Marquez Ingin Motornya Terkencang Kalahkan Ducati di Trek Lurus… Fairing Depan Fleksibel?

suzuki

Yola dulur yang budiman… info dadakan dari dunia motogp. Kini statment muncul dari pembalap gacor milik Honda team. Doi memunculkan statment, dan mengundang pertanyaan sambungan. Marquez ingin motornya terkencang di trek lurus, kalahkan ducati… Apakah ini ada hubungannya dengan fairing fleksibel?

Sebentar… sebentar…. apa hubungannya ya antara terkencang dengan fairing fleksibel? Makanya kita obrolkan bareng yuk. Begini Lur… bicara motor dengan topspeed tertinggi atau terkencang di trek lurus, sebenarnya marquez di losail adalah pembalap terkencang dengan topspeed
352km/h (218.7mph). Doi bahkan mengalahkan rekor di losail atas nama Iannone saat di ducati 2016 lalu. Marc menjadi pembalap dengan topspeed teratas di Losail disusul Cal Crutchlow, Jorge Lorenzo Jack Miller dan Joan Mir ( kemarin dengan suzuki ). Itulah 5 pembalap terkencang di losail sampai saat ini.

Sedangkan Dovizioso sang pemenang kemarin sebenarnya justru diluar 10 besar topspeeder…. Doi hanya meraih 346.3km/h (215.2mph). Namun Mrquez menginginkan motornya terkencang. Doi lebih memilih motor dikembangkan terkencang di trek lurus daripada di tikungan jika memilih.


Marquez said he would prefer to have to deal with any side effects of the increase in power than battle against a top-speed deficit, as in previous years.
“This winter, in Honda, they were obsessed with top speed,” said Marquez. “When they see other bike being faster than ours, they do not tolerate it.
“When you have a powerful engine, there are mechanics and tools to deal with [any problems].”

Nah… ini tentu ada hubungannya dengan winglet fleksibel yang dikomplain ducati kemarin. Ingat aturan dasar winglet adalah menambah downforce melalui terpaan angin yang dibelah. Semakin menekan downforce, maka daya drag akan bertambah ( mengurangi speed karena hambatan bertambah ). Ini adalah hukum baku.

Di dunia balap otomotif, khususnya mobil, dulu pernah diakali problem ini dengan penciptaan winglet yang fleksibel ( entah sistem aktif atau pasif ). Daya tekan downforce dan drag bisa bervariasi sesuai kebutuhan karena sudut bias angin di winglet berubah-ubah sesuai kelengkungan bilah winglet yang fleksibel. kemudian hal ini dilarang dipakai oleh FIM.

Winglet fleksibel inilah sebenarnya kompromi antara menambah daya tekan downforce tanpa mengorbankan kemampuan topseed terlalu besar. Dan hal inilah yang dicurigai oleh team ducati, melihat bentuk winglet honda yang base nya tipis. Kebetulan singkron dengan statment marquez yang ingin motornya terkencang.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*