…. atau malah nggak punya dagangan. Ambil contoh kasus di atas, dari 100 potensi, diler A mengambil jatah 50%, diler B 40%, sedangkan diler C karena kurang lihai, maka cuman dapat 10%. Sedangkan jualan 10% itu tidak menutup biaya operasional…. ya lama-lama bakalan tutup. Apakah pabrikan akan menolong? ya menolong, namun memberikan support saja, bukan mensubsidi.

diler yamaha tutup

Bagaimana jika sebuah pabrikan produknya ternyata nggak laku dipasaran? Apakah pabrikan akan hengkang? Jelas pabrikan tetap ingin ada jaringan penjualan di tiap daerah. Pabrikan akan tetap berusaha mencari investor yang mau menjadi agen penjual mereka. Bisa saja dengan persyaratan yang lebih longgar seperti sistem pembayaran tempo diperpanjang, potongan harga produk, sampai target yang fleksible sehingga tidak membebani diler tersebut. Sampai pada suatu titik dimana di daerah tersebut sudah tidak ada investor yang tertarik untuk jualan merk motor tersebut.

Jadi sangkaan kalau diler adalah dari modal sendiri sebuah pabrikan adalah kurang tepat, karena keberadaan diler atau banyak diler di sebuah daerah tergantung dari kombinasi ketertarikan investor lokal, potensi penjualan, serta daya jual motor tersebut. Dan semakin banyak diler motor 1 merk di sebuah daerah, maka disuatu titik pasti ada yang namanya kejenuhan pasar, stagnasi penjualan dimana mengakibatkan antar diler saling kanibal, berebut pasar dan membawa korban tutupnya sebuah diler, walaupun merk yang sangat populis dan sangat menjual motornya.

Apalagi menimpa merk motor yang penggemarnya lebih kecil dan kurangnya inovasi jualan, maka kemungkinan kukutnya salah satu diler motor tersebut di sebuah daerah lebih besar……. Tapi bagaimanapun juga, sebenarnya tiap pabrikan¬† ingin tiap daerah minimal ada 1 diler, sebagai agen penjual mereka….. lha piye le arep dodolan???

Jika ada hal yang kurang tepat, monggo dikoreksi, atau ditambahi.

Lain waktu kita bahas hubungan antara diler dengan konsumen motor

(bersambung)

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum