Mengenal Base Stock Oli Group IV Dan V

suzuki

Yola dulur yang budiman…. Melanjutkan artikel tentang base stock oli atau bahan dasar pelumas kendaraan. Kalau ertikel sebelumnya membahas oli dengan bahan dasar mineral, maka kali ini khusus bahan dasar fully synthetic, yaitu group IV dan group V. Artikel terpisah agar  tidak terlalu panjang dan pemahamannya lebih mudah.

Group IV

Group IV inilah yang sebenarnya oli fully synthetic dan diakui oleh perotomotivan eropa. Bahan dasarnya dari PAO atau polyalphaolefin. Kualitas PAO sebagai bahan dasar oli tidak diragukan lagi dan dipakai oleh perusahaan oli big major untuk produk oli toptier mereka, jangan tanya harganya ya…. :mrgreen: . Lha sebagian publik liat harga oli 1 L harga 100 rb aja melongo, apalagi yang 100% pao…dua kali lipat lebih Lur…….

Oil base PAO sendiri dibuat dengan penggabungan hidrogen dengan carbon dengan tehnologi fischer-tropsch process. Karakter unik PAO adalah titik bekunya yang sangat rendah, yaitu – 53°C dan titik didih 270°C. Ini menandakan bahwa oil base pao sangat stabil dalam mempertahankan viscosity nya. Olinya sangat mudah untuk mengalir di rentang suhu yang ekstrim, lebih stabil di suhu yang panas daripada yang lain.

 

Kelemahan pao adalah sangat susah bercampur dengan soluable additive atau additive mudah larut. Sehingga additives nya menggunakan logam alkali, alkali tanah, atau logam transisi seperti molybdenum, titanium de el el. Fungsi logam alkali adalah menambah nilai TBN atau total base number agar oil base lebih tahan terhadap keasaman baik dari hasil fuel dilution atau pembakaran itu sendiri.

gulf oil

Group V

Merupakan oil base fully synthetic yang terbuat selain PAO. Biasanya dibuat dari ester, polyolester, diester. Kualitas oil base ini tidak diragukan lagi karena sangat mudah mengikuti kondisi lingkungan yang dibutuhkan oleh mesin. Dan keberadaannya membuat pembakaran bbm lebih cepat, mesin menjadi lebih efisien. Makanya oli group V ini dipakai di dunia balap karena proteksinya yang ajib. Proses pembuatannya sendiri dari katalisa asam  yang disebut Dibasic ester dengan alkohol dan hasil katalisa tersebut dinamai dengan ester.

Kelemahan group V ini adalah harganya yang sangat mahal. Bahannya 100% nabati seperti mineral, dan asam lemak. Kemudian disintesa menghasilkan oil base dengan volume yang kacil.

Kenapa group V sangat disukai dan dibilang paling bagus proteksinya, karena sifatnya yang polar, sehingga menempel kuat di logam, sehingga lapisan film olinya lebih tebal atau lebih kuat dibandingkan oli mineral biasa. Sifat ini membuat oli jenis ini bisa mengkompensasi kekurangan flow atau tekanan oli yang kurang. Istilahnya, bisa mengkompensasi kondisi hyrodinamic lubrication yang kurang saat mesin bekerja ekstrim.

Karakter polar inilah yang oleh beberapa kalangan, termasuk ngadimin untuk mencoba mencampur minyak jarak ke pelumas mesin. Dimana karakter unik minyak jarak yang punya kemampuan mempertahankan viscositasnya sampai 1000°C dan semakin dipanasi diatas suhu 300°c maka terjadi polimerisasi yang kaya akan kandungan ester, atau disebut dengan ester like effect.

Namun penggunaannya masih kontroversi karena daya oksidasi minyak jarak yang dibawah minyak bumi….bisa jadi kedepannya ada yang mampu membuat campuran minyak jarak dengan additive, salah satunya ya antioksidan.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

Be the first to comment

Leave a Reply