Lampumu Bisa Bikin Mencelat Nyawamu

suzuki

riding-malam

Yola dulur… dari judulnya mungkin ada nada kesal dari penulis…Ya, memang kalau soal safety, deka kadang sampai geregetan menyampaikan uneg-uneg. Bukan soal sok alim atau sok suci, terlalu ngurus urusan motornya orang. Namun hal ini berhubungan dengan keselamatan orang lain, bukan hanya keselamatan diri kita. Kalau mau cilaka sendiri ya silahkan, tapi jangan ngajak-ngajak orang lain dong.

Kali ini yang mau ane bahas adalah soal lampu motor, hal yang lumayan sepele untuk beberapa kalangan biker. Namun untuk biker yang sering diharuskan riding malam, hal ini menjadi penting, bahkan sangat krusial sekali. Riding malam memang sedikit berbeda karakter dengan riding siang bolong. Waktu malam, selain pandangan yang terbatas, pantulan cahaya yang masuk di sensor mata kita juga sedikit berbeda, bisa menyebabkan interpretasi yang berbeda dengan waktu siang hari dimana cahaya berlimpah. Sorot lampu dari pengendara lain bisa membentuk pemahaman lingkungan yang sedikit berbeda, karena terbatasnya cahaya yang kita terima.

ilustrasi tanpa lampu by tegean
ilustrasi tanpa lampu by tegean

Lampu utama motor adalah senjata andalan untuk riding malam, mempunyai posisi sangat penting untuk keselamatan biker. Selain berfungsi untuk penunjuk jalan, juga berfungsi untuk memberikan sinyal kepada pengendara lain yang berlawanan dengan kita. Begitu pentingnya lampu, maka sebisa mungkin motor kita dibekali dengan lampu yang terangya memadai, bukan berlebihan. Jika berlebihan dan sorot tidak fokus maka bisa mencelakakan orang lain karena silau dan pendangan terganggu, akhirnya terjadi tabrakan, entah dengan objek mati, atau dengan objek hidup. Efeknya bisa cidera ringan, berat bahkan sampai meninggal. Pengendara yang terkena efek lampu cilaka, sedangkan pihak yang merugikan melaju tanpa dosa.

Begitu juga dengan biker yang menyepelekan kelengkapan lampu, atau berkendara tanpa lampu. Mungkin dirinya merasa hapal jalan, sehingga tanpa lampu pun bisa sampai tujuan, namun efek buat pengendara lain? dikira nggak ada kendaraan  berlawanan, tiba-tiba dalam jarak 10 m ada…. bisa cilaka tuh. Kejadian ini deka alami sendiri kemarin malam jam 20.00, saat perjalanan pulang dari majalengka ke arah Sumber.  Jalur itu memang jalur gelap karena jalan kabupaten yang minim penerangan, lebar sekitar 4 meter, serta jalan naik turun menembus antar perkampungan dan pepohonan yang rindang.

Saat ane menemui medan menanjak, sedangkan depan saya ada mobil bak dan truk yang berjalan pelan karena beratnya muatan, ane mengambil jalur kanan untuk ancang-ancang. Ketika melihat di depan tidak ada sorot lampu ke arah ane, ane berpikir jalan depan kosong. Langsung tancap gas untuk menyalip dua kendaran yang ngos-ngosan di tanjakan. Saat tepat di samping truk paling depan, tiba-tiba dari jarak 5 meteran didepan ane ada biker bebek melaju berlawanan tanpa lampu, reflek ane banting ke kiri, dan Alhamdulillah sopir truk juga ngebanting ke kiri juga karena mungkin memperkirakan akan terjadi tabrakan. Tapi puji syukur, dengan truk ngebanting ke kiri, ane nggak jadi nyenggol truk.

stop-lamp bening metalbalbut

Setelah agak tenang, ane menyadari, begitu pentingnya lampu depan motor bagi pengendara lain….kalau buat sendiri jelas….gara-gara ogah nyalain lampu, bisa membunuh orang tanpa sengaja. Lampu yang bisa membuat pengendara lain cilaka adalah lampu rem belakang transparan. Selain menjengkelkan karena silau, sorot sinarnya juga membuat interpretasi yang membingungkan. Ini motor melaju ke depan atau berlawanan dengan kita? soalnya tidak bisa membedakan mana headlamp, mana brake lamp…sama-sama terang, sama-sama bening. Otomatis kita akan mengurangi laju kendaraan kita, atau bahkan karena penglihatan terganggu bisa menimbulkan kecelakaan. sekali lagi korban yang cilaka, yang punya lampu melaju seperti tak punya dosa.

Semoga bermanfaat

wassalamualaikum

gulf oil