Mengenal Golongan Base Stock Oli Group I, II, Dan III

suzuki

Yola dulur yang budiman…. Dari usulan beberapa rekan yang mulai menerjuni dunia sesat alias memakai oli mobil baik jenis gasoline atau diesel, meminta ngadimin untuk membuat tulisan tentang bahan dasar oli, atau disebut dengan oil base stock yang terbagi menjadi beberapa golongan.

Maka dari usulan tersebut kita akan membahas soal hal tersebut. Karena ngadimin bukan pakar oli, maka ngadimin menulis artikel ini dengan reverensi pihak yang menurut ngadimin lebih tahu. Dan tulisan-tulisan beliau lah ngadimin mulai mengenal perlendiran mesin. Tulisan ini berdasar dari tulisan umm Arya Bisma.

Secara umum, kandungan oli terdiri dari 2 macam, yaitu bahan dasar yaitu base stock oli dan additive. Seiring dengan perkembangan jaman, pembuatan base stock oli juga mengalami kemajuan. Maka dari itu, hasil pembuatan base stock dari bahan dasar minyak bumi dipisah menjadi beberapa group sesuai tehnologi yang dipakai. Acuan dasarnya adalah viscosity index dari base stock oli yang dihasilkan dari proses tersebut. Makin tinggi viscosity index base stock oli, maka makin bagus.

Group I

Base oil group I adalah base oil yang dihasilkan dari tehnologi destilasi fraksi mineral parafin. Cara ini bisa meningkatkan daya oksidasi oli. Dengan proses destilasi dan solvent refined menghasilkan viscosity index ( VI ) sebesar 80-119. Group I adalah generasi pertama oli mineral yang sekarang sudah tidak digunakan lagi. Disempurnakan menjadi group I+, dimana tehnologinya sudah disempurnakan, menghasilkan oil base dengan VI lebih seragam, 103-108. Group I+ masih dipakai sampai sekarang.

Group II

Group II pada dasarnya sama dengan group I bahan dasar dan tehnologi pemurniannya. Hanya saja ditambahi proses¬†hydrocracked Technologi.¬†Dengan proses tambahan ini, dihasilkan oil base stock yang lebih murni, serta lebih mudah dicampur dengan additives. Seiring perkembangan jaman, tehnologi pengolahanannya semakin berkembang dan menghasilkan oil base stock group II+….. Base oil lebih murni lagi….dengan VI 113-118.

gulf oil

Oil base II ini ada juga yang menyebut dengan oli synthetic blend.

Group III

Oil base stock group III merupakan extended mineral based oil. Bahan dasar masih dari minyak bumi, tapi dalam penyulingannya menggunakan tehnologi IsoHydromer. Hasilnya oil base yang dihasilkan lebih murni dari group III dengan VI diatas 120. Group III pun mengalami perkembangan menjadi group III+ yang mempunyai VI diatas 140. Dan golongan III+ inilah cikal bakal oli sintetik tehnologi atau synthetic technology yang berasal dari mineral base.

Seiring perkembangan tehnologi, group III digantikan oleh group III+ atau sering disebut dengan oli VHVI…very high viscosity index. Oil base stock yang mempunyai VI sangat tinggi, diatas 140. Tehnologi yang dipakai ada 2 macam, hydrocraked technology group II dan dilanjutkan dengan Isohydromer technologi. Menghasilkan oil base yang nyaris murni 99% saturasi dan 1% aromatik.

Di pasaran dunia, oli dengan oil base group III+ atau vhvi disebut dengan fully synthetic. Namun khusus pasar eropa, oil base group III+ atau vhvi tidak boleh disebut dengan istilah fully synthetic. Makanya muncul istilah Synthetic Technology, dengan turunan-turunan istilah marketing seperti sintheses, technosynthese, synthoil, de el el.

Untuk oli pasaran semi sintetik, golongan III inilah yang menjadi campuran dari oli mineral…. Namun perlu kehati-hatian, karena oli mineral dengan ditambah group III 5% saja sudah bisa diklaim semi sintetik. Bahkan ada juga yang menulis sintetik di label, padahal itu oli mineral yang ditambahi golongan group III+. Salah satu parameternya adalah HARGA, atau melihat data msds/pds produk oli tersebut.

( Bersambung ke group IV Dan V )

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum