Memahami Cara Kerja VVA Paling Mudah

vva
suzuki
vva
vva

Yola dulur yang budiman…..istilah VVA atau variable valve actuation kembali menghangat setelah new yamaha R-15 menyematkan VVA di mesinnya. Sebagian publik mengatakan itu cumak gimmick, sedangkan yang sebagian lagi bilang canggih. Nah….mari kita obrolin bareng, apa itu VVA dengan logika, daya pikir sederhana, mudah.

Sebelum membahas VVA, kita bicara dulu hukum kerja buka tutup klep intake dari manifold intake ke ruang bakar. Pada umumnya buka tutup klep ini bersifat FIX atau tetap dari mesin berputar di rpm rendah, menengah sampai tinggi. Dan sudah hukum baku pula kalok kebutuhan asupan udara di rpm bawah dengan atas itu berseberangan. rpm bawah butuh debit kecil, rpm atas butuh gedhe. Jika rpm bawah debit intake gedhe, maka tenaga yang dihasilkan justru kurang….. Kenapa? karena tendangan balik gas buang dari knalpot masih gedhe di rpm bawah-menengah. Dengan adanya gas balik ini, akan mengurangi efisiensi intake air volumetricย  ruang bakar. Cek gambar bawah

img-20161223-wa0014

Untuk mengakali fenomena tersebut, bisa dilakukan dengan cara mengecilkan debit air flow intake di rpm bawah-menengah. Namun cara ini jelas kontra produktif dengan kebutuhan air flow di rpm atas. Njengatz di rpm bawah tapi ngempos di rpm atas, lha intake di cekek ya rpm atas kekurangan pasokan udara to ya….. Lho kenapa ndak dibikin rpm bawah intake kecil, rpm atas ngeplong? Lha kan kerja klep itu FIX alias tetap pada mesin konvensional…. Makanya harus dibuatkan Variable valve atau katup klep yang sistem kerjanya tidak FIX, bisa berubah. Di dunia permesinan, pendekatan variable ada 2: waktu buka tutup klep ,dan tinggi buka tutup klep.

Nah…. yamaha memilih pendekatan yang kedua…. tinggi buka tutup klep. Yang diatur adalah tingginya klep in membuka dan menutup. Rendah saat rpm bawah-menengah, tinggi saat rpm atas. Itupun bukan murni multi variable, hanya 2 karakter buka tutup kle in saja, buka rendah dan tinggi, namanya saja VV Actuation, bukan VV Timing. VVA mengatur buka tutup klep in menggunakan switch, atau sejenis rotor yang berfungsi sebagai saklar on off ( cek gambar dibawah, nomer 1 ). Jadi memang bukan multi variable, tapi hanya 2 variable, buka maksimal dan dibatasi. Kalau multivariable tentu bukan switch yang dipakai, tapi jenis hidrolis yang lebih mendukung. Seperti halnya beda Throttle Position Sensor yang multivariable dengan Throttle Position Switch yang hanya 2 variable.

2017-02-03-10-12-14

Dengan membedakan 2 variable buka tutup klep, yaitu ketinggian bukanya, maka bisa diakali dengan sistem mengganjal antara tonjolan klep ke rocker arm, atau tonjolan kem dibuat 2 profil untuk nonjok rocker arm klep in. Kalok melihat gambar diatas, sepertinya yamaha memakai 2 profil kem, dan deka menemukan gambar camshaft N-max yang memang punya 2 profil tonjolan di klep in ( gambar bawah ). Sistem kerjanya seperti hukum tuas ungkit, dimana semakin tinggi titik penumpu maka daya angkat juga makin tinggi.ย  Saat VVA off di rpm rendah, tonjolan profil rendah yang bekerja, sedangkan saat on, gantian profil tinggi yang bekerja. Keliatan sederhana, tapi bikin puyeng kalok bicara pengaplikasian di mesin yang punya ruang terbatas.

cam vva nmax
cam vva nmax

Mau dipasang di rpm berapa VVA on, tinggal settingan di ECU saja datanya, kapan servo motor switch bekerja. Dicocokkan kapan ruang bakar membutuhkan airflow maksimal dan kemudian switch on.ย  Saat VVA aktif ini, otomatis bukaan klep in akan maksimal sehingga air flow maksimal sesuai dengan karakter asli ukuran klep in. Sedangkan saat VVA off, berarti bukaan klep in dibatasi. Dengan pembatasan bukaan klep in maka torsi power akan meningkat di rpm bawah. Karena VVA hanya 2 variable maka mendekati rpm atas atau disebut rpm menengah kurang ideal lagi, sehingga di kurva nampak melandai. Di sinilah banyak rider yang merasakan tarikan seperti njengatz saat VVA on. Ya iya, dari kebutuhan udara tercekek menjadi plong ya serasa njengat tooo?

grafik rpm vva
grafik rpm vva

Itulah fungsi VVA di mesin N-Max, aerox 155 atau new R-15. Fungsi utama yang nampak terasa ya jadi hemat bbm di rpm menengah bawah, karena terjadi efisiensi volumetric air flow di rpm bawah. Lebih efisien berarti lebih sedikit bbm, tapi performa yang didapat tetap maksimal….. di rpm bawah-menengah. Bagaimana di rpm atas? ya sama saja pakai vva atau nggak, sesuai dengan karakter masing-masing mesin.

Jika ada kesalahan, mohon diralat, terimakasih

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

16 Komentar

  1. SR-VVT udah paham ane cara kerjanya, jadi waktu mesin berputar makin cepat, itu bola2 mendorong bagian alur/parit yg bentuknya miring, karna jalurnya bolanya berbeda maka noken as yg satu poros dg bagian parit miring tersebut akan ikut bergeser yg mengakibatkan bergesernya timing valve nya, sama lah proses kerjanya dg VVT-i nya Xenia/Avanza, cuman dua mobil itu digerakkan secara hidrolis, yg Suzuki ini murni Mekanis. Simple tapi brillian, Sungkem sama insinyur Suzuki.

Leave a Reply