Membully Suzuki Itu Menyenangkan

suzuki

logo-suzuki-motor-indonesia_thumb

Yola dulur yang budiman….. deka amati, sejak suzuki ingin bangkit lagi ( katanya ) dan mulai dengan program satria FI-nya, di media khususnya blog banyak sekali bully-an tehadap pabrikan dengan lambang S ini. Sepertinya sangat mengasyikkan, dan mudah sekali bahan ditemukan untuk sekedar ajang bullyan.

Soal bully membully seperti ini, deka jadi teringat teman yang hobby bahas teori konspirasi, kalau amerika itu politik luar negerinya mirip dengan gaya bully. Amrik biasanya akan membuat negara incarannya selayaknya tokoh “Kaiser Soze”. Kaiser Soze adalah tokoh yang digambarkan angker, menakutkan, teror bagi siapa saja, kuat, malapetaka kalau tokoh ini mendekat. Padahal aslinya hanya tokoh rekaan yang ternyata tua, kecil, lemah, dan cengeng.

Kemudian Amrik datang dengan gagah perkasa memberantas “Kaiser Soze “, membully kaiser soze, diekspose melalui media, jadi pahlawan, kemudian baru mengeruk keuntungan dibelakangnya. Dengan gaya seperti ini, amrik dapet 2 keuntungan, eksploitasi keuntungan dan pengaruh sebagai pahlawan dunia. Terus apa hubungannya dengan bully-an suzuki?

gsx150r ilustrasi
gsx150r ilustrasi

Nggak sama persis sih, tapi alurnya hampir sama. Tapi tujuannya malah 180 ° berkebalikan dengan tokoh kaiser soze. Kalau tokoh boneka amrik ini digambarkan angker, menakutkan, padahal kebalikannya, tapi bullyan suzuki justru dari angker ke sosok yang lemah dan perlu di tertawakan.

Beberapa contoh bullyan adalah :

  • udah keok lomba ama sonic, satria FI lebih boros….
  • nggak bisa beli, diler jadi alfamart
  • sport 150 cc suzuki cuma hoax
  • sport 150 cc suzuki bisa topspeed 190 km/jam
  • Memotong dan mengutip statement orang suzuki tapi tidak sempurna, kemudian dijadikan bahan bully-an.
  • ilustrasi sport 150 cc suzuki digambarkan sebagai gixxer yang secara desain ditolak mentah-mentah oleh selera dimarih.
suzuki-gixxer-sf-india
suzuki-gixxer-sf-india

Dari semua bahan bully-an tersebut, reaksi dari pembaca media adalah punya image kalau suzuki itu pabrikan yang konyol, lebay, dan perlu ditertawakan.  Dan membully suzuki itu asyik sekali, karena memang perlawanannya kecil. Fans suzuki memang banyak, tapi mereka cenderung nggak peduli dengan hiruk pikuk media blog.

Selain itu, orang-orang suzuki ( entah pejabat atau sekedar fans ) kalau mengeluarkan statment nyerempet-nyerempet “bahaya”. Masih ingat dengan “catat omongan saya” ? atau satria FI menang melawan motor 250 cc, atau motor test gsxr info bisa mencapai 190 km/j ?

Stament-stament diatas itu ada kelanjutannya, tapi dipelintir, dipotong sehingga nampak konyol dan jadi bahan ketawaan. memang deka anggap itu statement yang nyerempet bahaya, karena mudah dipelintir. Apa nggak enak? ngebully pabrikan yang baru bangkit dari sekarat, suara fans kecil, dan bahan sudah disedian oleh suzuki sendiri…..Wenak tenan to???

Bisnis motor di marih emang kejam….. Dan lamat-lamat deka denger ada istilah baru, kalau kemarin ada istilah blogger ternak, blogger amplop, blogger pra bayar…… kini ada yang baru….. pssstttt…. blogger bermajikan XD XD XD ……

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil