Lorenzo Tak Cepat Tapi Susah Disalip Dovizioso : Itu Talenta saya

suzuki

Yola dulur yang budiman…. kita tidak akan melanjutkan kehebohan triple strike crash lorenzo, pedrosa, Dovizioso kali ini. Kita bahas cikal bakal crash tersebut, yaitu susahnya lorenzo disalip oleh rekannya, Dovizioso, padahal dia punya kecepatan yang lebih bagus dari Hohe. Kata baginda Lorenzo, “itu adalah talenta saya ”

Seperti di artikel motogp ngadimin kemarin, ngadimin bilang lorenzo seperti barrier penahan Dovizioso untuk mendekati Marquez, namun lorenzo pandai menutup line balap meskipun dia punya kecepatan yang lebih rendah dibandingkan dovi karena ban depan sudah mulai aus. Dovizioso berkomentar :

“He was fast, but he was too slow in the middle of the corner, he was struggling too much with the front. I think he also didn’t want to let me past, and he stopped too much in the middle of the corner. That’s why we lose the time with Marc because he [Lorenzo] was struggling and he slowed down to close the door. And that’s why I took 10 laps, I don’t know how many laps, to try to overtake him. Because I didn’t want to make a mistake. If I was behind Marc when he tried to push, maybe I had a chance to follow him. Maybe.”

Ya… sebenarnya dovi punya kecepatan yang lebih baik dari lorenzo di setengah akhir balapan karena dovi memakai ban medium sedangkan lorenzo soft. Namun sayangnya Lorenzo tidak memberi ruang kepada rekannya untuk menyalip dan mengejar marquez di depan. Mau-tak mak Dovi harus ” mengintili  ” hohe, sampai pada saat dia mencoba hardbraking dan terjadilah crash tersebut.

Di kesempatan lain, paduka Lorenzo memberikan jawaban dari sudut pandang yang berbeda.

“During all the weekend I didn’t have the pace, the thing is that I make things that other riders with my pace cannot make in the first laps. That is my merit because with no pace I can lead race and another rider can’t do that, it’s my lucky thing, my talent, let’s say, in the last years.”

Meskipun saya tidak punya kecepatan, tapi saya bisa membuat pembalap lain tidak dapat berbuat sesuatu dalam 1 lap. Tanpa punya kecepatan, saya bisa memimpin balapan, dan pembalap lain tidak bisa, itu adalah talenta saya….

Bener juga sih, itu adalah gaya difensive racing, walaupun kalah kecepatan, tapi pandai menutup ruang untuk menyalip. Apakah kelakuan lorenzo salah? weits….. itu tidak menyalahi aturan…. sangat-sangat legal….. masalahnya diaplikasikan ke rekan team yang sedang berebut klasemen dengan team lain, dan lebih cepat… itu saja. Beda cerita jika diterapkan ke pembalap team lain, pasti dianggap langkah briliant…. kalau seperti ini, team lah yang manyun, termasuk si boss Gigi dal’igna. :mrgreen:  :mrgreen:

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

 

gulf oil