Membaca Komparasi Motor Irit Untuk User Versi Deka

suzuki

Yola dulur….. Sering kita sebagai pemakai sepeda motor membaca komparasi konsumsi bbm motor antar merk. Entah untuk panduan membeli motor baru atau hanya sekedar untuk tahu saja. Nah kali ini deka mau mengajak diskusi dulur sekalian tentang bagaimana mensikapi dan membaca hasil komparasi motor irit tersebut.

komparasi versi otomotif
komparasi versi otomotif

Hal ini diperlukan karena sudah jamak jaman sekarang hasil uji komparasi entah itu media mainstream, blog, atau yang lain menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Kenapa? Karena hasil uji tersebut muncul dalam bentuk angka, eksak…. Hukum eksak bisa dihitung sampai angka terkecil, sehinggal ada sedikit simpangan tentu akan merubah angka tersebut.

Jangan antar media cetak, lha wong di blog saja hasil angkanya bisa beda-beda. Terus gimana cara mensikapinya? Mari kita ambil sampel uji irit metik di media otomotifnet. Bagi yang sangsi akan kesahihan cara pengujian, abaikan saja… Karena hal itu bukan utama. Yang paling utama adalah cara “membaca angka” hasil uji tersebut.

Mari kita lihat hasil uji keiritan beberapa kelas metik tersebut
Kelas 110-115
Honda BeAt FI : 42 km/L
Suzuki nex FI : 41,3 km/L
Yamaha Mio J : 41 km/L
TVS Dazz : 35,7 km/L
Honda New Vario FI : 42,5 km/L
Yamaha Soul GT : 41,3 km/L ]

Kelas 125
Honda Vario 125 CBS ISS : 44,6 km/L
Yamaha GT 125: 36,6 km/L

Kelas Retro
Yamaha Mio Fino : 43 km/L
Honda Scoopy FI : 42,7 km/L
Suzuki Let’s : 40 km/L

Kita mulai di kelas metik 110, kalau kita baca angkanya secara umum maka dari beat, nex, mio, soul gt sampai vario 110 menunjukkan angka di kepala 4 atau 40an km, kecuali TVS Dazz yang hanya mencapai 35 koma. Kalau kita acuannya angka maka perdebatan tidak akan selesai selesai karena selisih angkanya tipis, dengan sedikit manipulasi uji test maka susunan siapa yang paling irit akan berubah total.

gulf oil
uji versi detikoto
uji versi detikoto

Cara membacanya adalah, metik di kelas ini keiritannya sama saja, kalau ada beda, hanya sesendok makan. Tergantung cara pakai dan pendidikan tangan kanan. Pertimbangan konsumsi bbm imbang… Silahkan pertimbangkan sisi lainnya seperti 3S, desain, harga dan selera. Kecuali TVS dazz yang selisih lebih dari 5 km/L, sangat terasa perbedaannya.

Di kelas metik 125 cc, kita melihat capaian vario sebesar 44 koma/L, sedangkan GT125 hanya 36 koma/L. Dengan selisih 8 km/L maka tentu ini perbedaan yang sangat besar…. Ibaratnya kalah telak… Kalau membeli motor acuan utamanya soal irit bisa langsung dicoret dari pilihan.

tes irit mtik
tes irit mtik

Sedangkan di kelas metik retro, capaian fino, scoopy dan let’s hampir mirip dengan metik 110, yaitu kepala 40an… Jadi cara bacanya hampir sama dengan metik 110… Unda-undi, pak-puk, alias 11-12 aka selisih setetes dua tetes…..tinggal memilih sesuai selera.

Begitulah acuan membaca hasil uji dalam bentuk angka versi user deka. Yang masih memperdebatkan angka dan siapa yang paling unggul biarlah jadi urusan fanboy suporter atau sales… Itu memang sudah kerjaan mereka. Sekali lagi ini hanya cara membaca angka uji irit, bukan acuan motor mana yang layak beli. Kalau anda ingin beli motor anu karena desainnya, atau motor eta karena paling murah, atau motor x karena kencangnya ya langsung sikat saja, ngapain mempertimbangkan hasil uji faktor lainnya mung marai puyeng dan ragu-ragu.

Bonus …. Overture 1928 By…. Dream Theater


Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*