Memahami Harga Motor Seken, Ada Yang Jatuh, Ada Yang Stabil

suzuki

Yola dulur yang budiman…. untuk kali ini, kita akan bicara secara garis besar, umum, tidak terlalu spesifik sampai membicarakan detail harga. Hanya membicarakan rumus umum dan patokan umum. Soal harga seken motor, yang mengalami depresiasi harga berbeda-beda, tergantung merk, dan jenis motor. Ada yang harganya jatuh, ada pula yang stabil.

Dalam hal memilih motor, ada sebagian publik ( golongan yang bener-bener memperhatikan keuangan ) yang memasukkan harga seken atau jual kembalinya menjadi prioritas utama. Mereka akan memilih jenis motor yang sangat-sangat umum, sangat mainstream. bagi mereka, motor hanya sebatas sarana transportasi.

Jika boleh menilai lebih dalam, melalui kacamata psikologi behaviorisme, sekelompok orang yang membeli motor dengan memperhatikan sekali nilai jual kembali motor tersebut, umumnya membeli motor dengan catatan bahwa uang yang dia keluarkan sangat-sangat berharga sekali, sehingga menganggap motor sebagai investasi. Biasanya akan memilih motor dengan merk yang awam, dan populasi di pasar sangat banyak. Dan biasanya dalam penggunaanya akan sangat hati-hati…. takut mempengaruhi nilai jualnya.

Ya… karena itu adalah kunci dalam penentuan harga motor seken… populasi yang mewakili demand. Sehingga terbentuk pengerucutan pemikiran bahwa harga motor seken bagus hanya milik merk tertentu saja. Padahal ” demand ” bukan milik merk tertentu, demand bisa untuk motor apa saja. Dan motor dengan merk tertentu bukan berarti punya jaminan punya nilai jual kembali yang bagus, dan sudah banyak contohnya.

Orang kadang juga salah dalam melihat nilai depresiasi harga motor seken. Ada yang melihat bahwa nilai jual motor termurah dengan selisih 1-2 juta sebagai cacat abadi sehingga mempengaruhi untuk tidak memilih motor tersebut saat membeli baru. Padahal dia tidak melihat nilai harga beli awal yang memang lebih murah 1-2 juta. Dia hanya melihat harga jual kembali paling murah, tanpa melihat dari awal barunya memang lebih murah harganya.

Belum lagi tergantung bagaimana sebuah pemilik brand yang pandai bekerjasama dengan pihak pengelola jaringan penjualan motor seken. Mereka pandai berkoordinasi dengan pemain pasar motor seken, sehingga bisa memantaince suply and demand motor seken di pasar. Salah satunya adalah kemudahan pembiayaan leasing. Pemain motor seken pasti paham betul sebab-akibat faktor ini.

Dan jika ditelaah lebih lanjut, harga motor seken jaman sekarang juga tidak sebombastis katakanlah 10 tahun yang lalu. Jaman dulu, nilai jual motor seken berumur lebih dari 3 tahun, bisa saja depresiasi harganya hanya 25% dari nilai beli barunya. Sekarang? sangat sulit sekali untuk mendapatkan. Kenapa? karena faktor kemudahan mendapatkan motor baru melalui pembiayaan leasing.

Dalam kondisi seperti sekarang, jika anda ingin mempunyai motor yang mempunyai depresiasi nilai jual kembali paling rendah justru harusnya memilih “motor seken“. Silahkan buktikan, beli motor seken merk apapun, pakai selama setahun, dan jual kembali…. maka persentase depresiasi harganya akan rendah daripada beli baru…. tanpa memandang merk.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

gulf oil

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*